Posting Terbaru

Sabtu, 18 September 2010

Ceramah, Demonstrasi dan Eksperimen

Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah. Idealnya pendidikan tidak hanya berorientasi pada masa lalu dan masa kini., namun sudah seharusnya merupakan proses yang mengantisipasi dan membicarakan masa depan. Guru harus berupaya mengembangkan metode pembelajarannya supaya anak didiknya mampu bersaing di masa depan. Mampu suvive di masa depan.          
Sebagai salah satu komponen pengajaran, metode menempati peranan yang tidak kalah pentingnya dari komponen lainnya dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam menggunakan metode terkadang guru harus menyesuaikan dengan kondisi dan suasana kelas. Jumlah siswa mempengaruhi penggunanaan metode. Tujuan instruksinal adalah pedoman yang mutlak dalam pemilihan metode.
Dalam praktiknya, metode mengajar tidak digunakan sendiri-sendiri tetapi merupakan kombinasi dari beberapa metode mengajar. Salah satunya adalah gabungan antara metode Ceramah, Demontrasi dan Eksperimen. Penggabungan ini bertujuan untuk menjawab tantangan jaman, pembelajarn berorientasi ke masa depan.
Contoh sederhana, di masa lalu siswa cukup belajar menggunakan jangka sorong, timbangan/neraca bahkan AVO meter manual. Di masa kini seharusnya siswa tidak hanya mampu menguasai alat ukur manual namun harus mampu menggunakan alat ukur digital dalam proses pengukuran.
Untuk mendapatkan hasil maksimal sebaiknya penggunaan metode demontrasi diikuti dengan metode eksperimen. Dalam sebuah pembelajaran ketrampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru oleh siswa, misalkan guru memodelkan langkah-langkah cara menggunakan neraca O’Hauss dengan demonstrasi sebelum siswa melakukan eksperimen, sehingga semua siswa dapat mengikuti jalannya demontrasi tersebut dengan baik.
Dalam proses pembelajaran, guru bukan satu-satunya model. Demontrasi dapat dilakukan oleh siswa yang ditunjuk berdasarkan pengalaman yang diketahuinya.
Metode eksperimen membantu siswa melakukan suatu proses dan bersentuhan langsung dengan alat, setelah melihat/mengamati apa yang dilakukan oleh demonstrator. Ini terjadi secara alamiah. Sifat dasar seorang anak adalah selalu mempunyai keinginan untuk mencoba dan membuktikan kebenaran sesuatu. bahkan membandingkan sesuatu. Misalnya; membandingkan hasil ukur diameter suatu benda dengan menggunakan jangka sorong manual dan jangka sorong digital.
Dalam pelaksananaannya, metode demontrasi dan eksperimen dapat digabungkan; artinya setelah dilakukan demontrasi kemudian diikuti eksperimen dengan disertai penjelasan secara lisan (ceramah).
Kegiatan yang bisa dilakukan adalah seperti tabel di bawah ini.
No.
Langkah
Jenis Kegiatan Belajar Mengajar
1.



2.








3.
Persiapan



Pelaksanaan








Evaluasi/tindak
  1. Menciptakan  kondisi belajar siswa untuk melaksanakan demontrasi dengan:
-         Menyediakan alat-alat demontrasi
-         Mengatur tempat duduk siswa
  1. Mengajukan masalah kepada siswa (ceramah)
            Melaksanakan demonstrasi:
-         Menjelaskan dan mendemonstrasikan suatu prosedur atau proses.
-         Usahakan seluruh siswa dapat mengikuti/mengamati demontrasi dengan baik.
-         Beri penjelasan padat, tapi singkat.
-         Hentikan demontrasi kemudian adakan Tanya jawab.
  1. Beri kesempatan kepada siswa untuk tindak lanjut mencoba melakukan sendiri (metode eksperimen)
  2. Membuat langkah kerja dan kesimpulan hasil demontrasi secara individu.
  3. Mengajukan pertanyaan kepada siswa dilanjutkan diskusi kelas.
Prosedur pelaksanaan eksperimen dibiarkan kosong, biarkan diisi oleh siswa. upaya menumbuhkan softskill siswa, Proses eksperimen bisa dilakukan secara kelompok, Namun laporan dibuat secara individu. Sosialisasi tetap berjalan namun setiap individu dibiarkan mengembangkan imaginasinya dalam pembuatan laporan.
            Berdasarkan hasil penelitian, menggabungkan metode pembelajaran Ceramah, Demontrasi dan Eksperimen. Mampu meningkatkan semangat belajar dan prestasi belajar siswa.






Reaksi:

3 komentar: