Posting Terbaru

Jumat, 22 Oktober 2010

Anak-Anak Belajar Dari Melihat

Agak lama saya tidak menulis,  hal ini terjadi karena ada kesibukan di desa. Sejak tanggal 11 Oktober 2010 saya dipercaya oleh teman-teman pengurus PKK desa Payaman Kec Nganjuk, untuk mengelola PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Setelah sukses mengelola TK Pertiwi Payaman dan sekarang, mendapat tambahan tugas baru mengelola PAUD.
                Pada awalnya saya sempat menolak karena masih banyak teman-teman yang lebih bisa dipercaya serta lebih kompeten, namun akhirnya saya terima tugas baru ini dengan senang hati. Meskipun sempat bertanya-tanya, ada tujuan apa dibalik tugas ini? Namun keluarga kami sangat mendukung terutama anak sulung saya, Dita. Kedua anak kami sangat percaya, semakin banyak kami melakukan pelayanan pada masyarakat, mereka berdua semakin banyak mendapat kemudahan.
                Di desa, kami sering menjadi tempat curhat tetangga, begitu juga teman-teman diorganisasi maupun di sekolah. Teman-teman selalu memandang kedua anak saya, mereka berdua sangat sopan (menurut ukuran orang desa), tidak pernah menimbulkan masalah bahkan selalu berprestasi padahal begitu banyak kegiatan yang dijalani. Alhamdulillah, meskipun prestasi kedua anak kami sangat sederhana, namun apapun yang mereka inginkan  mereka mampu meraih.
                Kedua anak kami saling mendukung, saling berbagi semangat. Sejak kecil mereka tidak pernah bertengkar dan saling menghormati. Sementara putranya teman-teman maupun tetangga suka sekali bertengkar, kadang saya sendiri juga  heran. Mempermasalahkan  hal yang sepele.
                Dimana perlu kedua anak kami mau membantu tetangga, ketika ada waktu Kresna mau membantu membangun rumah tetangga, begitu juga Dita berusaha membantu sebisanya. Pada saat ada tetangga yang meninggal merekapun mau datang dan membantu. Di sekolah, Kresna senang sekali membantu teman-temannya mengasah ketrampilan di bidang IT maupun fotografi sedangkan Dita saat ini sibuk membantu di panti dan aktif di kegiatan kampusnya.
                Sejak kecil keduanya sering kami ajak melakukan kegiatan sosial baik di desa kami mapun di desa neneknya. Mungkin karena mereka sudah terbiasa bergaul dengan masyarakat, ketika dewasa tanpa disuruhpun mereka menjadi terbiasa membantu orang lain.
                Anak-anak memiliki sikap, pendapat dan kebiasaan yang dimiliki orangtuanya. Anak-anak cenderung meniru perilaku orangtuanya karena mereka memiliki keinginan kuat, bahkan hampir sejak lahir, untuk tumbuh seperti kedua orangtuanya.
                Anak-anak tidak hanya mengamati perilaku orangtuanya di rumah, melainkan mereka juga mengamati perilaku orangtuanya di luar rumah; pada saat antri di kasir swalayan, memesan makanan di restoran,  sikap kita kepada masyarakat sekitar, dan lain sebagianya. Jika Anda bersikap sopan, ramah dan sabar maka kemungkinan besar anakpun akan bersikap demikian pula. Jika orangtua bersikap kasar, tidak sopan, anak akan belajar bahwa itulah cara yang tepat untuk bersikap pada orang lain.
                Belajar melalui pengamatan akan terus berlanjut sepanjang masa kecil, remaja bahkan saat makin dewasa, anak-anak cenderung  tidak menirukan perilaku orangtuanya secara terang-terangan namun melakukannya secara diam-diam.
                Mendidik anak memang tidak mudah, namun sebagai orangtua kita harus mau belajar. Kami sering berbagi ilmu tumbuh kembang anak, baik di PKK maupun di Posyandu pada kegiatan BKB (Bina Keluarga Balita) bahkan dengan wali murid TK . Semoga kami memiliki waktu untuk berbagi ilmu tentang tumbuh kembang anak diantara wali murid PAUD. Amin.

Reaksi:

10 komentar:

  1. Wah...
    Tugasnya banyak dan padat ya Mbak...
    Semoga semua dijalani dengan nyaman.
    Berbagi ilmu bisa lewat jalur mana saja.
    Salam!

    BalasHapus
  2. Salut mbak atas keberhasilannya mendidik kedua putra putrinya. Rasanya keluarga mbak telah menjadi teladan bagi lingkungan sekitar ya..?
    Semoga dapat membawa kebaikan bagi yang lain ya.

    BalasHapus
  3. Wah, ternyata banyak juga kegiatan yg dijalani. Ortu adalah teladan bagi anak2nya. Untungnya selama ini kedua buah hati mbak telah mendapatkan contoh keteladanan dari kedua ortunya ya.

    BalasHapus
  4. @marsudiyanto; tidak padat juga, hanya Alhamdulillah mendapat kesempatan melakukan pelayanan kepada masyarakat. Alhamdulillah sangat enjoy.
    @catatan kecilku; Alhamdulillah, Allah selalu melindungi kami sekeluarga. Amin.
    @the others....;Kesempatan melayani masyarakat memang harus diminta pada Allah. Supaya mendapat banyak kemudahan. terima kasih motivasinya.

    BalasHapus
  5. makanya ada yg bilang, gak mudah membesarkan anak. selain melahirkan, harus bisa mengurus dg baik. mendidik ahlaknya juga dg benar

    BalasHapus
  6. mengurusi anak memang harus tlaten

    BalasHapus
  7. @Sang Cerpenis bercerita; Makanya buruan menikah ... dan segera punya momongan. he he he ...

    @riFFrizz; namanya juga anak-anak ya harus telaten. Mereka selalu mampu menimbulkan semangat dan kebahagiaan.

    BalasHapus
  8. Jadi ingat alm ibu saya...waktunya padat sekali untuk kegiatan sosial, padahal beliau juga mengajar di pagi hari. Memang, kami, anak-anaknya mendapatkan kemudahan jika mengurus segala sesuatu karena teman ibu banyak sekali. Dan memberikan ilmu serta pengalaman kita pada orang lain sangat baik mbak Puspita....
    Dan bersyukur punya putra putri yang mendukung

    BalasHapus
  9. Benar mbak Ratna, Alhamdulillah kedua anak saya selalu mendapat kemudahan, saya juga banyak belajar pada Panjenengan.

    BalasHapus
  10. semoga nanti anak sya jg jd anak yg berprestasi dan baik akhlaknya..Amin

    BalasHapus