Posting Terbaru

Sabtu, 25 September 2010

Belajar Pada Semut Upaya Mengurangi Pertengkaran Siswa

Menurut Slavin  pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok -kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara kelompok, pasti ada permasalahan yang seringkali timbul, yaitu persaingan dan pertengkaran siswa, meskipun hanya berawal dari hal yang sangat sederhana. Namanya juga anak-anak.
Meskipun pertengkaran kecil yang terjadi di SMK berbeda dengan di SD, guru tetap harus bijaksana dalam menanganinya. Salah satu upaya yang bisa  dilakukan mengajak anak-anak melakukan pengamatan pada alam sekitar. Salah satunya adalah semut. Semut banyak terdapat dilingkungan sekolah, sehingga kita bisa sejenak melakukan pembelajaran di luar kelas untuk mengatasi masalah yang pertengkaran siswa.
Guru  menemani siswa berusaha mengamati perilaku semut. Siswa suka diajak melakukan observasi sederhana seperti ini. Ada 2 kebiasaan semut yang bisa  dipelajari berkaitan dengan permasalahan yang kami alami di dalam kelas, yaitu:
Pertama, membiasakan salam dan saling menghormati. Kalau kita melihat semut yang sedang berpapasan, maka kita akan menemukan antara semut dengan semut yang lainnya seakan-sekan menunduk berbisik antara satu sama lainnya. Semua itu menggambarkan betapa terbudayanya saling menghormati di dunia semut dengan saling sapa ketika mereka berpapasan.
Kedua, kekompakan. Tidak ada ceritanya seekor semut bertikai dengan sesamanya. Ketika mereka menemukan makanan, dengan tanpa ada komando mereka akan mengabari pada yang lain dan menggotongnya bersama-sama. Mulia sekali.
Kegiatan ini mampu menajamkan kepekaan siswa pada lingkungannya, melakukan observasi dan eksplorasi. Biarkan siswa melakukan observasi dengan memberi beberapa butir gula di dekat serombongan semut. Temani mereka belajar serta mengamati apa yang dilakukan semut-semut tersebut.
Beri kesempatan anak-anak untuk mengungkapkan perasaan dan pemikirannya. Kegiatan sederhana seperti ini banyak manfaatnya bagi perkembangan kecerdasan siswa. Mampu membangun karakter siswa. Murah meriah namun sangat mendidik.
Berdasarkan pengalaman, belajar pada semut mampu mengurangi pertengkaran siswa. Kalau mau bertengar mereka menjadi malu pada semut. Semut saja tidak pernah bertengkar, mengapa kita harus bertengkar?. Setiap kali anak bertengkar, malu pada semut. Siswapun dewasapun perlu  dididik memiliki budaya malu. Malu untuk melakukan pertengkaran. Malu pada semut merah, yang merayap di dinding, menatapku curiga ..... (Penggalan lagu Obby Mesak, saya lupa judulnya)


           

Reaksi:

13 komentar:

  1. Belajar memang bisa pada apa saja...
    Bahkan terhadap musuh sekalipun.
    Yang terpenting adalah dari sisi mana pelajaran itu kita ambil...
    Salam!

    BalasHapus
  2. Sebenarnya pernah juga semut bertengkar..cuma nggak kedengeran..he..he.he

    BalasHapus
  3. wah,jika kita jeli, ternyata semut yg sekecil itu bisa juga jadi bahan pembelajaran ya

    BalasHapus
  4. Semut memang binatang yang paling kompak Bu!!!
    semoga geerasi penerus bangsa kita pada kompak-kompak yach :p

    BalasHapus
  5. Semoga kita semua benar-benar bisa memetik pelajaran dari semut

    BalasHapus
  6. @marsudiyanto; benar pak, kita bisa mengajak siswa belajar pada siapa saja.

    @Cahyo; coba besuk saya dengarkan bagaiman cara semut bertengkar.

    @riFFrizz; bukan hanya semut kita juga bisa belajar pada mikroba.

    @Fir'aunNgebLoG; semoga anak-anak bisa kompak berjuang membangun negeri kita tercinta.

    @achmad sholeh; Amin.

    BalasHapus
  7. Kita dapat mengambil pelajaran dari lingkungan kita ya mbak... Nice post.

    BalasHapus
  8. Kita harus peka, karena lingkungan memberikan banyak pelajaran berharga bagi kita.

    BalasHapus
  9. Di alenia terakhir ada soundtrack nya lho mbak, lagunya Obbie Messak. Lupa judulnya, tp ada lirik yg gini, "malu aku malu, pada semut merah", hehe; Salam hangat dari kota kecil Jember;

    BalasHapus
  10. Mungkin tidak semut aja mbak...kita bisa banyak belajar dari binatang dalam mengelola kehidupan ini.
    Jika tak mungkin, karena binatang yang akan diamati sulit di dapat, bisa dilakukan melalui diskusi kelompok. Tentu akan menyenangkan sekali

    BalasHapus
  11. @catatan kecilku; benar mBak, kita bisa mengajak anak belajar pada alam, bahkan pada binatang semut sekalipun.
    @the others....; benar, sebagai orangtua kita harus membawa anak ke alam, belajar pada alam.
    @acacicu; Benar mas, kami sering bernyanyi di kelas setelah jenuh belajar.
    @edratna; benar mBak Ratna, kita besuk belajar pada laba-laba.

    BalasHapus
  12. z memang bu bljr tu bnyak bnget crax z tergntng orngx jg sih mnat bljrnya tiggi pa tdak

    BalasHapus