Posting Terbaru

Rabu, 06 Mei 2009

Pikiran Memiliki Frekuensi

“Semesta berubah; hidup kita adalah apa yang diciptakan oleh pikiran kita”
(Markus Aurelius Antoninus)


Selama ini kita sudah lama mempelajari teori gelombang, bahkan materi ini sudah kita dapatkan sejak berada di Sekolah Dasar. Di era millennium ini, siswa SD sudah mengenal difinisi frekuensi bahkan hapal satuan frekuensi akan tetapi teori yang didapatkan di Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi sekalipun tidak pernah mengajarkan bahwa pikiran memiliki frekuensi, pikiran merupakan gelombang dengan frekuensi tertentu.
Selama Anda berpikir, pikiran-pikiran ini akan dikirim ke alam semesta, dan pikiran-pikiran ini akan menarik semua hal serupa yang berada di frekuensi yang sama. Segala sesuatu yang dikirim ke luar akan kembali pada sumbernya. Dan sumber itu adalah Anda.

Bayangkan seperti ini: kita mengerti bahwa stasiun pemancar Televisi memancarkan siaran dengan frekuensi tertentu, yang kemudian diubah menjadi gambar-gambar di televisi Anda. Sebagian besar dari kita tidak sungguh-sungguh memahami prinsip kerjanya, tetapi kita semua tahu setiap stasiun pemancar televisi memiliki sebuah frekuensi, dan ketika kita memasuki frekuensi itu terjadilah resonansi, kita melihat gambar-gambar televisi kita. Kita memilih frekuensi dengan memilih saluran, dan dengan demikian kita menerima gambar-gambar yang disiarkan di saluran itu. Jika kita ingin melihat gambar-gambar lain di televisi kita, kita mengubah salurannya dan memasuli frekuensi baru.
Anda adalah menara suar manusia, dan daya Anda lebih kuat daripada semua menara televisi yang pernah diciptakan manusia di dunia. Anda adalah menara suar yang paling kuat di alam semesta. Pancaran Anda menciptakan kehidupan Anda dan menciptakan dunia. Frekuensi yang anda pancarkan menggapai lebih jauh dari kota, negara dan dunia. Frekuensi itu bergetar di seluruh alam semesta. Dan Anda memancarkan frekuensi itu dengan pikiran-pikiran Anda!.
Gambar-gambar yang Anda terima dari penyiaran pikiran Anda bukanlah televisi ruang keluarga Anda, tetapi gambar-gambar itu adalah gambar-gambar hidup Anda!. Pikiran-pikiran Anda menciptakan frekuensi. Pikiran menarik hal-hal serupa di frekuensi itu, dan kemudian disiarkan kembali ke Anda sebagai gambar-gambar kehidupan Anda, ubahlah saluran dan ubahlah frekuensi dengan mengubah pikiran-pikiran Anda.

Reaksi:

10 komentar:

  1. ehmmm....
    ngerti bu,

    tapi kenapa kok enggak bisa di hilangkan dari diri saia?

    BalasHapus
  2. Kuncinya, belajar dan terus menerus belajar.

    Hari ini belum bisa, tumbuhkan kenyakinan, esok pasti bisa dan berhasil. Semuanya butuh perjuangan.

    Menumbuhkan kenyakinan dalam jiwa kita juga tidak mudah. Butuh spiritual yang sangat tinggi. Suatu saat akan ibu jelaskan, doakan ibu mampu mencari mendapatkan tambahan literaturnya. Amin.

    BalasHapus
  3. Kuncinya; belajar dan terus menerus belajar.

    Tumbuhkan kenyakinan bahwa kita mampu memperjuangkannya dan berhasil. Pada awalnya memang sulit, tapi jika kita sudah terbiasa akan menjadi mudah.

    Bermimpi itu gratis ..tis..tis, akan tetapi berapa orang yang mampu bermimpi dan berjuang untuk berhasil?. semua kembali pada kita, pada perjuangan kita, bukan tergantung pada orang lain.

    BalasHapus
  4. bagus banget postingannya...


    www.m4e5tro.webs.com

    BalasHapus
  5. Terima kasih sudah mau mampir.

    Jangan lihat buku dari kulitnya.

    BalasHapus
  6. Hmm ini betul...
    Jika kita mengajar dengan hati, berusaha agar setiap murid memahami pelajaran kita, ada unsur empati atau frekuensi yang ditularkan pada murid....dan murid akan menangkap sinyal ini.

    Hubungan ini lebih terlihat lagi antara ibu dan anak. Jika anak saya belum sampai rumah jam 6 sore (saat anak-anak masih usia SD-SMA), saya sholat dua rakaat, berdoa pada Tuhan, dan membayangkan wajah anak saya. Tak lama kemudian anakku akan datang dan minta maaf, tadi mau telepon nggak bisa (dulu belum ada Hp) dan jalanan macet. Ternyata kemampuan ini kalau diasah, membuat hubungan ibu dan anak menyenangkan, kita akan merasakan apakah anak dalam kondisi susah atau senang.

    Disini saya makin percaya, bahwa kita sebenarnya bisa berdiskusi dengan Allah swt dan memohon untuk melindungi anak-anak kita, agar selalu berada di jalan yang di rihoi Nya.

    BalasHapus
  7. bu gimana ni maksude????? gi bingung

    contohnya apa bu???

    Makaci

    BalasHapus
  8. Kalau kita memiliki keinginan harus kita simpan dalam hati dan otak bawah sadar kita. Karena yang bisa menyelaraskan frekuensi ya hati dan kekuatan pikiran kita sebenarnya di otak bawah sadar bukan otak sadar. dan ada yang paling penting lagi yaitu percaya sama adanya kekuatan yang maha Dahsyat, yaitu kekuatan yang berasal dari Allah SWT.

    Pembahasan lengkapnya panjang sekali 'Di, kapan-kapan kita bahas di sekolah saja.

    BalasHapus
  9. Dan sekarang semua yang dibahas di atas adalah rangkuman dari buku Rhonda Byrne "The Secret"

    BalasHapus