Posting Terbaru

Minggu, 22 Maret 2009

BELAJARLAH PADA TIKUS


Jangan anggap remeh binatang pengerat yang satu ini. Meskipun kita seringkali merasa geli melihatnya, akan tetapi ada kelebihan tikus yang perlu kita pelajari sebagai bekal mengarungi kehidupan ini.
‘Spencer Johnson’ menjadikan tikus sebagi inspiratornya. Beliau menulis buku yang berjudul Who Moves My Cheese. Dalam buku tersebut beliau menceritakan pada prinsipnya manusia adalah makluk yang terlah terprogram oleh rutinistasnya. Tindakan-tindakannya selalu dikendalikan oleh kebiasaan-kebiasaannya (habit). Artinya manusia cenderung berorientasi pada masa lalu (kebiasaan-kebiasaan).
‘Cheese’ (keju) diartikan sebagai sesuatu yang dicari manusia. Bisa berupa kebahagiaan, makanan, rejeki, harta atau apa saja. Maka ketika manusia menemukan sesatu, dan itu berulang-ulang selalu ada di suatu tempat, ia pun akan terus datang ke tempat tersebut secara otomatis. Mula-mula Anda membentuk kebiasaan (habit), tapi lama-lama kebiasaan membentuk Anda.
Lalu bagaimana jika ‘Cheese’ itu tiba-tiba tidak ada di sana?. Pasti! Manusia cenderung akan complain, berteriak meminta agar siapa saja yang mengambil mengembalikannya.
Namun bagaimaNA jika ‘Cheese’ yang ditunggu-tunggu tetap tidak pernah ada di sana?. Mereka memilih diam , mereka seakan kahabisan akal. Satu-satunya yang tersisa tinggal harapan, yaitu harapan ‘cheese’ itu akan datang kembali lagi. Maka merekapun menunggu, dan menunggu, sampai mereka menjadi tua, renta dan bodoh.
Bagaimana dengan tikus?
Tukus selalu digambarkan sebagi hewan yang rajin dan cerdik. Ketika ‘Cheese’ itu tiba-tiba hilang, tikus tidak tinggal diam, melainkan terus bergerak dan mengendus ke depan. Berhari-hari mereka mencari jalan baru, jika ‘cheese’ yang dicari tidak ditemukan, mereka terus mencari dan bergerak tanpa pernah putus asa.
Sampai suatu ketika mereka menemukan sumber makanan di tempat yang sama sekali berbeda. Tikus menemukan sesuatu yang baru, karena berorientasi pada tindakan dan tidak takut bereksperimen.
Pelajaran yang bisa diambil, jangan mudah putus asa. Beranilah bereksperimen dan mencari cara-cara baru dan bertindak (melakukan action). Manusia tikus adalah manusia yang tidak berdiam diri, selalu bergerak ke depan mencari cara-cara baru dan jalan-jalan baru.

Reaksi:

2 komentar:

  1. kita juga tak boleh memandang rendah...
    makhluk yang paling kecil...

    dan kadang terkadang kita tak ada apa-apanya, dibandingkan makhluk kecil itu....

    bener tidak bu?

    BalasHapus
  2. Yah...kita memang setiap saat harus mau belajar pada universitas kehidupan, yang sering dilupakan orang. Tapi pada dasarnya jika kita mau belajar dan terus belajar akan selalu merasa bahagia. Amin!. terima kasih.

    BalasHapus