Posting Terbaru

Sabtu, 22 Agustus 2009

Mengembangkan Semangat Berbagi


Seberapa pentingnya berbagi? . Menurut pendapatku penting sekali karena dengan berbagi membuat hidup kita lebih berarti. Bagi kami yang hidup di desa kebiasaan berbagi salam dan senyum sudah menjadi kebiasaan (kecuali yang sedang sakit gigi), mungkin bagi sebagian besar orang kota sudah langka terjadi karena alasan kesibukan.
Berbagi hasil panen … nikmat sekali. Meskipun kami tidak memiliki sawah namun masa panen seperti sekarang memberiku kebahagiaan tersendiri, bagaimana tidak bahagia hampir setiap hari ada saja buah tangan para tetangga berdatangan ke rumah; ada pisang, singkong, bawang merah, sawi, kacang hijau dll. Seperti hari ini saya masak kacang hijau pemberian tetangga, sore nanti ganti saya berbagi bubur kacang hijau ke tetangga.
Tidak kalah menariknya kegiatan anak-anak saya, mereka berdua punya klub belajar terutama si Bungsu, teman-temannya sangat kompak, dan mereka sering kumpul-kumpul di rumah untuk berbagi, yang menarik, anak yang tidak jelas diterangkan guru di dalam kelas mau bertanya dan temannya yang mampu mau berbagi, saya sering menemani mereka sambil menitikkan airmata karena bahagia.

Pada awal KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) anak saya sempat opname selama 4 hari dan tidak masuk beberapa hari karena bronchitisnya kambuh, karena kepayahan MOS (Masa Orientasi Siswa) dan MOB (Massa Orientasi Belajar) hanya untuk kelas khusus saja, dia sempat merasa sedih karena ketinggalan. Tapi saya bangga sekali dengan teman-temannya, pada saat terbaring sakit bergantian temannya datang untuk menghibur dan menyemangati supaya cepat sembuh dan mau menemani belajar dan berbagi ilmu setelah sembuh.
Kemarin mereka berkumpul, karena ada beberapa teman yang baru saja selesai mendapat tugas Paskibraka di Kabupaten dan adapula yang menjadi duta olahraga sekolah dalam rangka memperingati HUT RI ke-64, mereka begitu sibuk berbagi, ketika teman-temannya yang sempat ketinggalan pelajaran bisa menerima dan mengerti, terlihat kepuasaan pada wajah-wajah mereka. Prinsip mereka, “Kita hidup bukan untuk bersaing namun untuk saling melengkapi’, sportif sekali. Mereka merasa hidupnya ada gunanya dan bernilai.
Kedua anak saya berada di Kelas Khusus SMASA Nganjuk. Kegiatan si sulung tidak sepadat adiknya, mungkin karena perempuan jadi lebih suka berada di rumah. Si Sulung kelas XII dan adiknya kelas X. Di SMASA Nganjuk ada kelas khusus dan kelas reguler. Kebetulan putraku punya tanggung jawab sebagai ketua kelas. Semoga kebiasaan berbagi menjadi bagian dari hidupnya. Amin. Meskipun pada awalnya saya sempat khawatir kedua putraku menjadi egois, ternyata kekawatiranku tidak beralasan.
Sebagian teman-temannya juga berasal dari kelas ungulan SDN Ganung I, dan saya juga melihat sejak kecil mereka punya kebiasaan berbagi, sampai di SMP Negeri I Nganjuk juga membuat klub ITC dengan tujuan berbagi ilmu serta ketrampilan tehnologi komputer, mereka memiliki kelebihan yang berbeda-beda namun selalu menghargai perbedaan. Hal inilah yang membuat klub mereka semakin kuat, meskipun saat ini anggotanya tersebar di beberapa SMA Negeri di Nganjuk, saya melihat ilmunya semakin berkembang.
Saya kebetulan guru di SMK, kita semua tahu semangat belajar anak SMK seringkali kalah dengan siswa SMA namun disinilah tantangannya. Meningkatkan semangat belajar siswa-siswa SMK, supaya semangat belajar dan semangat berbaginya tidak kalah dengan siswa SMA.
Saya tidak memiliki maksud apa-apa selain ingin berbagi, berbagi pengalaman. Sebagai generasi tua saya memang sangat banga melihat perjuangan kaum muda untuk berbagi.

Reaksi:

16 komentar:

  1. sedikit atau banyak nikmat yang dianugrahkan oleh Allah kepada kita, tiada artinya ketika kita tidak diberi hidayah untuk berbagi kepada hambaNya yang lain

    BalasHapus
  2. terus semangat bu :)

    saia doakan dari sini :P

    BalasHapus
  3. @Seti@wan Dirgan@ara; benar Bapak, semoga kita semua diberi Allah hidayah untuk berbagi. Amin.
    @Fery; terima kasih motivasinya. Ibu juga selalu berdoa untuk keberhasilanmu. Selamat berjuang.

    BalasHapus
  4. pengalaman bu pita yang di-share di sini bisa memberikan gambaran kepada rekan2 guru dan orang tua pada umumnya bagaimana mendidik anak di tengah kesibukan yang menumpuk. inilah salah satu kelebihan blog, bu. kita bisa berekspresi dan membangun semangat berbagi.

    BalasHapus
  5. mbak, berbagi tak pernah rugi. jadi kenapa kuatir, ya? terutama ilmu, semakin dibagi akan semakin menambah ilmu bagi pemberinya.

    hebat putra-putri mbak pus. pasti bangga sekali memiliki anak-anak yang cerdas dan berbakti. semoga sukses selalu, mbak.

    BalasHapus
  6. Jangan pernah berhenti untuk berbagi, walaupun hanya dalam hal kecil.

    berbagi senyum kepada sekeliling,,,
    bahkan berbagi cerita dan tulisan kepada teman-teman blogger he....

    Tetap semangan BU!!!!

    BalasHapus
  7. sharing yang bagus sekali pak buk guru...
    terutama buat para pendidik lainnya

    BalasHapus
  8. wah senangnya.... sekolah asik ya.... hemmmm
    diriku juga masih seneng sekolah kok
    banyak temennnn

    BalasHapus
  9. @Sawali tuhusetyo; terima kasih motivasinya. Saya masih belajar.
    @Marshmallow; pada awalnya saya khawatir kalau mereka egois Uni, ternyata berada di kelas khusus tidak membuat mereka sombong, bahkan memiliki sportivitas tinggi untuk bersaing dan berbagi saat ini mereka berjuang untuk merangkul kelas reguler dan tidak ingin dianggap kelas elite. Saya bahagia sekali.
    @Kang Dedy; saya malah belum bisa berbagi tulisan, namun banyak menyerap ilmu dari kawan-kawan blogger. Termasuk berguru pada Panjenengan. Terima kasih motivasinya.
    @Hafidz: salam kenal kembali. Terima kasih.
    @Alamendah; masih belajar. Terima kasih motivasinya.
    @Jidatq; pergunakan masa sekolah untuk berkarya dan berprestasi secara maksimal, masa sekolah tak akan terulang lagi.

    BalasHapus
  10. Memang itulah hakikat hidup manusia yg sudah digariskan Tuhan. Kita semua ada untuk saling melengkapi. tak ada orang yg bisa hidup sendirian. Bagus sekali kalau dari masa kecil anak2 sdh belajar berbagi.
    Nice sharing, mbak!

    BalasHapus
  11. berbagi apapun berarti menabur..lebih baik menabur kebaikan dan ilmu daripada menerima ya.

    BalasHapus
  12. mbiyen kok aku ra sekolah ngonamu ya? mesakemen diriku bu bu

    BalasHapus
  13. berbagi itu sangat penting .. karena dengan berbagi separuh hidup kita jd lebih trasa manfaatnya bagi orang lain.

    Itu mungkin saja kebahagiaan yang slama ini dicari oleh orang2 kayak kita juga, sesama blogger

    lam kenal

    BalasHapus
  14. Berbagi ilmu, selain akan menambah kemampuan, juga memberikan sharing kepada orang lain.

    BalasHapus