Posting Terbaru

Rabu, 27 Mei 2009

Sekolah = Berjuang

Alkisah di sebuah rumah ada seorang ibu yang malu karena anaknya mendapat nilai jelek di sekolah. Ibu tersebut merasa malu karena anaknya hanya mendapatkan nilai 80 tidak 100. Ibu tersebut merasa anaknya bodoh karena teman-teman anaknya banyak yang mendapatkan nilai 90 dan bahkan ada beberapa yang mendapat nilai 100.

Suatu hari anaknya pulang dengan nilai ulangan 85, si ibu masih mengomel lagi, “Aduh kamu ini gimana sih, masa teman-temanmu mendapat nilai 90, 95 dan 100, kok kamu hanya mendapat nilai 85. Ini kan soal yang gampang. Ibu kan malu kalau ditanya sama mamanya Budi dan Santi.” Anak tersebut hanya diam kemudian masuk ke kamarnya.
Pada malam hari, ketika si anak selesai belajar untuk menghadapi ulangan keesokan harinya, dia mendekati ibunya dan menyatakan, “Ibu besok saya ndak usah ke sekolah saja ya?” Si ibu bingung dan balik bertanya, “ ada apa kamu ndak masuk sekolah?” Si anak dengan wajah ketakutan menjawab,’ besok ada ulangan Bu, dan saya takut mengecewakan Ibu lagi kalau nilainya tidak bagus.”
Ibu tersebut langsung syok, dan tidak tahu harus menjawab apa/
Kasus ini banyak terjadi di Indonesia. Mindset orang tua di Indonesia, sudah terlanjur percaya bahwa tolak ukur kepandaian anak hanya dinilai dari pencapaian nilai akademik semata sehingga nilai-nilai yang lain terabaikan.
Anak yang mendapatkan nilai tinggi yang dianggap sukses. Sehingga nilai kejujuran dan perjuangan untuk mendapatkan nilai akademik menjadi terbaikan. Orang tua hanya mengharapkan nilai yang baik dan nilai sempurna, tanpa melihat proses mendapatkan nilai anak-anaknya. Nilai kejujuran di Indonesia seringkali diletakkan di bawah nilai harga diri (pride), akibatnya nilai perjuangan dan nilai proses menjadi terabaikan.
Saat ini banyak sekali anak-anak Indonesia yang sedang bingung, akibatnya terjadilah kebiasaan menyontek di sekolah. Kebiasaan ini diakibatkan oleh tuntutan keadaan, baik orangtua, sekolah dan masyarakat. Kondisi memprihatinkan ini berdampak luar biasa buruk pada kelangsungan kehidupan masyarakat berbangsa dan berbudaya.
Namun kelihatannya kondisi ini akan terus berkelanjutan tanpa pernah ada penyelesaiannya. Kecuali ada kerjasama antar orangtua, guru/sekolah dan masyarakat. Pemegang kendali utamanya adalah orangtua.
Ada kebiasaan orangtua di beberapa negara yang tidak menjadi kebiasaan orangtua di negeri kita tercinta, yaitu: membekali anak dengan keyakinan bahwa sekolah itu adalah berjuang. Luar biasa bukan, “Sekolah = berjuang”, sehingga pada saat mengalami kesulitan atau kegagalan, mereka tetap memiliki keberanian untuk berjuang, berjuang untuk bisa dan berjuang menjadi dirinya sendiri. Dan yang terpenting berjuang agar menjadi orang yang sukses.



Reaksi:

34 komentar:

  1. Doakan agar perjuangan saya meraih kemenangan Bu... :)

    BalasHapus
  2. ibu itu seharusnya senang krn nilai anaknya tdk maxsimal sehingga anak itu bisa berusaha untuk men capai nilai maxsimal

    BalasHapus
  3. kalo diriku kok menilai dari cara dia mendapatkan nilai
    kalo dasarnya pabdai ya wajar
    kalo agak kurang tapi belajar itu baru bagus
    kadang nilai dunia dan nilai NYA beda ya buguru

    BalasHapus
  4. hal yang paling baik bagi seorang ibu terhadap anaknya adalah menghargai kerja keras si anak dengan nilai yang dia dapatkan...saya yakin dengan kita menghargai nilai yang anak dapatkan dari sekolah berapapun itu saya yakin si anak bakal tambah giat belajar.. bukan ibu malah maki2 anaknya karena alasan malu sama ibu2 arisan..
    itu merupakan ibu yang bodoh...
    nilai perjuangan dan nilai proses harus lebih di pertimbangkan sepakat saya

    BalasHapus
  5. salam kenal sob jangan lupa mampir juga kerunmah baru ya

    BalasHapus
  6. Anak yang nilainya selalu tinggi, lebih mudah stres jika suatu ketika dia dikalahkan oleh orang lain. Sebagai orangtua, kita memang perlu mendorong anak untuk belajar, namun bukan nilai yang dilihat, tapi usaha anak tsb dalam berjuang dan usaha tak kenal lelah.

    BalasHapus
  7. berkunjung sore neh apa kabar
    bencana alam terjadi lagi coba dilihat ya tempatku

    BalasHapus
  8. aku datang membawa satu point
    tukeran link yu?
    kalau ok kompir ya di tunggu

    BalasHapus
  9. Selamat sore dan salam kenal Bu Wulan, mungkin Ibu temen saya ini kurang menghargai proses dan maunya hasil akhir, bahwa kemampuan setiap anak berbeda, berikan pujian atas pekerjaan yang telah dilakukan anak-anak kita. Akan sungguh beruntung bila banyak dari ibu-ibu kita menghargai proses agar kelak generasi baru republik ini lebih jujur dan berkepribadian, salam

    BalasHapus
  10. aku datang juga tapi lain rumah datang juga ya

    BalasHapus
  11. bu saya akan berjuang untuk berubah

    BalasHapus
  12. nice posting bu......
    semoga perjuangannya sukses selalu ya...

    BalasHapus
  13. blogwalking pagi2.....
    salam kenal n happy blogging..

    BalasHapus
  14. @ Mif; Selamat berjuang, ibu bantu doa dari jauh.

    @Zainul; yang benar Nul, semoga benar yang kamu katakan. Selamat berjuang untuk bisa!.

    @Mas Suwung; kalau pandai dan bisa mah ndak maalah mas, yang jadi masalah kalau merasa ndak bisa namun berjuang dengan cara yang salah, hanya membohongi diri sendiri saja. Nilai dariNYa pasti lebih tinggi daripada nilai dunia apalagi kalau mau jujur dan berjuang dengan Ikhlas.

    @Bunga Raya; saya bangga padamu. Luar biasa.Terima kasih.

    @Mbak ratna; benar mbak punya anak ndak pernah gagal dalam bidang akademik, kalau suatu saat gagal pasti lebih merasa sakit. Atau lebih berbahaya, makanya memiliki anak jenius juga perlu ilmu.

    @Cempaka, terima kasih mas Dimas, semoga ini bencana terkhir. Amin.

    @Bunga Raya 1, iya aku setuju tapi sabar ya.

    @Budi Warsana; terima kasih mas, semoga orangtua di era global ini mau lebih banyak belajar. termasuk belajar menghargai nilai perjuangan, dan jangan sampai meletakkan kejujuran di bawah nilai harga diri.

    @Remaja yang ingin berubah; Alhamdulillah semoga perjuanganmu tidak setengah-setengah. Ayo bersemangat.

    @Buwel: Amin. Saya yakin berhasil. Terima kasih doanya.

    @Novian; salam kenal juga, saya segera meluncur ke sana.

    BalasHapus
  15. tidak pernah bosan aku berkunjung sob moga dirimu juga ga bosan menerima kunjunganku

    BalasHapus
  16. aku datang juga ga ketinggalan kawan

    BalasHapus
  17. Semoga sang ibu membaca postingan ini sehingga pola pikirnya akan berubah, atau ibu2 yang lain yang mempunyai pola pikir yang sama.

    BalasHapus
  18. bu.......

    maaf saya baru sempat ngurus blog,,,..

    sbenarnya saya buat blog sudah lama...
    tapi tidak pernah saya urusi.. (lagi nggak punya duit bu..) he..he.. maaf ya bu,, kalo blog saya masih kosongan...
    tapi saya akan berjuang bu...

    BalasHapus
  19. :D kenapa yak anak di era 2000-an jd lbh gampang stress...

    BalasHapus
  20. bu doakan saya agar cita-cita saya berhasil

    BalasHapus
  21. Benar teman...berjuanglah utk diri sendiri menuju sukses...nice post...

    BalasHapus
  22. mah ni blog i,prasetyo utomo tm3.

    BalasHapus
  23. bu fto.e njenengan di gnti mawon,kaleh foto kulo

    BalasHapus
  24. masalah adalah kenikmatan dalam hidup

    tukjer link mau mbak?
    kalau mau kompirmasi saya ya

    BalasHapus
  25. bu anak itu seharusnya bilang kalau ini adalah perjuanga dia

    BalasHapus
  26. semoga para kaum ibu tidak negatif thiking terhadap para anaknya

    BalasHapus
  27. -mestinya si bilang" wah dapat nilai 80 ya,good..dan ibu yakin kalau kamu lebih giat belajar pasti tidak kalah dengan teman-temanmu.
    -salam mbakyu

    BalasHapus
  28. bu,sebaiknya prastian di beri nlai yg cukup bagus,karna saya sudah berjuang untuk bisa..

    BalasHapus
  29. bu saya sudah membuat artikel,tlong di komentari....

    BalasHapus
  30. bu saya sudah bwt artikel,jdi ksih nilai ya bu.....?tlong di komentari

    BalasHapus
  31. Bu s4YA UDah bWT ARtikEL,TOLONG diL1hat yAKH bU DI bLOg s4YA,,,,

    BalasHapus
  32. Bu saya sdh buat Artikel,tolong di komentari ya,,,
    Buuuuuuuu.

    BalasHapus
  33. Bu,,,,walaupun nanti aku kelas2, ibu tetap sebagai my bast teacher,,, becauce aku ingin selalu berjuang menjadi yang terbaik dengan bimbingan ibu,,!!thanks,,

    BalasHapus