Posting Terbaru

Rabu, 06 Mei 2009

Apa Yang Anda tabur, Itulah yang Anda Tuai

Anda adalah seperti apa yang Anda pikirkan setiap hari. Bagaimana caranya? Mengapa kita menjadi seperti apa yang kita pikirkan setiap hari?. Begini ceritanya: mari sekarang kita belajar bersama-sama tentang keadaan yang berhubungan dengan pikiran manusia.
Andaikan kita seorang petani memiliki sebidang tanah yang baik dan subur. Lahan itu memberi sebuah pilihan pada diri kita. Kita dapat menanami lahan tersebut dengan benih apapun yang kita pilih, lahan itu tidak peduli. Semuanya tergantung pada kita untuk membuat keputusan.
Sekarang, ingat bahwa kita sedang membandingkan pikiran manusia dengan sebidang lahan. Hal itu karena pikiran seperti halnya lahan, tidak peduli akan apa yang anda tanam padanya. Dia akan menumbuhkan apa saja yang Kita tanam. Tidak peduli apapun yang Kita tanam.

Sekarang katakanlah Kita memiliki dua macam benih di tangan. Sebelah kanan menggenggam jagung, yang lainnya menggenggam tuba/racun yang mematikan. Kita menggali dua lubang di tanah dan menanam kedua benih tersebut. Kita tutup kedua lubang benih dengan tanah, menyiraminya dan memupuknya. Apakah yang akan terjadi?
Tanpa kecuali, tanah akan menumbuhkan apa yang ditanam, “Apa yang kau tabur, itulah yang kau tuai” . Ingat, tanah tidak peduli. Tanah akan menghasilkan racun sam berlimpahnya dengan jagung. Jadi akan tumbuhlah dua tanaman, satu jagung, satu racun/tuba.
Pikiran manusia jauh lebih subur. Jauh lebih luar biasa dan misterius dibandingkan tanah, tetapi bekerja dengan cara yang sama. Tidak peduli apa yang kita tanam; kesuksesan, kegagalan, tujuan yang kongkret dan pantas untuk diraih, atau kebingungan, kesalahpahaman, rasa takut, kegelisahan dan seterusnya. Namun, apapun yang kita tanam hasilnya akan kita tuai.
Pikiran mengandung kekayaan melebihi impian-impian yang paling liar. Dia akan menumbuhkan apapun yang kita tanam.
Pikiran kita menjadi sebuah peralatan standar sejak lahir. Pikiran diberikan Tuhan secara cuma-cuma pada kita, hal-hal yang diberikan Tuhan pada kita secrea Cuma-Cuma selalu inilai rendah. Hal-hal yang kita dapatkan dengan uang, kita beri nilai tinggi.
Segala sesuatu yang benar-benar berharga dalam kehidupan, kita dapatkan secara Cuma-Cuma, antara lain; pikiran kita, jiwa kita, kecerdasan kita, kesehatan kita, kesempatan kita, cinta kita terhadap keluarga, anak-anak dan sahabat kita. Semua milik tak ternilaiini kita dapatkan secar Cuma-Cuma. Akan tetapi, hal-hal yang kita bei dengan uang sebenarnya sangat murah dan dapat diganti kapan saja.
Jika rumah kita terbakar habis, kita bias membangunnya kembali, tetapi hal-hal yang kita dapatkan dengan Cuma-Cuma tidak akan pernah tergantikan.
Pikiran manusia tidak dimanfaatkan secara maksimal, hanya karena kita mendapatkannya begitu saja atau Cuma-Cuma.
Kebiasaanlah yang menjatuhkan. Pikiran dapat melakukan segala jenis tugas yang kita berikan, tetapi pada umumnya kita malah menggunakan untuk tugas-tugas kecil daripada tugas-tugas besar dan penting.
Hasil penelitian dari beberapa universitas-universitas ternama di dunia telah membuktikan bahwa sebagian besar kita mengoperasikan sekitar 10% dari seluruh kemampuan yang miliki.
Tetapkan sekarang juga visi yang Anda inginkan! Tanamkan mimpi atau visi anda dalam pikiran. Yang harus Anda lakukan adalah menanam bibit itu dalam pikiran Anda; merawatnya, berusaha terus menerus menuju tujuan dan mimpi Anda, dan hal itu akan segera menjadi kenyataan. Bukan hanya menjadi nyata, tetapi mustahil Anda tidak mendapatkannya.
Kita telah belajar sebuah hukum yang dikemukakan oleh Sir Isaac Newton, Hukum Gravitasi. Jika Anda naik ke puncak sebuah gedung kemudian melonpat, Anda akan jatuh ke bawah, tidak akan pernah jatuh ke atas.
Kehidupan seharusnya merupakan sebuah petulangan yang menantang; kehidupan seharusnya tidak pernah membosankan. Semuanya kembali pada pola pikir kita.



