Posting Terbaru

Sabtu, 10 September 2011

Setiap Anak butuh Dukungan

Di rumah saya banyak belajar pada kedua anak saya, Dita dan Kresna. Meskipun mereka berdua sudah kami latih mendiri sejak kecil, namun ternyata kadangkala mereka masih memerlukan dukungan dari kami dalam memutuskan suatu masalah yang seharusnya bisa mereka putuskan sendiri. Padahal mereka sudah kami  anggap dewasa.
                Begitu juga siswa kami di sekolah. Bahkan alumni juga sering meminta dukungan pada saat mereka ingin memutuskan untuk membangun usaha, memilih jurusan pada saat mau kuliah, dan sebagainya. Terutama anak-anak yang telah ditinggalkan ibunya sejak kecil.
                Saya jadi teringat saran dari Bobbi de porter dalam bukunya “Quantum Teaching”. Saran-saran untuk membangun hubungan, antara lain:
  • Perlakukan siswa sebagai manusia sederajat.
  • Ketahuilah apa yang disukai siswa, cara pikir mereka, dan perasaan mereka mengenai hal-hal yang terjadi dalam kehidupan mereka.
  • Bayangkan apa yang mereka katakan kepada diri sendiri, mengenai diri sendiri.
  • Ketahuilah apa yang menghambat mereka memperoleh hal yang benar-benar mereka inginkan. Jika Anda tidak tahu tanyakanlah. 
  • Berbicaralah dengan jujur kepada mereka, dengan cara yang membuat mereka mendengarkannya dengan jelas dan halus.
  • Bersenang-senanglah bersama mereka.
Perlakukan siswa sebagai manusia sederajat. Anak-anak memerlukan dukungan untuk tumbuh dewasa. Perlakuan guru di sekolah sangat berpengaruh pada pertumbuhan emosinya pada saat proses mencari jati diri. Kepercayaan yang diberikan guru pada mereka mampu memaksimalkan potensi yang mereka miliki.
Ketahuilah apa yang disukai siswa, cara pikir mereka, dan perasaan mereka mengenai hal-hal yang terjadi dalam kehidupan mereka. Saya selalu memanfaatkan jam-jam kosong maupun jam-jam istirahat untuk berkomunikasi secara personal dengan siswa. Dan hal ini sangat bermanfaat sekali. Terutama berguna untuk memaksimalkan potensi peserta didik. Tugas saya sering kali hanya menjadi pendengar, mencatat dan mengingatkan pada saat diperlukan. Bahkan kadang mendokumentasikan kegiatan kami. Dan ternyata hal ini sangat kami perlukan pada saat mereka semua telah meninggalkan bangku sekolah. Dan Alhamdulillah saat ini semakin banyak guru yang berminat untuk mengadakan komunikasi personal dengan siswa, guna meningkatkan efektifitas belajar di dalam kelas.
Salah satunya Fery, sejak kelas X dia bercita-cita membuat novel. Meskipun waktu dan jarak telah memisahkan kami, namun komunikasi dan silaturahmi tidak pernah berhenti kami lakukan. Baik di dunia nyata maupun melalui dunia maya. Dan Alhamdulillah sebentar lagi novelnya terbit. Sejak kelas X idenya banyak sekali, ada saja pesanan buku yang dia butuhkan. Seringkali kami kewalahan mengabulkan semua permintaannya. Namun kami selalu berupaya untuk memenuhi pesanannya. Dia senang sekali. Hampir setiap hari dia ke perpustakaan sekolah. Membantu membuat majalah dinding, book talk, menyampul, dan lain sebagianya. Kami selalu merindukan kehadirannya setiap hari di perpustakaan sekolah.
Ketahuilah apa yang menghambat mereka memperoleh hal yang benar-benar mereka inginkan. Jika Anda tidak tahu tanyakanlah. Di SMK rata-rata peserta didiknya berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Sehingga banyak sekali hambatan yang dialami siswa untuk mewujudkan mimpi dan menggali potensi yang mereka miliki terutama kalau sudah berhubungan dengan dengan materi. Disinilah pentingnya peran guru untuk mendengarkan keinginan dan hambatan yang mereka alami dalam memperjuangkan keinginannya. Semampunya kita bekerja sama untuk mencarikan solusinya. Bahkan kadang kami (para guru) hanya mampu membantu sebatas berupa sebuah doa, namun mereka semua sudah sangat bahagia karena merasa mendapat dukungan.
Bersenang-senang bersama mereka (peserta didik), hal ini penting dilakukan. Mengapa demikian? Pengalaman masa sekolah akan dikenang sepanjang hidup mereka. Saya sudah membuktikannya, alumni masih mau datang bersilaturahmi ke rumah saya karena mereka selalu mengenang masa-masa bahagia di sekolah. Begitu juga anak-anak saya mereka selalu rajin bersilaturahmi ke rumah guru-gurunya setiap liburan karena mereka semua mengenang masa-masa bahagia di sekolah. Terutama mengenang dukungan yang diberikan guru-gurunya selama mereka bersekolah.
Semoga di masa depan semakin banyak anak-anak yang mengalami masa-masa bahagia  pada saat belajar di bangku sekolah. Karena apabila mereka memiliki kenangan manis pada saat muda (sekolah) saya yakin di masa dewasa mereka juga akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya. 

               

Reaksi:

7 komentar:

  1. Bu Puspita, gmana kabarnya?

    Bu, saya salut sama semangatnya Fery...

    semoga sukses utk Fery dan kawan2...

    tentang bagaimana memperlakukan anak didik, sepertinya yg saya ingat dari jaman saya sekolah adalah bahwa, guru itu galak!
    sepertinya bersenang2 bersama murid ini yg langka ya Bu...

    BalasHapus
  2. @Lyliana Thia;
    Alhamdulillah kabar kami teramat sangat baik.

    Nanti saya sampaikan ke Fery.
    Terima kasih doa dan semangatnya untuk Fery dkk.

    Bernahkah guru itu galak? Kami di sekolah kerjaannya senang-senang, apalagi pada saat proses KBM ada-ada saja yang suka membuat onar. Namun semua itu membuat kami selalu merasa bahagia pada saat belajar. Waktu terasa cepat berlalu.

    BalasHapus
  3. Very interesting blog. A lot of blogs I see these days don't really provide anything that attract others, but I'm most definitely interested in this one. Just thought that I would post and let you know.

    BalasHapus
  4. very informative post for me as I am always looking for new content that can help me and my knowledge grow better.

    BalasHapus
  5. I can see that you possess a degree of expertise on this subject, I would like to hear much more from you on this subject matter – I have bookmarked this page and will return soon to hear additional about it.

    BalasHapus
  6. I will probably be back again to browse much more, many thanks for the data.

    BalasHapus