Posting Terbaru

Senin, 28 Desember 2009

Bejo Menunggu Kesempatan

Suatu pagi yang cerah Bejo duduk-duduk bermalas-malasan di gardu desa. Walaupun seluruh penduduk desa sibuk bercocok tanam di sawah, para pengrajin mebel sudah mulai sibuk bekerja bahkan sebagian besar sudah mulai mengantarkan hasil produksinya ke pasar, ibu-ibu selesai memasak dan bersih-bersih rumah. Kemudian lewatlah Wak Haji yang baru saja pulang dari menjual dagangannya. Wak Haji keheranan melihat tingkah polah Bejo.



Wak Haji menghampiri dan bertanya, “Jo, pagi begitu langit sangat cerah. Semua orang sibuk bekerja, tapi mengapa engkau hanya tidur-tiduran di sini?”
Sambil memincingkan mata , bejo menjawab dengan malas-malasan, “Saya sedang menunggu kesempatan.”

Mendengar jawaban Bejo, Wak Haji keheranan, “Apakah kamu tahu seperti apa bentuk kesempatan yang sedang kamu tunggu itu?”

Bejo menggelengkan kepala. “Kata orang, aku harus menunggu kesempatan datang, baru kemudian nasibku bisa berubah menjadi baik. Lalu aku bisa kaya, bisa sukses, bisa memiliki apa saja yang aku mau. Karena itulah aku dengan sabar menunggu kesempatan datang di sini,” jelas Bejo ogah-ogahan.

“Bentuknya saja kamu tidak tahu, buat apa kamu tunggu?. Lebih baik , ayo ikut membantu aku melakukan hal-hal yang berguna. Kelak nasibmu akan lebih baik jika mau mengikuti jejakku.” Bujuk Wak Haji.

“Sudah Wak, aku mau tidur mau menunggu nasib baik.” Jawab Bejo dengan kesal.

Begitu banyak orang yang terperangkap oleh anggapan keliru seperti Bejo, jika kita sedang beruntung maka kesempatan baik akan datang dengan sendirinya. Sementara jika kesempatan baik tidak kunjung datang, akhirnya kita hanya menunggu, dan terus menunggu.

Mindset (pola pikir) seperti itu sudah ketinggalan jaman dan bahkan menyesatkan. Terbukti, di sekitar kita terdapat Bejo-Bejo yang lain yang tidak pernah dihampiri kesempatan. Kalaupun kesempatan datang mereka tidak mengenalinya dan akhirnya malah terlewatkan.

Kadangkala, kesempatan itu pada awalnya tampak sepele sekali. Tapi janganlah kita meremehkan sekecil apapun kesempatan itu. Pencapaian besar justru diawali dari kesempatan-kesempatan kecil, yang umumnya dilewatkan banyak orang.

Semoga kita semua termasuk orang yang beruntung, berhasil memanfaatkan kesempatan kecil kemudian mampu melakukan tindakan-tindakan yang tepat untuk mendapatkan manfaat terbesar. Amin.

Reaksi:

26 komentar:

  1. Temanku pernah bilang...
    Kerjakan apa yang dapat engkau kerjakan saat ini dengan sebaik mungkin...rejeki, kenaikan jabatan, pangkat dan kesempatan adalah bonus karena kita telah bekerja dengan baik...

    BalasHapus
  2. @mbak Ratna; benar mbak, saya nulis artikel ini teinspirasi oleh lingkungan. Banyak pengacara (pengangguran banyak acara. Terima kasih.

