Posting Terbaru

Kamis, 16 September 2010

Impian Dita


Bagi-bagi rejeki biasa dilakukan di hari lebaran. Setelah acara sungkeman, ada ritual khusus yang paling disuka oleh anak-anak yaitu bagi-bagi rejeki. Sebelum puasa seperti biasanya anak-anak selalu belajar untuk menetapkan tujuan/impian. Sehingga selama bulan ramadhan mereka bisa memohon dikabulkan semua impiannya oleh Allah Swt.
            Sejak kecil kedua anak saya  biasa belajar menentukan target, jumlah rejeki yang diharapkan akan diterima di hari lebaran. Dan seperti biasanya mereka menentukan target di atas saudara-saudara sepupunya. Jika mereka bercerita selalu dilecehkan karena dianggap tidak masuk akal. Namun keduanya tidak pernah peduli. Dan Alhamdulillah selalu mampu mencapainya.
            Tahun ini karena keduanya sudah besar saya tidak banyak bertanya, apalagi sekarang Dita sudah mahasiswa. Ternyata dia masih memiliki kebiasaan meng-afirmasikan impiannya.  Tehnik afirmasi adalah suatu tehnik self-talk (berbicara kepada diri sendiri, tentu dengan kata-kata positif, bukan seperti orang gila) sehingga apa yang kita katakan tersimpan di dalam otak bawah sadar. Untuk lebih jelasnya nanti saya tuliskan dalam artikel tersendiri.
            Pada saat saya mendengar impiannya, sebagai ibu,   hanya bertugas meng”amin”i. dan berdoa semoga Allah mengabulkan impian Dita. Targetnya lumayan tinggi. Namun dia begitu yakin pada firman Allah Swt “Aku seperti prasangka hambaKU”
            Dua hari setelah lebaran, Dita mengajak adiknya belanja, membeli beberapa potong baju baru, buku dan peralatan kuliah.  Namun ada menarik dan membuat saya sangat bahagia, Dita membeli beberapa buku gambar, buku mewarnai, krayon serta pensil warna. Ternyata ada impian Dita yang tidak sempat diceritakannya padaku, pada ibunya. Semua ini bisa dia lakukan karena target rejeki hari lebarannya melampaui target yang diharapkan.  Subhanallah.
            Dita ingin sekali berbagi dan melayani anak-anak panti asuhan di dekat kampusnya, Universitas Negeri Malang. Selama ini dia banyak bercerita tentang impiannya, ingin mengabdikan diri di panti asuhan disela-sela kesibukan belajarnya. Namun saya tidak pernah menyangka dia bisa mewujudkan mimpinya dalam waktu dekat. Bahkan Dita telah menyisihkan uang bulanannya yang tidak seberapa untuk anak-anak panti. Alhamdulillah.
Mungkin bagi orang lain impian ini tidak terlalu penting namun bagi saya, impian Dita benar-benar luar biasa. Semoga pada saat dia melayani di panti asuhan selalu melakukan tehnik visualisasi, Memiliki panti asuhan yang besar, mampu menampung anak kurang mampu secara ekonomi maupun anak yatim piatu, bukan hanya anak yang memilki fisik normal melainkan juga yang cacat. Apalagi Dita sangat beruntung saat ini bisa belajar di Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas negeri Malang. Semoga Dita mampu meraih sukses dan berhasil mewujudkan seluruh mimpinya. Amin.
Selamat berjuang anakku!.

Reaksi:

13 komentar:

  1. Semoga mimpinya menjadi kenyataan

    BalasHapus
  2. Amin ya Rabbal alamin. Terima kasih doanya.

    BalasHapus
  3. sungguh bangga memiliki putri seperti dita mba puspita

    minal aidin wal faidzin yaaa

    BalasHapus
  4. @julie; benar mbak Julie, saya bangga seklai. Bahkan saya juga harus banyak belajar pada kedua anak saya. Terima kasih kunjungannya.

    @Sang Cerpenis bercerita; terimakasih doa dan motivasinya.

    BalasHapus
  5. Bu, salam buat Mbak Dita-nya.. semoga berkah kuliah dan kegiatannya!!!

    BalasHapus
  6. amien.. ya robbal'alamin..
    aku harus niru nich seperti mbak dita.,,

    BalasHapus
  7. Semoga impian ini menjadi kenyataan, sukses selalu,...salam dari Pekalongan

    BalasHapus
  8. Salam untuk mbak Dita..Sukses Selalu Mbak

    BalasHapus
  9. O iya bu sudah adakah artikel self-talk. Saya tertarik seperti apa isinya. Mohon dikabari. Terimakasih sebelumnya. Salam

    BalasHapus
  10. iya bu seb lebaran q ingiin helicopter. nah sekarang dah bisa beli

    BalasHapus