Posting Terbaru

Sabtu, 23 Oktober 2010

Membuat Es Cream Tanpa Kulkas

Hari ini waktunya mempraktekkan mengolah limbah rumah tangga menjadi barang yang bermanfaat, setelah selesai mempelajari Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Jenis Limbah. Salah satu kegiatan  ingin saya demonstasikan adalah mengolah limbah rumah tangga, salah satunya mengolah sisa santan atau susu menjadi es cream.
                Sejak pagi saya siapkan semua keperluan demontasi di kelas IPA. Larutan susu dua botol aqua saya bawa dari rumah. Garam dan toples plastik sebagai alatnya. Sampai di sekolah, pada saat kegiatan demonstrasi, susu saya masukkan ke dalam plastik klip kecil( biasanya dipakai wadah sambel jika ada acara selamatan). Anak-anak di setiap kelas sudah menyiapkan es batu dari rumah.

                Salah satu siswa membantu saya mendemonstarikan pembuatannya. Plastik berisi susu cair dimasukkan ke dalam toples  plastik yang telah berisi es batu kemudian masukkan  garam secukupnya. Kemudian di kocok-kocok sebentar sekitar 5 menit. Jadilah es cream buatan kami. Tanpa kulkas es creampun jadi.  Anak-anakpun gembira. Kata mereka enak rasanya.
                Apa yang kami lakukan di sekolah adalah bagaimana kegiatan belajar menjadi menyenangkan namun siswa harus memahami konsep keilmuwannya. Setelah selesai demontrasi dan es Cream sudah habis disantap. Tugas siswa menjelaskan pemahaman mereka tentang proses pengolahan limbah rumah tangga (pembuatan es cream tanpa kulkas), serta mempresentasikan hasil pengamatan mereka.
                Mengapa susu cair saya masukkan ke dalam limbah rumah tangga. Berdasarkan pengalaman di rumah, waktu anak-anak maupun keponakan saya  masih balita bahkan sampai SMA sering ada sisa susu di gelas setelah selesai sarapan, Biasanya neneknya akan marah jika memergoki sisa susu di atas meja. Saya tersenyum saja.  Sisa susu saya masukkan plastik kemudian saya simpan, setelah anak-anak pulang, baru saya proses menjadi es cream. Sehingga sisa susu tidak terbuang percuma. Anak-anakpun senang. Konsep keilmuwannya juga bisa dipahami mereka.
                Di sekolah biasa saya bagikan ilmu sederhana ini, terutama pada anak-anak jurusan Tata Boga. Namun biasanya anak-anak jurusan mesin dan listrik tidak mau ketinggalan. Mereka juga calon bapak dimasa depan, harus kreatif dan inovatif.
                Di kelas kami sibuk belajar, di perpustakaan  beberapa siswa terlihat sibuk memberi dukungan saya pada “Acer Guraru Award”.  Alhamdulillah beberapa siswa yang memiliki blog  berusaha untuk mendukung. Waktu istirahat suasana perpustakaan  sangat heboh dipenuhi siswa yang berusaha memberi dukungan.  
                Terima kasih anakku, terima kasih dukungannya. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Amin.

Reaksi:

9 komentar:

  1. Mau nyoba bikin Es Krim resepnya Bu Puspita...

    BalasHapus
  2. Monggo pak Mars, resep ini cocok kalau ada tamu-tamu kecil datang mendadak. Anak-anak pasti senang makan es cream, dan tidak mau pulang sebelum es creamnya habis. Membahagiakan sekali ....

    BalasHapus
  3. wah boleh juga nih bu ... saya mencoba resepnya .. siapa tau anak saya suka es krimnya hee ...
    terimakasih banyak bu .. untuk informasinya.

    BalasHapus
  4. salut deh buat bu puspita, saya jadi ingin bikin es nya bu..

    BalasHapus
  5. kreatif sekali Bu, jadi pengen nyoba resepnya tuch! makasih yach Bu,
    salam kenal :D

    BalasHapus
  6. waduh... tukang es krim jadi sepi nich, dagangannya bisa jadi ga laku :'(

    BalasHapus
  7. @bayuputra; silahkan coba resepnya.
    @retnet; es cream buatan sendiri enak dan nikmat...
    @Nur'Amilah; silahkan dicoba resepnya murah meriah, inovatif dan kreatif. Salam kenal kembali.
    @Fir'aun NgebLoG; He he he .... tidak juga. Kasihan mereka.

    BalasHapus
  8. Kalau pakai display cooler yang dijual oleh para pen jual display cooler itu aman nggak ya gan kira-kira? :D

    BalasHapus