Posting Terbaru

Selasa, 12 Mei 2009

Manusia Digital

Sebelum membahas manusia digital, alangkah lebih baiknya kalau kita mengenal difinisi era digital terlebih dahulu. Era digital dimulai semenjak ditemukannya bilangan biner, yaitu angka nol dan satu. Bilangan biner tidak mengenal angka lain kecuali angka nol dan satu saja. Bilangan biner ini telah mengubah perubahan yang luar biasa di bumi.
Era digital telah menciptakan dan melahirkan kemajuan yang sangat luar biasa di bidang tehnologi dan ilmu pengetahuan. Dimulai dengan hadirnya alat hitung (kalkulator), era computer dan akhirnya merambah ke dunia penerbangan dan luar angkasa. Perubahan yang luar biasa drastis terjadi hampir di semua sektor. Terjadi Quantum Leap atau loncatan waktu yang sangat luar biasa mengagumkan, khususnya di bidang tehnologi.

Begitu juga dengan manusia, bilangan biner telah melahirkan manusia dengan peradaban yang sangat tinggi, yaitu manusia digital. Manusia digital adalah manusia yang seharusnya hanya mengenal angka nol dan satu dalam prinsip hidupnya.
Angka nol adalah lambang kesucian hati dan pikiran, sedangkan angka satu adalah lambang Tuhan, atau hanya berprinsip Kepada Dia Yang Maha Esa (1). Manusia digital adalah manusia yang hidupnya sangat tulus dan ikhlas (0). Sehingga seluruh potensinya akan muncul secara luar biasa.
Namun apa yang terjadi saat ini, masyarakat mempergunakan tehnologi digital hanya pada bidang tehnologi atau Iptek saja. Sedangkan mental pengguna tehnologinya terbelakang, atau bisa dikatakan masih analog. Sehingga terjadi kepincangan. Sehingga saat ini banyak manusia yang stress atau mengalami gangguan jiwa serta tindak kejahatan dimana-mana. Mengapa?. Karena yang digital baru perlengkapannya / pirantinya, belum mencakup mentalnya, sehingga tidak terjadi keseimbangan. Tehnologi berkembanng secara digital hanya mengenal bilangan 1 dan 0, sedangkan mentalnya masih analog, masih menggunakan bilangan 1,2,3 dan seterusnya.

Reaksi:

37 komentar:

  1. kalo diriku pilih soewoeng atau kososng atau nol ya? maksa banget

    BalasHapus
  2. hmmm...
    jadi... 0 is 1 and 1 is 0?
    begitu bu?

    BalasHapus
  3. Saya nuliskan artikel ini idenya dari mas Suwung. anda memang luar biasa.

    BalasHapus
  4. Buat Hasrul,

    Sebaiknya kita diskusikan besok pagi di sekolah saja. Terima kasih.

    BalasHapus
  5. Aku masih belajar tentang bil. Binner

    BalasHapus
  6. Ya haruslah. Namanya juga calon Prof. Amin!
    Kalau berhasil ikut bangga, pada-pada Nganjuke!

    BalasHapus
  7. Salam kenal...
    Aku baru tau kalo digital itu ternyata hanya 0 dan 1. Postingan menarik, Bu..

    BalasHapus
  8. @ Bang Niko
    salam kenal juga bang
    terimakasih telah berkunjung ke blog saya

    BalasHapus
  9. cukup menambah wawasan, memang saat ini sudah terjadi perubahan kehidupan yang dulunya masih tradisionil, sekarang sudah mengarah ke informasi teknologi, seperti digital. Kalau tidak mengikuti hal ini tentu akan tertinggal dalam kehidupan nyata yang terus berkembang dan berubah ini. Jangan merasa pesimis dengan tidak bisa mengadaptasi dengan keberadaan komputer , sebab semua bisa dipelajari dan dilaksnakan, asal punya kemauan yang kuat untuk belajar.Ada rasa senang dan bangga a[pabila informasi-informasi yang kita sampoaikan dibaca orang dan dimanfaatkan untuk khasanah ilmu pengetahuan, baik di dalam lembaga formal atau informal,khususnya untuk meningkatkan sumberdaya manusia pribadi dan keluarga. BRAVO BLOGGER PEMBELAJARAN SMKN-1 KERTOSONO....?!, teruskan ngeblognya dan sebarkan ilmu dengan tulus demi kemaslahatan bersama . Tuhan YME akan selalu bersama.(Sofatul Anam, Staf pengajar Teknik Mesin SMKN-1 Kertosono)

    BalasHapus
  10. Terima kasih Pak Anam,

    Ayo pak bersemangat, Setahu saya Bapak seorang penulis yang sangat produktif, mari pak kita berbagi ilmu bersama, lewat blog. Biar anak-anak SMKN I Kertosono suka menulis juga, karya anak-anak bagus-bagus Pak, jangan mau kalah.
    Bersemangat pak Anam!