    BalasHapus
  3. jika menanti kesempatan datang, bisa jadi kesempatan terlewatkan begitu saja tanpa disadari

    BalasHapus
  4. Kita sering mendapat kesempatan namun sering terlambat untuk memanfaatkannya secara maksimal.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  5. dalam hidup ini, kesempatan bukan datang secara kebetulan tapi karna usaha yg kita lakukan dan ingat kesempatan itu datangnya hanya sekali, so jangan pernah sia-siakan kesempatan yg datang

    BalasHapus
  6. saia seperti pernah denger cerita seperti itu.. :)

    tapi terimakasih saudah memberi semangat saia.. :)

    BalasHapus
  7. Waktu luang itulah kesempatan..... :)

    BalasHapus
  8. setuju, mbak.
    menurut saya kesempatan itu sebaiknya diciptakan, bukan ditunggu.

    BalasHapus
  9. Setuju bgt pada komennya edratna.
    kebanyakan orang sekarang motivasinya cari kedudukan, kekayaan, ya memang tidak salah juga. tapi menghasilkan anak tiri keserakahan juga akhirnya.

    BalasHapus
  10. sama sperti Hasrul, saia juga pernah 'sedikit' tau dengan cerita macam ini ;)

    Moga tulisan ini menginspirasi banyak orang :)

    BalasHapus
  11. harus dicari dan membuat kesempatan ya bos

    BalasHapus
  12. apa pun pekerjaannya asalkan Halal lebih baik bekerja asalkan dapat makan 3 x sehari... hee salam...

    BalasHapus
  13. kalau dilihat namanya, bejo itu termasuk orang yang selalu menemukan keberuntungan, loh, bu pita, hehe ... tapi kenapa dia kok masih saja selalu menunggu kesempatan?

    BalasHapus
  14. Hanya Bejolah yang dekat dengan kesempatan...
    Di Indonesia saat ini, yang namanya kesempatan demikian langka...

    BalasHapus
  15. @Kang Sugeng; iya Kang nanti saya beritahu Bejo supaya menjemput kesempatan bukannya menunggu. Terima kasih.

    @demoffy; memang ada di gardu-gardu desa. Kalau lagi iseng yang saya ajak bicara dan wawancara.

    @nahdhi; nanti saya beritahu bejo tentang hal ini. Matur nuwun.

    @Masmallow; setuju Uni mari kita bersemangat menciptakan kesempatan.

    @alfaromablawa; semoga keserakahan semakin berkurang di tahun 2010.

    @Fery; ya semoga menginspirasi banyak orang.

    @Suwung; yang mas kita ciptakan kesempatan jangan menunggu kesempatan.

    @Bayuputrabio; salam kembali. Semoga berhasil.

    @Sawali Tuhusetya; nanti saya beritahu makna nama pemberian orangtuanya.

    @Marsudiyanto; semoga di tahun 2010 semakin banyak tersedia kesempatan di Indonesia. Amin.

    BalasHapus
  16. Sentilanna mengena, bu :)
    Langkah besar dimulai dengan langkah-langkah kecil yah, bu..Dan tidak ada keberhasilan yang besar tanpa langkah-langkah kecil..

    BalasHapus
  17. @mbak Fety; terima kasih mbak Fety.

    @munirudin; selamat bergabung dan berkarya lagi.

    BalasHapus
  18. sukses= kesempatan+persiapan+keberuntungan.
    bejo artinya beruntung, tp mas bejo tidak pernah melakukan persiapan jd sukses tidak akan pernah tercipta..

    BalasHapus
  19. bu puspita saya buat blog lagi.blog yang lam tidak dapat di buka.soalnya lama ndak saya kunjungi...........!!!!!!! oya bu ini alamat FB saya aguss882@gmail.com. kunjungi ya bu!!!!!!!!

    BalasHapus
  20. wah arikelnya bagus yaw...

    BalasHapus
  21. emang bener sih
    kebanyakan dari kita sendiri
    sama seperti bejo

    BalasHapus
  22. wah artikel dari mbak nambah
    wa2san saya
    harusnya qta jangan kya bejo

    BalasHapus
  23. terkadang kesempatan sudah ada
    di depan mata
    namun tanpa sadar
    qta telah melewatkan nya
    dengan alasan itu bukan kesempatan saya

    BalasHapus