Posting Terbaru

Minggu, 20 Februari 2011

Belajar Pada Kerang Upaya Menumbuhkan Harapan Siswa

Jangan menyesali sesuatu yang tidak dapat kita ubah, misalnya, mempunyai keluarga yang berantakan, berasal dari keluarga yang kurang mampu, mempunyai orangtua yang profesinya tidak bergengsi, mempunyai tubuh yang cacat, mempunyai penampilan yang kurang baik, tubuh yang tidak proporsional, wajah yang buruk, kulit yang hitam, dan lain sebagainya. Kalau demikian, bagaimana kita bersikap? Yang terutama adalah kita tidak boleh merasa putus asa dan pesimis dengan nasib kita.
Sebagai pribadi yang kuat mungkin bisa menerima apapun yang diberikan Allah pada kita. Bagaimana jika kita menghadapi orang lain? atau sebagai guru kita menghadapi siswa yang pesimis menghadapi keadaannya?.
Berikut ini ada sebuah kisah yang dapat kita ambil pesan moralnya. Cerita ini memperlihatkan suatu penderitaan yang berbuah manis yang dialami oleh seekor bayi kerang di dalam lautan.
Pada suatu ketika, ada seekor bayi kerang mengadu pada ibunya sambil menangis kesakitan karena ada sebutir pasir yang masuk ke dalam tubuhnya yang merah dan lembek. Si ibu bersedih sambil mencucurkan air mata mencoba menghibur si bayi. Tidak ada cara lain yang bisa di lakukan si ibu kerang karena tidak memiliki tangan untuk mendekap atau menggendong anaknya.
Dia meminta anaknya supaya membalurkan lendir untuk mengurangi rasa sakitnya. Rasa perih itu terasa sangat menyiksa, tapi si anak kerang tetap tegar. Rupanya dengan membalurkan lendir maka rasa sakit itu akan berkurang sedikit demi sedikit hinggahingga terbentuklah sebutir mutiara. Si anak kerang mampu mengubah sebutir pasir menjadi mutiara. Deritanya berubah menjadi mahkota kemuliaan. Air matanya kini menjadi harta yang sangat berharga dan menjadi perhiasan yang amat cantik.
Seperti yang diceritakan oleh Jansen Sinamo. Ketika kita merasakan suatu penderitaan atau kekecewaan, carilah hikmahnya. Kita semua mampu menciptakan ribuan harapan. Misalnya, jika kita suatu saat tidak diterima kuliah melalui jalur BIDIK MISI maupun SNMPTN jalur undangan maka jangan putus harapan. Manusia adalah makluk yang sangat kreatif. Sekecil-kecilnya kebaikan yang telah kita perbuat tentu menyiratkan harapan yang sangat besar. Yaitu mencari ridha Allah SWT.
Allah menyediakan sebuah kemudahan setelah kesulitan bagi makhluk-Nya. Badai pasti berlalu. Jika tengah mengalami kesulitan, hendaknya kita menyakini hal tersebut. Yakin saja bahwa Allah mempunyai rencana lain.
Selamat berjuang anakku kelas XII, tunjukkan bahwa SMK bisa. Kami semua menaruh harapan besar pada kalian semua. Kami yakin, kalian pasti bisa meraih impian besar kalian. Amin.



Reaksi:

4 komentar:

  1. Semoga anak2 kita sukses dalam ujian nanti, yang bekerja dapat pekerjaan dan yang melanjutkan bisa diterima di perguruan tinggi pilihannya...

    BalasHapus
  2. Amin. Semoga yang bekerja mendapat pekerjaan dengan gaji cukup. Yang kuliah bisa diterima lewat jalur Bidik Misi.

    BalasHapus
  3. Sukses buat anak didik kita! Amin!

    BalasHapus
  4. Anak-anak memang harus banyak mendengar cerita yang mendorong motivasi. Apapun keadaan kita, tetap bisa berguna bagi sesama.

    BalasHapus