Posting Terbaru

Jumat, 19 Agustus 2011

You’ re not my teacher. You don’t even believe me

Kepercayaan yang diberikan guru merupakan modal awal bagi peserta didik untuk yakin bahwa dia mampu. Dari rasa percaya itu, seorang peserta didik akan membangun keyakinan diri bahwa dirinya mampu untuk berbuat yang lebih baik.
Pernah nonton film Disney berjudul “Kungfu Panda ?. ceritanya adalah tentang panda gendut bernama “Po” yang bermimpi menjadi ahli kungfu. Tentu saja semua orang mentertawakan. Kita semua tahu seorang ahli kungfu harus menguasai tehnik-tehnik kungfu yang mementingkan kelenturan dan kecepatan. Sedangkan Po hanyalah seekor panda yang gemuk dan lamban. Bahkan ayahnya sendiri pada dasarnya lebih suka apabila Po meneruskan usaha warung bakminya yang terkenal. Sampai suatu hari keajaiban takdir membuat Po terpilih sebagai Dragon Warrior dan wajib mengikuti latihan kungfu di bawah asuhan Master Shifu.
                Saya mendapat pembelajaran dari kata-kata yang diucapkan Po pada Master Shifu, “You’ re not my teacher. You don’t even believe me”. Kata-kata Po mengingatkan saya pada siswa saya di sekolah, yang mungkin menyatakan hal yang sama,  dalam diam mereka.  Naudhubilah min dhalid. Amin.
                Mempercayai siswa memang tidak mudah. Beruntung sejak awal saya mengajar memiliki keyakinan, bahwa setiap siswa adalah special. Setiap siswa memiliki keistimewaan sendiri-sendiri. Dan setiap awal semester saya biasa menugasi siswa membangun impian. Mencatat dan sering membaca dan mengingatkan. Apabila ada siswa yang mulai melenceng sikapnya, tinggal mengingatkan akan tujuan hidupnya di masa depan dan Alhamdulillah. Saat ini banyak yang telah berhasil meraih mimpinya.
                Saya teringat pada Wiga siswa saya, yang saat ini telah berhasil menjadi manager dan trainer padahal dia baru sekitar 25 bulan lulus dari SMK. Saya dan temannya masih menyimpan foto-foto terakhir kami di sekolah tepatnya diperpustakaan. Bagaimana Wiga kecil ditertawakan teman-temannya waktu menyatakan cocoknya menjadi manager dan ingin naik pesawat gratis keliling Indonesia. Subhanallah Wiga bisa mewujudkan mimpinya. Dia sekarang sering keliling Indonesia menjadi trainer.
                Ternyata di dalam proses KBM yang dibutuhkan siswa amatlah sederhana, “Rasa Percaya” Namun inilah yang paling sulit diberikan.  Namun saya terus menerus berdoa supaya selalu memiliki kesempatan mempercayai keistimewaan setiap siswa yang saya ajar.  Alhamdulillah rasa itu selalu hadir di dalam jiwa saya setiap kali mau masuk ke dalam kelas untuk memulai proses KBM. Dengan harapan  saya selalu memiliki kesempatan memancarkan energi positif ke semua siswa. Sehingga membuat proses KBM menjadi menyenangkan dan waktu terasa cepat berlalu.
                Setiap kali saya bertemu Hadi Dariyanto, selalu teringat Po dalam film Kungfu Panda. Saya suka pada semangatnya untuk bisa. Anaknya bongsor kelebihan berat badan. Di kelas pada setiap pelajaran fisika selalu duduk di depan. Meskipun dia bukanlah termasuk anak yang cerdas namun semangatnya untuk bisa luar biasa.  Setiap kali mengerjakan latihan soal selalu berusaha supaya bisa, kalaupun kurang jelas pasti maju ke meja saya dan bertanya sampai sejelas-jelasnya. Kadang terkesan menjengkelkan namun saya bangga padanya. Setiap kali selesai mengerjakan satu soal dan benar jawabannya dia selalu melakukan standing applause sendiri tanpa peduli dengan sikap teman-temannya. Saya sering dibuat tertawa dengan sikapnya yang lugu dan jujur serta apa adanya.
                Hakim Afied beda lagi sikapnya dengan Hadi. Dia sedikit memerlukan waktu yang lebih lama setiap kali mengerjakan soal-soal latihan. Namun dia lebih teliti dalam setiap kegiatan praktikum, lebih hati-hati namun tidak lamban dalam bekerja. Saya suka pada kejujurannya. Meskipun sering terlambat mengerjakan tugas namun dia selalu berusaha untuk mengerjakannya sendiri. Tidak suka nyontek. Meskipun pekerjaan sering kurang rapi namun saya bangga padanya. Bangga pada usahanya
Ketika rasa percaya pada pesert didik sudah tertanam di benak seorang guru, maka:
  1. Guru lebih variatif dalam menentukan metode pembelajaran, karena yakin bahwa kepandaian setiap peserta didik berbeda-beda.
  2. Guru melihat siswa dengan optimis dan obyektif. yakin bahwa jika peserta didik yang lemah di satu bidang, maka pasti ada bidang lain yang dapat dikuasai.
  3. Guru menilai siswa tidak hanya berdasarkan nilai, namun berdasarrkan pengamatan yang menyeluruh.
  4. Guru kembali menyadari bahwa tugasnya tidak hanya mengajar, tapi juga menanamkan nilai-nilai, memupuk rasa percaya diri dan mampu membangun konsep diri positif. 
Ternyata yang dibutuhkan peserta didik sangatlah sederhana, hanya rasa percaya. kepercayaan yang diberikan guru, akan membangun keyakinan diri bahwa dirinya mampu untuk berbuat yang lebih baik lagi.

Reaksi:

14 komentar:

  1. jadi memang kita memerlukan tenaga pendidik yang benar2 keren ya :(

    BalasHapus
  2. @Merliza; seorang guru memang harus keren, kalau tidak keren ilmunya tidak laku. Salam kenal dan terima kasih kunjungannya.

    BalasHapus
  3. murid juga harus mengenali potensinya ya, dan tak malu2 menunjukkan pasti gurupun akan membimbing

    BalasHapus
  4. saya suka banget dengan gaya bu pita dalam mendekati anak2. simple tapi benar2 bermanfaat utk anak2. filosofi dalam kungfu panda pun bisa dijadikan sebagai rujukan. terus berinovasi, bu. salam sukses.

    BalasHapus
  5. Ya... memang guru menjadi salah satu penentu keberhasilan anak didiknya, dengan berbagai metode yang digunakannya dalam proses mendidik itu :))

    Salam

    BalasHapus
  6. setiap guru memang memiliki gaya sendiri-sendiri dalam mengajar, tetapi yang terpenting memang mengajar dengan memperhatikan karakteristik peserta didk yang kita hadapi. salu buat ibu.

    BalasHapus
  7. Ya Bu, kepercayaan diri anak-anak memang perlu terus ditumbuhkan dengan cara yang berbeda satu anak dengan anak yang lain. Mereka memang memiliki kekhususan.

    BalasHapus
  8. Proses mendidik adalah memanusiakan manusia, oleh sebab itu psikologi pendidikan juga sangat penting bagi seorang pendidik, bagaimana kontak psikis antara pendidik dan anak didiknya ....

    BalasHapus
  9. @Monda: benar. Menunumbukan konsep diri positif siswa memang tidak mudah namun tetap perlu diperjuangkan. terima kasih kunjungannya.

    @Sawali Tuhusetya: terima kasih motivasinya. Namanya juga guru pak kalau tidak inovatif, ilmunya tidak laku.

    @Erdien; benar mbak, peserta didik benar-benar memelukan dukungan, apalagi sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.

    @teguhsasmitosdp1; terima kasih pak. Sebagai guru setiap hari harus terus menerus mau belajar. Terima kasih motivasinya.

    @Sungkowoastro; inggih pak, saya banyak belajar dari Panjenengan.

    @Rubiyanto Sutrisno; benar mas Ruby, memanusiakan manusia. Psikologi benar-benar dibutuhkan oleh seorang guru.

    BalasHapus
  10. mampir menjelang lebaran :)

    minal aidin wal faidzin iia :) mohon maaf lahir dan batin :)

    BalasHapus
  11. saling percaya juga berpengaruh pada kedua belah pihak.....

    thanks bu. :D

    BalasHapus
  12. This is the precise weblog for anybody who needs to seek out out about this topic. You notice so much its almost arduous to argue with you. You positively put a brand new spin on a subject that's been written about for years. Nice stuff, simply nice!

    BalasHapus
  13. Thanks for sharing. I hope it will be helpful to many people that are searching for this topic. Keep posting guys and keep this forum a great place to learn things.

    BalasHapus
  14. A single point I just would like to say is the fact your Blog is so valuable for us.

    BalasHapus