Posting Terbaru

Kamis, 24 Desember 2009

Ibuku Sayang Ibuku Malang

Saya sering bercanda dengan kedua putraku dan juga bapaknya anak-anak. Terutama tentang judul serial drama bersambung di radio waktu saya dan bapaknya anak-anak masih sekolah dulu. Saya sudah lupa jalan ceritanya, Namun saya sangat hapal judulnya.

Bapaknya anak-anak sering meledek jika anak-anak sudah mulai,” Bak buk bak buk”
Pada saat saya sibuk atau harus berangkat pagi (05.30 WIB) kedua putraku biasa mengurus segala keperluannya sendiri, segala sesuatu dikerjakan sendiri. Begitu saya tidak ada jam. How …. Mulai ada banyak permintaan.



“Buk, air panasku jangan lupa”, pinta Kresna “Juga kopi susu dan air mineralnya.“ Sambung Kresna berteriak dari kamar sambil masih asyik mengerjakan beberapa tugas sekolah yang belum terselesaikan. Dia tidak pernah bisa mandi air dingin walaupun sudah SMA, karena ada alergi dingin yang dideritanya sejak kecil seperti saya. Air mineral adalah salah satu syarat ke sekolah karena kami membiasakan bawa minum ke sekolah sejak kecil.

“Buk, aku juga. Dulang ya buk. Sekalian antar ke sekolah. Malas bawa motor sendiri. Tugasku masih banyak yang ada materi yang harus kupahami hari ini”, pinta Dita tak mau kalah. Saya biasanya hanya tersenyum dan kuturuti saja permintaan kedua putraku. Waktu masih kecil mereka tidak pernah minta dulang atau disuapi namun setelah dewasa berlaku sebaliknya.

‘Buk, seragamku belum disetelika. Help me please” teriak Kresna dari dalam kamar.
Bapaknya anak-anak bukannya membantu malah senyam-senyum sendiri sambil bernyanyi “Ibuku sayang ….. Ibuku Malang”. Biasanya kedua putraku akan tertawa “Ha ha ha … mumpung ada kesempatan!”

Saya hanya bisa tertawa sambil mengerjakan semua permintaan kedua putraku. Pada saat saya sibuk, mereka berdua terbiasa mengerjakan segala keperluannya sendiri, begitu mendengar saya ndak ada kegiatan pasti ada saja permintaannya. Mungkin inilah indahnya berkeluarga.

Meskipun kami ada pembantu, anak-anak biasa mengerjakan segala keperluannya sendiri kecuali mereka sedang banyak tugas.

Pada saat anak-anak saya kecil, suami selalu berdoa supaya setiap hari saya ada jadwal jam pertama sehingga anak-anak tidak rewel dan mandiri. Namun kini setelah mereka berdua dewasa dan dengan bertambahnya tugas sekolah membuat kedua putraku agak sedikit minta tambahan perhatian. Setelah saya tanyakan ke ibunya teman-teman kedua putraku ternyata sama saja.

Jadi bisa disimpulkan pada saat anak-anak masih kecil-kecil belum terlalu banyak problem ditemani bermain dan dibacakan dongeng saja sudah cukup. Setelah makan kenyang biasanya sudah tidak rewel lagi. Namun ketika mereka dewasa sebagai orangtua harus siap menjadi teman seperjuangannya. Berjuang untuk bisa. Karena beban sekolah, pergaulan serta lingkungan tak luput pula perkembangan tehnologi yang sedemikian pesat mengakibatkan timbulnya tekanan kejiwaan tersendiri sehingga pada suatu saat mereka memerlukan perhatian yang lebih besar.

