Posting Terbaru

Senin, 20 Juni 2011

Positif Berucap, PD anak Meningkat

Berbicara dengan anak ABG (Anak Baru Gede) itu ada seninya. Meski secara sepintas agak sulit untuk berbicara dengan mereka, nyatanya anak ABG atau remaja masih memerlukan dukungan orangtuanya. Sekarang tinggal pintar-pintarnya orang tua berkomunikasi dengan anak secara baik. Supaya tidak terjadi kesalah pahaman.
Ternyata ketika anak beranjak ABG atau remaja peran orangtua menjadi semakin penting. Kelihatannya mereka tidak memerdulikan pembicaraan kita, namun apa yang terlihat belum tentu sama dengan yang dirasakan oleh anak.

Saya belajar pada perilaku kedua anak saya. Pada saat saya dan suami mengatakan bahwa, “Kami bangga pada mereka” atau “Alangkah bahagianya kalau kalian bisa menang di OSN tingkat kabupaten” dan lain sebagainya. Sepertinya mereka tidak peduli. Ternyata, mereka berdua berjuang supaya bisa. Dan Alhamdulillah, anak-anak merasa termotivasi, berjuang tanpa merasa tertekan.
Remaja masih menjadikan orangtua sebagai sumber dukungan. Anak-anak sangat menggantungkan diri pada orangtuanya. Sehingga komunikasi hendaknya dilakukan secara positif. Apapun yang dikatakan orangtua akan berdampak pada perilaku dan kepercayaan diri anak.
Ucapan positif orangtua sangat diperlukan untuk menaikkan rasa percaya diri anak. Sebaliknya hindari perkataan negatif yang akan menurunkan kepercayaan diri anak.
• Buat rencana
Pada saat anak masuk SMA sebaiknya orangtua mengajak anak merencanakan masa depannya. Apabila anak ingin masuk perguruan tinggi negeri ternama sesuai dengan impiannya, maka motivasi anak meraih prestasi sesuai dengan potensinya. Apabila anak memiliki potensi akademik, dukung anak untuk berjuang menang OSN (Olympiade Sains Nasional). Anak senang olah raga dukung mereka untuk memenangkan kejuaraan minimal di tingkat kabupaten. Potensi anak di bidang seni (lukis, tari, peran, musik, dll) dukung mereka, motivasi hingga mampu meraih prestasi terbaiknya. Sertifikat kejuaraan mereka sangat diperlukan pada saat mendaftarkan PMDK Prestasi atau sekarang berubah menjadi PMDK jalur Undangan.
• Berpikir Positif
Jika anda mendengar anak berkomentar tentang kulitnya yang berwarna gelap atau tentang tubuhnya yang semakin gendut, segera alihkan komentar tersebut. Daripada anak berpikir negatif tentang dirinya, lebih baik dorong anak untuk memperhatikan kelebihan yang dimilikinya. Tentang keindahan rambutnya, matanya atau membahas prestasi yang telah mampu mereka raih.
• Jadi diri Sendiri
Buat anak remaja nyaman dengan dirinya. Sebab remaja yang nyaman dengan dirinya, memiliki peluang mencapai tujuannya dengan lebih baik. Di masa depan, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan berhasil.
• Hargai orang lain, sebelum menuntut anak menghagai orang lain. Orangtua harus memberi teladan terlebih dahulu. Terutama sopan pada kedua orangtuanya, kakek-neneknya anak-anak. Bisa juga dengan cara mendongeng. Cara lainnya adalah dengan mendorong anak memerlakukan orang lain seperti mereka ingin diperlakukan oleh orang lain.
• Tidak melakukan apa-apa, setelah anak-anak menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. Beri kesempatan anak-anak bergaul atau bermain dengan teman-temannya, atau istirahat di kamarnya.
• Mengatasi Masalahnya Sendiri, pada saat anak-anak menghadapi masalah. Dorong mereka untuk mengatasi masalahnya sendiri, selama tidak berbahaya. Misalnya; pada saat anak-anak mendapat nilai kurang pada pelajaran matematika, padahal selama ini anak tersebut tidak pernah mendapat nilai kurang pada saat ulangan dan semua tugas sudah diselesaikan. Dorong anak supaya berani menemui gurunya sendiri, mengkonsultasikan permasalahan yang dihadapinya.

Salam sukses. Dan Selamat berlibur!.

Reaksi:

3 komentar:

  1. Masa ABG itu masa yang cukup rentan ya.. Dibilang kecil tidak, dibilang sudah dewasapun juga tidak..

    BalasHapus
  2. Ya, Bu, saya sangat setuju dengan buah pikiran Ibu itu. Sebab,ABG, yang cenderung masih beremosi labil itu, butuh pendampingan ortu, baik secara verbal maupun sentuhan fisik.
    Salam kekerabatan.

    BalasHapus
  3. @Budy; menjaga dan mendampingi tumbuh kembang anak ABG gampang-gampang susah. Banyak tantangannya. Anak ABG selalu ingin dijaga dengan hati.

    @Sungkowoastro; iya Pak, oleh karena itu perlu adanya forum ibu-ibu untuk membahas tumbuh kembang anak ABG. Selain PKK di RT, RW mapun di Kelurahan atau desa.

    BalasHapus