Posting Terbaru

Rabu, 02 Desember 2009

Setiap Individu Dilahirkan Genius.

Setiap orang manusia saat di lahirkan memiliki sekitar 100 miliar sel otak aktif dan 900 miliar otak sel otak pendukung. Total “modal’ kita mengarungi dunia adalah sekitar I triliun sel otak. Tuhan Maha Adil dan Maha Penyayang. Semua anak manusia dibekali dengan jumlah sel otak yang sama, Tidak ada diskon dan tidak bonus. Subhanallah.
Mari kita coba bandingkan dengan; siput yang hanya memiliki 8 sel otak, lebah 7000 sel, lalat buah 100.000 sel, tikus 5.000.000 sel dan monyet 10.000.000 sel otak. Hewan-hewan ini , dengan jumlah sel otak yang jauh di bawah sel otak manusia, ternyata menunjukkan kecerdasan yang luar biasa.
Contohnya lebah. Hanya dengan bekal 7.000 sel otak, mampu mencari madu, tidak perlu menggunakan peta atau kompas, mengerti hierarki tugas dan tanggung jawab, dan dapat hidup akur dalam satu koloni. Luar biasa bukan?. Bagaimana dengan manusia?.
Selama ini ilmu akan modal kecerdasan ini jarang sekali dibahas. Sehingga masih banyak orangtua maupun guru dan masyarakat yang hanya memandang kecerdasan dari nilai akademik yang di dapatkan, sehingga nilai perjuangan dan nilai proses diabaikan. Akibatnya, hasil atau produk pendidikan di Indonesia tidak dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja.
Bahkan ada beberapa pendapat yang menyatakan
Kemana larinya potensi manusia?.
Saya baru saya dapat pembelajarannya. Minggu ini kedua perusahaan tempat kedua kelompok siswa Prakerin membuat pernyataan yang sama. Mereka minta dikirim siswa terbaik kami. Saya sempat terkesima, terpaku dan termangu. Kedua kelompok siswa di bawah bimbinganku kali ini merupakan siswa dengan prestasi akademik baik. namun ternyata di lapangan atau di dunia kerja sangat jauh berbeda.
Beberapa angkatan sebelumnya tidak terlalu banyak complain, kalaupun ada karena memang mereka memiliki prestasi akademik yang tidak terlalu baik, jadi saya bisa menerima jika pihak perusahaan mengeluh. Namun dua kali rombongan prakerin kali ini beberapa yang mendapatkan complain adalah anak-anak dengan prestasi akademik baik bahkan terbaik.
Saya hanya bisa mawas diri, berarti masih banyak yang harus kami perbaiki dalam proses belajar mengajar di sekolah. Seringkali dilapangan kami kurang menghargai proses karena dikejar deadline kurikulum, sehingga nilai perjuangan siswa terabaikan.
Perlunya ruang gerak yang lebih luas untuk menumbuhkan potensi siswa. Namun apa daya ruang yang ada sangatlah terbatas. Disinilah letak tantangannya. Menjadi guru atau orangtua yang baik memang tidaklah mudah. Memerdekakan potensi individu memang memerlukan perjuangan tersendiri.

Adakah di antara pembaca yang mau membantu saya?. Saya tunggu bala bantuannya.

Reaksi:

16 komentar:

  1. Kemarin2 tiap mau komentar ke sini nggak bisa Mbak, tapi Alhamdulillah sekarang sudah bisa.
    Saya nggak tau sebabnya

    BalasHapus
  2. Masih dalam perbaikan. Permasalhannya kemungkinan karena templatenya tidak cocok dengan blogspot.

    BalasHapus
  3. salam kenal bu guru..

    tidak ingin hanya numpang lewat bu..hehe
    masalah hardskill atau softskill bu? bisa jadi karena kurangnya kemampuan siswa2 dalam berkomunikasi, masalah kepemimpinan, making decision, dll.. Semua memang jarang diajarkan di sekolah. Kerasa banget waktu masih saya masih sekolah di smada ngk dulu. kita hanya dijadikan objek, bukan diajari pula sebagai subjek pendidikan.

    Saya pernah terpikir bagaimana di sekolah2 sering mengadakan pelajaran kapita selecta, dengan mendatangkan alumni2nya yang berprestasi di dunia kerja atau wirausaha, memotivasi mereka, dan tentu saja pasti ada berbagi tips..

    makasih bu numpang corat-coretnya.. moga beramanfaat..

    BalasHapus
  4. loh, koemnku kok kndak muncul, bu, padahal dah coba komen sejak kemarin lusa loh, hehe ...

    BalasHapus
  5. Bisa dikomentarikah?

    gmana bu templatenya, kalau belum bagus, bisa kok dicarikan lagi.. :)

    BalasHapus
  6. Bu cpet Liat Blog ku . Mna yg ibu tulis

    BalasHapus
  7. thank bu kunjunganya. q ckrang ambil paketan 6 ribu

    BalasHapus
  8. makasih ya udah mau ngasih koment di blog saya!!!!!!!! =)

    BalasHapus
  9. @Pak Sawali' maaf pak masih terus diperbaiki. Terima kasih kunjungannya.

    @munirudin; semoga semakin giat ngeblognya. Amin.

    @Momo; terima kasih kembali.

    BalasHapus
  10. Mohon maaf mbak, baru sempat mampir...

    BalasHapus
  11. Kita terkadang sudah memberikan materi secara maksimal, namun ternyata hasilnya dilapangan tidaklah seperti yang diharapkan....
    Saya juga terkadang menemukan masalah seperti itu mbak.

    BalasHapus
  12. Sama sama Pak Iwan. saja juga sudah lama tidak blogwalking.

    Saya baru belajar mencatat permasalahan siswa dan berjuang mencari solusinya.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  13. saya setuju dengan bu puspita memang setiap individu memiliki keistimewaan masing-masing

    BalasHapus
  14. Hareus setuju. Seiap anak dilahirkan special. tidak ada seorangpun dilahirkan tidak memiliki kelebihan.

    BalasHapus