Pada saat kedua anak saya masih kecil, hampir setiap ada waktu luang kami selalu mengadakan perjalan keluar kota bukan hanya di Madiun dan Kediri namun bisa ke Jogya. Menikmati suasana jalan Malioboro di waktu malam memberi kesan tersendiri kita cari penginapan di daerah Jl. Dagen biar tidak terlalu jauh dari Malioboro. Menikmati malam di kota Solo bahkan di daerah Malang atau Sarangan sangat menyenangkan bisa membuat perasaan damai dan bahagia.

Sekarang … pada saat kedua putraku dewasa. Boro-boro ke Jogya atau ke Surabaya, ke Kediri atau ke Madiun buat belanja buku saja susah ngatur jadwalnya. Padahal saya paling tidak suka pergi tanpa anak-anak. Waktu kecil kalau terpaksa harus bepergian sendiri dengan kedua putraku satu gendong depan satu gendong belakang. Atau satu ada di depan dan satu gonceng di belakang jika kami bersepeda onthel keliling kota.
Liburan semester inipun terpaksa saya sendiri mengawal ke dua putraku ke Bandung dan Jakarta mengikuti rombongan Study Wisata sekolahnya tanpa bapaknya anak-anak. Semoga dari Jakarta kami bisa memisahkan diri sehingga sempat melakukan perjalanan wisata sendiri. Amin.

Sekarang kami, saya dan suami harus mulai siap-siap ditinggalkan anak-anak, semester depan Dita sudah mulai kuliah dua tahun berikutnya adiknya menyusul. Belajar kemana-mana hanya berdua. Rumah kami yang luas ini pasti akan terasa sepi sekali. Tidak ada yang berteriak, “Bak buk bak buk” dan tidak ada yang bernyanyi “Ibuku Sayang Ibuku Malang” lagi.

Reaksi:

9 komentar:

  1. Selamat hari ibu--meski telat ngucapinnya ;)

    BalasHapus
  2. duh, kesibukan mbak pus tak terbayangkan deh.
    anak-anak mesti merasa kehilangan sekali bila harus berjauhan dengan ibundanya.

    selamat hari ibu, mbak puspita. semoga semangat perjuangan wanita terus melingkupi diri mbak puspita dan semua wanita indonesia, demi generasi berikut yang lebih baik.

    BalasHapus
  3. Kok sama Mbak...
    Anak saya yang jauh lebih besar juga masih selalu Bak-buk-bak-buk...
    (bukan bag-bug-bag-bug)
    Padahal yg kecil sudah mahasiswa.
    Tapi ada untungnya buat saya...
    Kalau Pak-pek-pak pek, sayalah yg kerepotan...

    BalasHapus
  4. makin terasa benar betapa besarnya jasa seorang ibu. namun, tak pernah meminta balasan apa pun kepada putra-putri tercinta. selamat hari ibu, bu pita. dirgahayu ibu indonesia.

    BalasHapus
  5. Hhmm..Ternyata anak2nya sudah segede saya ya Bund (mendadak tidak manggil Mbak Lagi) :)

    HHmm..Indahnya hidup, bermakna jika mereka kadang sudah agak jauh dari kita,,,

    Namun aku yakin, Cintanya kepada Bunda tidak akan pernah terkikis oleh jarak dan waktu :)

    Salam semangat selalu

    BalasHapus
  6. sEMOGA hARI IBU BISA KITA rAYAKAN SETIAP WAKTU..SALAM

    BalasHapus
  7. @Fery; terima kasih. Semoga Allah membalas kebaikanmu Amin.

    @Marshmallow; semoga wanita-wanita Indonesia mampu mengembangkan potensi putra-putrinya. Amin. Terima kasih kunjungannya.

    @Sawali Tuhusetya; Terima kasih motivasinya.

    @Bocah Bancar; terima kasih semangatnya.

    @bayuputrobio; Amin. semoga.

    BalasHapus
  8. Meski agak telat
    Selamat hari ibu buat para ibu dan calon ibu.. kasih sayangmu tak hilang sepanjang masa..
    Semoga Allah membalas semua pengorbananmu….. I love you Mother

    BalasHapus