Reaksi:

18 komentar:

  1. bagaimana diriku bisa menabur nya lha pikiranku kan soewoeng alias kosong wakakakakakaka

    BalasHapus
  2. Menurut buku yang saya baca, orang yang merasa Suwung inilah orang yang luar biasa, karena penyerapan ilmunya sangat luas.

    Jika kita ingin menjadi orang hebat, harus menyuwungkan pikiran terlebih dahulu.

    Kosong adalah isi, isi adalah kosong. Sebuah ilmu yang sangat luar biasa tinggi tatarannya. Makanya saya mau meguru pada mas suwung.

    BalasHapus
  3. Wah setuju.... Om soewoeng ntu selalu merendah. Padahal wooooooo jangan ditanya ilmunya segudang... :)

    BalasHapus
  4. Biasa mas, orang jenius memang bawaannya begitu. Maturnuwun mas Bujang!.

    BalasHapus
  5. hidup adalah kosong.
    tongsamcong :D

    BalasHapus
  6. Ya janganlah!.

    Hidup yang hanya sebentar ini harus berisi. Kita mengosongkan diri karena punya keinginan menyerap/mengisi ilmu semaksimal mungkin, dan kemudian membaginya secara gratis, mengapa kita menggratiskan?... karena kita sudah mendapatkan banyak sekali gratisan dari Allah SWT, termasuk kesempatan hidup dan berbagi begitu juga berteman.

    Maturnuwun, sudah mau berkunjung.

    BalasHapus
  7. Wew..
    Siapa menabur angin..
    Dia menabur badai..
    Begitu ya ce..
    Hehehe..
    Met knal ya ce.. ;)

    BalasHapus
  8. Tapi masalahnya, bagimana caranya menabur angin?.
    Lebih bahaya lagi kalau menuai lesuuus.
    He..he..he!

    Salam kenal juga, terima kasih.

    BalasHapus
  9. menabur benih, menuai anak kodok aka kecebong kekekeke...yuppie, kembali ke pola pikir yg positip

    BalasHapus
  10. "Pikiran kita menjadi sebuah peralatan standar sejak lahir"

    yup, memang semua yang diberikan oleh Allah SWT sejak lahir bersifat standard tinggal bagaimana kita memupuk dan mengoptimalkannya.

    BalasHapus
  11. your article so amazing..

    BalasHapus
  12. Yups betul,, Siapa yang menabur,, dialah yang menuai,, hanya dijaman penjajahan belandalah "siapa yang menabur,, dialah yang dikubur,, heheh.. :D

    BalasHapus
  13. wah mantap pencerahannya mba :)

    iya mba, prinsip diatas bagus untuk mengingatkan kembali apa yang kita lakukan, baik yang lalu, sekarang, dan akan datang.

    salam kenal kembali mba, saya cowo lohhh...heheheh :D

    BalasHapus
  14. Pikiran positif membuat hidup menjadi lebih nyaman
    Jika kita membiarkan pikiran berkelana kemana-mana, terkadang malah membuat kita tak berada dimana-mana.
    Jadi memang harus mengontrol apa yang ada dipikiran kita agar hasilnya positif

    BalasHapus
  15. Terima kasih perhatiannya;

    @cebong ipiet; jadi ingat masa kecilku di Magelang, suka melihat kecebong bermain di kolam belakang rumah.

    @Risti; Allah sudah menyediakan segala apapun yang kita butuhkan, semuanya kembali pada kita, mau berjuang utnuk meraihnya atau diam saja, tanpa memperoleh apa-apa.

    @Radill; belum apa-apa, sedang belajar saja.

    @Andro_simar; jangan sampai kita terkubur, siapkan warisan dulu dalam arti yang sebenarnya.

    @gderanayana; maafkan saya.

    @mbak Ratna; Pikiran positif membuat kita awet muda dan sehat tentunya. Insyaallah rejeki lancar. Amin.

    BalasHapus
  16. Saya setuju kalau yang ini... BTW, Tukeran LINK ya...? LINK blog ini sudah saya pasang...

    BalasHapus
  17. Pasti saya mau, namun sayang ilmuku masih jauh api dari panggang alias Gaptek.

    BalasHapus
  18. ceritanya sangat menarik&seru

    BalasHapus