Posting Terbaru

Rabu, 01 April 2009

Antioksidan Asli Jawa

Para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan senyawa antioksidan alami dalam sekurang-kurangnya 11 macam sayuran “indigenous” asli dari pulau Jawa.
Para peneliti yang terlibat dalam prose penelitian ini adalah Dr. Nuri Andarwulan, Ratna Batari, Diny Agustini Sandrasari dan Prof. Hanna Wijaya.
Menurut juru bicara IPB Ir. Henny Windarti MSi, kesebelas sayuran tersebut adalah: kenikir, beluntas, katuk, mangkokan, kemangi, krokot, daun gingseng, poh-pohan dan kedondong Cina.


Ke-sebelas jenis sayuran ini di Jawa Timur biasa di jadikan trancaman, diiris halus semua jenis sayuran yang ada diberi bumbu kelapa kalau kepingin lebih segar lagi tambah buah ketimun. Apalagi dipakai buka puasa….uenak tenan!.
Menurut Nuri Andarwulan, senyawa antioksidan alami itu berupa senyawa fenolik (tokoferol, flavonoid dan asam fenolat), enyawa nitrogen (alkaloid, turunan klorofil, asam amino dan amina) atau anti karotenoid seperti asam askarbonat.
Dari hasil penelitian, daun katuk mempunyai flavonoid paling tinggi yakni 831,70 mili gram per 100 gram, Kemudian disusul kenikir dan kedondong Cina. Daun katuk biasa digunakan untuk memperlancar ASI, bias di masak sebagai sayur bening atau direbus saja buat lauk makan.
Bradley Bolling peneliti Universitas Tufts di Boston Amerika Serikat, mengatakan, antioksidan dapat mengurangi akumulasi radikal bebas, menetralisir racun, mencegah inflamasi dan melindungi penyakit genetik.

Reaksi:

2 komentar: