Posting Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Artikel edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel edukasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2011

Setiap Anak butuh Dukungan

Di rumah saya banyak belajar pada kedua anak saya, Dita dan Kresna. Meskipun mereka berdua sudah kami latih mendiri sejak kecil, namun ternyata kadangkala mereka masih memerlukan dukungan dari kami dalam memutuskan suatu masalah yang seharusnya bisa mereka putuskan sendiri. Padahal mereka sudah kami  anggap dewasa.
                Begitu juga siswa kami di sekolah. Bahkan alumni juga sering meminta dukungan pada saat mereka ingin memutuskan untuk membangun usaha, memilih jurusan pada saat mau kuliah, dan sebagainya. Terutama anak-anak yang telah ditinggalkan ibunya sejak kecil.

Jumat, 19 Agustus 2011

You’ re not my teacher. You don’t even believe me

Kepercayaan yang diberikan guru merupakan modal awal bagi peserta didik untuk yakin bahwa dia mampu. Dari rasa percaya itu, seorang peserta didik akan membangun keyakinan diri bahwa dirinya mampu untuk berbuat yang lebih baik.
Pernah nonton film Disney berjudul “Kungfu Panda ?. ceritanya adalah tentang panda gendut bernama “Po” yang bermimpi menjadi ahli kungfu. Tentu saja semua orang mentertawakan. Kita semua tahu seorang ahli kungfu harus menguasai tehnik-tehnik kungfu yang mementingkan kelenturan dan kecepatan. Sedangkan Po hanyalah seekor panda yang gemuk dan lamban. Bahkan ayahnya sendiri pada dasarnya lebih suka apabila Po meneruskan usaha warung bakminya yang terkenal. Sampai suatu hari keajaiban takdir membuat Po terpilih sebagai Dragon Warrior dan wajib mengikuti latihan kungfu di bawah asuhan Master Shifu.

Rabu, 17 Agustus 2011

Standing Applause


Sudah lama saya  berjuang untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Berbagai strategi dan metode sudah saya coba. Namun saya masih sering merasa gagal. Meskipun begitu saya tidak pernah berhenti untuk berusaha membuat kegiatan belajar menjadi menyenangkan, apalagi mata pelajaran yang menjadi tanggung jawab saya merupakan materi pelajaran yang sering dianggap sulit, yaitu fisika.
                Hampir setahun saya mendapat kepercayaan untuk mengelola PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kusuma Bangsa, dari sini saya banyak belajar. Salah satunya adalah metode standing applause. Setiap kali selesai kegiatan pembukaan, bernyanyi dan menari dalam lingkaran. Sebelum masuk pada kegiatan inti, seperti biasa guru pendamping memberi kesempatan peserta didik untuk menari atau menari di tengah-tengah lingkaran, dalam upaya melatih keberanian peserta didik. Senang sekali hampir setiap hari semua peserta didik berusaha untuk maju ke tengah lingkaran, baik menari maupun menari. Setelah selesai guru pendamping mengajak peserta didik melakukan standing applause. Semua peserta didik bertepuk tangan dengan gembira. Bahagia sekali melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah seluruh peserta didik. 

Sabtu, 11 Juni 2011

Seputar Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional


Nilai Ujian Nasional rendah. Benarkah anak tersebut bodoh? Bagimana dengan  mereka yang nilai Ujian Nasionalnya bagus? Apakah dia pandai? Jawabnya ada pada saat proses pembelajaran berlangsung. Sudah lebih dari dua puluh tahun saya mengamati perkembangan siswa di sekolah. Rata-rata NUN yang masuk ke sekolah kami termasuk tinggi, namanya juga sekolah negeri. Sekolah favorit di kecamatan Kertosono. Jumlah pendaftar biasanya tiga kali lipat dari jumlah siswa yang diterima.
Dengan berjalannya waktu, apa yang terjadi? Dari tahun ke tahun selalu ada kasus siswa masuk dengan nilai NUN (Nilai Ujian Nasional) SMP tinggi namun pada saat Proses Belajar Mengajar (KBM) ketahuan aslinya. Kalau ditanya, dengan entengnya mereka menjawab, “Biasa bu,  waktu ujian saya diapit siswa terpandai di sekolah kami. Dan tanpa berpikir, saya tinggal copy paste”. Jawab siswa tanpa perasaan bersalah dan tanpa beban. Bahkan tanpa tanggung jawab.

Selasa, 07 Juni 2011

Menemani Anak Menyelesaikan Konflik Pribadi

Cara yang digunakan oleh pribadi untuk bergaul adalah urusan mereka. Jika anak Anda mengalami kesulitan bergaul dengan temannya, maka hubungan yang buruk diantara keduanya adalah masalah mereka. Bukan masalah Anda, sebagai orangtuanya.
Suatu hari Nina mengeluhkan perlakuan tidak adil yang diterimanya dari seorang guru. Pada awalnya dia berharap bantuan kedua orangtuanya untuk membantunya menghadapi guru di sekolah. Namun kedua orangtua Nina sangat bijaksana. Mereka bersifat netral di dalam perselisihan yang dihadapi putrinya. Mereka hanya melakukan diskusi kecil atau rapat kecil di rumah untuk membahas masalah yang dihadapi Nina. Kedua orangtua Nina hanya memberi saran perilaku yang bisa dilakukan Nina untuk memperbaiki permasalahan yang sedang dia hadapi. Semuanya dikembalikan kepada Nina.

Minggu, 05 Juni 2011

Keluarga Yang Utuh Membuat Anak Bahagia


Keluarga yang utuh, terdiri dari ayah dan ibu, ternyata menjadi aspek yang paling berpengaruh pada perkembangan emosional anak. Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang utuh dan secara teratur melewatkan makan malam bersama merasa lebih bahagia dengan hidupnya. Benarkah?
Saya coba meneliti pada beberapa siswa yang mengalami masalah di sekolah. Salah satunya Madya. Seorang yang miliki fisik dan penampilan prima. Namun sayang sekali dia selalu membuat masalah di sekolah. Ada saja masalah yang dibuatnya di sekolah; terlambat masuk sekolah, terlambat masuk kelas, bolos sekolah, merokok di sekolah, malas dan selalu bersikap apatis terhadap semua mata pelajaran.

Sabtu, 21 Mei 2011

Bermain Peran Salah Satu Upaya Mengubah Perilaku Buruk Anak

Dimasa lalu, anak-anak lebih suka bermain dengan teman dibandingkan duduk manis di depan televisi. Namun kini keadaan sudah berubah. Begitu juga dengan kebiasaan anak-anak. Akibatnya perilaku anak-anak sekarang juga banyak berubah. Lebih banyak meniru kebiasaan buruk tayangan televisi. Apabila orangtua tidak segera pengambil peran aktif dalam pengasuhan tumbuh kembang anak akan berakibat tidak baik di masa remaja dan dewasa mereka.
                Dina, tetangga dekat rumah. Usianya masih balita. Namun dia  memiliki perilaku kasar, suka membentak, cengeng, semaunya sendiri, dan masih banyak yang lainnya. Beberapa waktu yang lalu saya menyempatkan diri berkunjung ke rumahnya. Ternyata Dina lebih banyak mengkonsumsi siaran televisi dibandingkan bermain dengan teman-temannya.

Rabu, 04 Mei 2011

Setiap Pilihan Selalu Mengandung Konsekuensi


Ketika memutuskan untuk memilih tentu kita memiliki alasan yang membuat kita berpikir bahwa jalan hidup itulah yang paling kita inginkan. Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing.
                Tidak biasanya Dika dkk berbondng-bondong ke perpustakaan. Saya pikir mereka mau pinjam buku, ternyata mereka hanya menginginkan curhat masalah lomba band di SMAPAD. Ternyata keinginan mereka ada kendala. Hampir selama 15 menit mereka bergantian mengeluarkan isi hati mereka. Setelah emosi mereka reda, saya baru mulai bicara sambil tersenyum tentunya.

Sabtu, 23 April 2011

Pujian Secara Verbal yang Menyesatkan


Salah satu strategi yang biasa dilakukan guru untuk meningkatkan kepuasan peserta didik adalah melakukan pujian secara verbal. Pujian yang sering diucapkan guru, misalnya: “Bagus”, “Tepat sekali”, “Benar, lanjutkan”, “Indah sekali”, “Tepat, teruskan” dan masih banyak lagi yang lainnya.
                Namun tanpa disadari, guru sering memberikan pujian yang berbahaya, karena justru menimbulkan permasalahan bagi peserta didik. 

Jumat, 22 April 2011

Percakapan Singkat Mampu Memperkuat Pemahaman Siswa akan Dirinya


Rasanya mustahil. Namun fakta ini bukan sulap bukan pula sihir. Saya dulu juga tidak pernah mempercayai pendapat ini, “Percakapan yang sangat singkat memiliki tenaga untuk mengikis atau memperkuat pemahaman seseorang atas dirinya(Adler, 1988)
                Kini di era global, era internet dimana jarak bukan lagi menjadi penghalang. Seorang guru bisa belajar banyak pada para alumni yang telah meninggalkan sekolah selama bertahun-tahun bahkan pulau dan benua telah memisahkan mereka berdua. Ahmat sudah lama lulus dari sekolah, dia telah meraih sukses di negeri orang bahkan telah mampu menjelajahi beberapa negara dan benua. Sementara gurunya masih tetap tinggal dikota yang sama dan belum pernah sekalipun berkunjung ke negeri orang.

Kamis, 21 April 2011

Pair Checks Salah Satu Upaya Mengatasi Siswa Berlagak Boosy


Banyak peserta didik mengalami kesulitan berbagi. Keadaan ini memunculkan berbagai masalah selama kegiatan kooperatif. Contoh: Widi salah satu siswa kelas X suka berlagak boosy terhadap peserta didik lain, tidak mau berhenti bicara, suka membentak teman, atau suka mendominasi mengerjakan tugas kelompok, hal ini terjadi karena Widi memiliki kelemahan, yaitu tidak mampu berbagi.
Peserta didik yang mendominasi kegiatan kelompok seringkali melakukannya dengan sengaja dan tidak mengerti efek perilakunya pada orang lain atau pada pekerjaan kelompoknya. Widi perlu belajar tentang nilai berbagi dan tata cara mengekang perilaku dominatifnya.

Rabu, 20 April 2011

Toleransi Terhadap Kesalahan Peserta Didik


Peserta didik, secara umum adalah pribadi yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman relatif lebih sedikit daripada gurunya. Adalah wajar jika peserta didik menunjukkan kekurangan maupun keterbatasan dalam pembelajaran. Dalam menghadapi kesalahan yang dilakukan peserta didik, harusnya menjadi informasi penting bagi guru untuk memilih metode maupun trategi yang tepat agar kesalahan yang sama tidak terjadi dikemudian hari.

Rabu, 30 Maret 2011

Kursus Fisika Gratis Pada Binatang


Percaya nggak bahwa hewan‐hewan disekitar kita banyak menggunakan fisika?

1.       Burung bisa terbang
Burung mempunyai sayap yang didesain secara sempurna, cocok untuk terbang. Bentuk sayap yang melengkung bersifat aerodinamis membuat udara dapat mengalir dengan lebih cepat di permukaan atas sehingga terjadi perbedaan tekanan udara antara sayap atas dan sayap bawah. Perbedaan tekanan udara ini
mampu mengatasi gaya tarik gravitasi sehingga burung dapat terbang dengan mulus.

2.      Burung yang bertengger di atas kawat listrik tetapi tidak tersetrum
Kedua kaki burung rupanya menginjak kawat yang bertegangan tinggi hampir bersamaan sehingga hampir tidak ada beda potensial yang melewati burung, akibatnya arus yang mengalir ke tubuh burung kecil sekali. Hasilnya, Burung tidak menderita apa‐apa.

Selasa, 29 Maret 2011

Melatih Anak Menjadi Pemimpin


Siswa/Anak Anda memiliki bakat mempimpin? Mari kita perhatikan perilaku keseharian mereka. Perhatikan, apakah ia selalu "mengatur" teman-temannya mengenai permainan apa yang akan dilakukan? Apakah teman-temannya dengan sukarela mengikuti kemauannya? Begitu juga pada waktu kerja kelompok di dalam kegiatan pembelajaran.
            Tanggung jawab pendidikan memang bukan hanya merupakan tanggung jawab guru di sekolah namun pada dasarnya orangtua memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Oleh karena itu, sudah waktunya guru dan orangtua bekerja sama dalam membangun karakter seorang anak.

Selasa, 01 Maret 2011

Modalitas Belajar Peserta Didik



                Modalitas belajar adalah cara informasi masuk ke dalam otak  melalui indra yang kita miliki.
Tiga macam modalitas belajar peserta didik:
a.       Auditory              : modalitas ini mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal lain yang terkait.
b.      Visual                   : modalitas ini mengakses citra visual, warna, gambar, catatan, tabel diagram, grafik, serta peta pikiran, dan hal-hal lain yang terkait.
c.       Kinestetik           : modalitas ini mengakses segala jenis gerak, aktifitas tubuh, emosi, koordinasi, dan hal-hal lain yang terkait.

Selasa, 22 Februari 2011

Belajar Pada Unggas Upaya Menumbuhkan Sinergi pada Kegiatan Belajar Kooperatif


Pagi itu suasana belajar di kelas X TM2 berbeda dengan suasana belajar pada hari-hari biasa. Apa sebenarnya yang telah terjadi sebelumnya sehingga suasana belajar kooperatif di kelas XTM2 sangat kondusif. Ternyata minggu sebelumnya Guru menjelaskan pentingnya bersinergi dengan teman pada kegiatan belajar berkelompok atau kooperatif dengan mengajak peserta didik mengamati gambar formasi terbang sekawanan burung.
                Mari kita amati sekawanan burung yang sedang terbang di langit. Dalam sebuah buku disebutkan bahwa sekawanan unggas (termasuk burung) selalu membentuk formasi huruf “V” jika terbang berkelompok. Mengapa demikian? Ternyata ada rahasia besar di balik semua itu.

Sabtu, 19 Februari 2011

Grafologis


Grafologis merupakan sebuah profesi yang masih langka di Indonesia. Tugas seorang grafologis adalah menganalisis kepribadian atau masalah yang dialami seseorang dari coretan tangannya, baik tulisan maupun gambar. Analisa tulisan tangan mampu menilai seseorang berdasarkan tiga faktor, yaitu potensi dasar seseorang yang terlihat dari tulisan tangan, bagaimana potensi itu dikeluarkan, dan bagaimana reaksi orang itu ketika berada di bawah tekanan. Anda seorang guru, apabila memiliki kesempatan mengamati tulisan siswa, pasti ada perbedaan tulisan siswa dalam keadaan santai dan  tulisan siswa pada saat berada dibawah tekanan.
Mengapa analisisnya lewat tulisan tangan? Karena proses kerja dan hasilnya lebih cepat diketahui. Bentuk tulisan tangan sebetulnya merupakan hasil print-out dari pola, cara atau format berpikir seseorang di alam bawah sadarnya. Sehingga banyak hal bisa diungkap dari situ. Tingkat keakuratan analisisnya, menurut sebagian grafologis, mencapai 90 persen. Namun, menurut Mitta Rosette Taufik seorang Grafologis asal Bogor, 70 - 80 persen saja sudah sangat bagus.

Kamis, 17 Februari 2011

Grafologi


Kali ini ibu ingin membahas grafologi.  Namanya juga guru, hari-harinya selalu diliputi kebahagiaan. Setiap hari mendapat banyak ilmu serta bisa belajar mengenai banyak hal. Bukan hanya sebatas mempersiapkan RPP dengan model pembelajaran, metode pembelajaran dan strategi pembelajaran yang beragam, namun juga memiliki kewajiban mempelajari karakter masing-masing peserta didik.
Grafologi adalah suatu ilmu yang didasarkan pada hubungan antara pikiran bawah sadar seseorang. Grafologi juga dapat digunakan sebagai alat uji karakter seseorang. Menurut Prof. Dr. John Nimpoeno, psikolog dan pakar grafologi di Kampus Paskasarjana Universitas Parahyangann Bandung, “Gerakan menulis jelas ada hubungannya dengan kondisi psikofisik seseorang”. Tulisan tangan mencerminkan keadaan kepribadian seseorang.

Rabu, 16 Februari 2011

Discovering Ability


Dalam Multiple Intelegences (MI) terdapat metode Discovering Ability, artinya proses menemukan kemampuan seseorang. Discovering Ability adalah aktifitas guru untuk menjelajahi kemampuan siswa pada saat hasil tes siswa tersebut di bawah standar ketuntasan. Metode ini menyakini bahwa setiap anak memiliki kecenderungan kecerdasan tertentu (Munif Chatib)
            Mungkin bagi sebagian guru belum pernah mendengar istilah ini. Namun ada juga yang telah memahami dan bahkan sudah pernah melaksanakannya dalam proses KBM di sekolah.

Senin, 14 Februari 2011

Anak Berbakat


Bukan hanya sebatas anak berkelainan perilaku yang perlu mendapatkan perhatian dari sekolah. Anak berbakat juga perlu mendapat perhatian yang serius dari sekolah. Keberbakatan dapat diartikan sebagai ciri-ciri universal khusus dan luar biasa yang dibawa sejak lahir, maupun interaksi dari pengaruh lingkungan (Semiawan, C, 1995).
                Menurut Milgram, R.M.(1991:10), anak berbakat adalah mereka yang mempunyai skor IQ 140 atau lebih diukur dengan Instrumen Stanford Binet (Terman, 1925), memiliki kreatifitas tinggi (Guilford, 1956) kemampuan memimpin dalam seni drama, seni musik, seni tari, dan seni rupa (Marland, 1972).