    BalasHapus
  11. Filosofi yang menarik mbak :)

    coba iseng2 kita hitung 1/0 berapa ya hasilnya ?
    Maha besar Allah diatas segalanya (1) yang tidak terbatas kuasaNya (1/0)

    BalasHapus
  12. Meski tahu ilmu, penerapannya perlu perjuangan yang tidak semudah membalik telapak tangan.
    Terima kasih kunjungannya.

    BalasHapus
  13. manusia digital adalah manusia yang digigit gatal ..heheh...ups,,,ngawur..tapi yang jelas, kalo semua aturan hidup pake digital maka bisa2 gak ada toleransi dunk....hehe

    BalasHapus
  14. dalam dunia arsitektur ada istilah..
    "jika tidak mampu mengubah lingkungan, maka kitalah yang beradaptasi"

    mungkin nunggu waktu aja agar bisa beradaptasi dgn era digital.. salam kenal juga.. :D

    BalasHapus
  15. owh gitu ya buu, baru tau aku :D
    salam kenal buu..
    nice artikel

    BalasHapus
  16. hmm... Alhamdulillah... seneng banget ni budhe bisa turut blajar disini... makasih ya Bunda... get cheer up!!

    BalasHapus
  17. yang sederhana terkadang mengalahkan yang "nggedabyah".
    Teknologi ternyata hanya 0 dan 1, hanya biner...

    BalasHapus
  18. salam kenal yah bu! Makasih udh berkunjung ke blog ku...

    Budiclan.com - It's A blogger world

    BalasHapus
  19. Tulisan yang menarik...

    Salam kenal juga bu guru...

    BalasHapus
  20. bagus sekali tulisan ini, mbak.
    analogi yang hebat.
    ternyata piranti semata tak menjamin kualitas ya?

    BalasHapus
  21. Bagaimanapun, kemajuan teknologi juga harus diimbangi kemajuan kualitas manusia nya (dari segi olah pikir, perilaku, dan etika). Tanpa peningkatan kualitas manusia (justru ini yang penting), kemajuan teknologi akan bisa jadi bumerang.

    BalasHapus
  22. Analogi bilangan biner yang sangat menarik,... aku copy yah,.. untuk pembelajaran. Aku juga seprang guru loh bu.... Salam kenal.

    BalasHapus
  23. ini dia nii pemabahasn rumit yang patut di tongkrongin..

    mba'nya mba'nya... semua makhluk itu memang bukannya digital mba'nya.. karena memang terdiri dari binari2 yg mba'nya singgung di atas tadi?!?!??!

    mulai pusing mode on*

    BalasHapus
  24. mhmh. butuh perenungan dalam tuk memahami tulisan ibu satu ini... hmmm

    dalam teknologi digital hanya mengenal 0 dan 1
    namun penghubungnya bisa. and, or nand, nor. sehingga satu ini pun tidak lagi akan menjadi ON dan OFF.

    kok malah tambah njlimet ya bu.. ehhee

    BalasHapus
  25. @Mas Supris; Bisa saja. Tapi kallau terlalu banyak toleransi ... cepat kiamat mas.

    @Mas Abee; Buat artikel tinjauan kehidupan dari sisi arsitektur, pasti asyik untuk dibaca.

    @Mas Wahyu; salam kenal juga

    @Bude; Terima kasih Bude, jangan lupa sebut namaku saat jalan-jalan Qatar. Saat ini Qatar jam berapa ya?

    @Pak Marsudi; Saya harus banyak belajar pada Bapak. Terima kasih kunjungannya.

    @BudiClan; terima kasih kunjungan baliknya.

    @Keboaja; Salam kenal juga

    @Marsmallow; Belum apa-apa, mbak jauh lebih hebat dari saya.

    @mbak Ratna; Terima kasih kunjungannya, saya selalu rindu berkunjung ke blog mbak Ratna.

    @Setiawan Dirgant@Ra; akhirnya ketemu guru juga. saya harus banyak belajar pada Bapak.

    @Genial; ndak usah dipikirin, jalanin aja.

    @Mas Icang; Kapan-kapan kita bahas bilangan biner lanjutan.

    Terima kasih semuanya, "Bersemangat!"

    BalasHapus
  26. bu blog saya yg baru komartikel.blogspot.com
    tyus saya txcaranya dapatin linknya iklan joko susilo 2 gmana

    BalasHapus
  27. Cari yang gratis saja dulu. kapan-kapan ibu bagi ilmuanya.

    BalasHapus
  28. bu ini saya islamudin tm3.saya sudah membuat blod tapi masih kosong gk pa2 kn bu....?

    BalasHapus
  29. bu sya sudah bisa buat blog..!!!

    BalasHapus
  30. ow manusiane kayak di blogq t to buu...!!!
    bu sya bwtkn iklan dnx soale q gy sbuk bljr html...

    BalasHapus
  31. Bu, blognya bagus,,,,!!! tapi kapan aq ditulis diblognya Ibu,,,,,??????

    BalasHapus
  32. bu , blog yg tadi salah nama , yang ini benar ,

    BalasHapus
  33. bu ini saya blok saya akhirnya sudah jadi

    BalasHapus
  34. bu ini blog saya tolong di buka

    BalasHapus