Posting Terbaru

Selasa, 31 Agustus 2010

Guru Ng-Blog, Siswa Go-Blog

Nge-blog bagi sebagian orang yang tidak pernah menikmati proses membuat sesuatu, senang mengembangkan ide kreatif serta enggan berdiskusi, menganggap nge-blog merupakan kegiatan yang membuang-buang waktu saja.

Pada dasarmya, nge-blog mampu menumbuhkan sensasi tersendiri, mengembangkan kreatifitas berpikir serta mampu menumbuhkan kepercayaan diri. Menikmati membuat atau menuliskan sesuatu mampu menumbuhkan kebahagiaan, sehingga membuat hati gembira. Mampu mengurangi pikiran negatif serta mampu menumbuhkan positif thingking.


Saat ini masih sedikit guru yang aktif nge-blog. Padahal di dalam proses belajar banyak sekali ide kreatif yang muncul untuk dituliskan dan dipostingkan di blog. Andai semua guru mampu menuangkan ide dan pengalaman mengajarnya di blog kemungkinan besar tujuan pendidikan nasional akan segera tercapai.

Dengan nge-blog kita bisa berbagi pengalaman dan berbagi semangat mengajar. Dengan tehnologi yang ada saat ini, guru di P Jawa sewaktu-waktu bisa berbagi pengalaman dengan teman guru dari luar P Jawa. Guru-guru desa belajar pada guru-guru sekolah RSBI. Begitu juga sebaliknya. Saat ini belajar tidak lagi dibatasi ruang dan waktu.

Bukan hanya berbagi dengan teman-teman guru namun mampu berbagi semangat dengan siswa, baik yang berasal dari satu sekolah maupun dari sekolah yang lain. Baik yang berada dalam kota maupun luar kota, bahkan yang berasal dari satu pulau maupun dari luar pulau.

Apabila dalam satu sekolah terdapat lebih dari satu guru yang nge-blog mampu mengembang semangat siswa go-blog. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, sejak dua tahun yang lalu saya kembangkan SASISAB (Satu Siswa Satu Blog), meskipun lambat namun pasti, setiap tahun menunjukkan kenaikan yang signifikan. Sebagian besar siswa-siswa mampu melahirkan ide-ide kreatif di setiap postingannya. Sehingga gurupun bisa melakukan blogwalking di blog-blog siswanya. Bahkan meskipun siswa telah menjadi alumni hubungan silaturahmi masih terjaga.

Untuk mengembang semangat menulis siswa memang diperlukan perjuangan tersendiri. membutuhkan kesabaran dan keuletan. Menulis bisa dijadikan hiburan, pekerjaan, kebutuhan, ibadah, dll. Dengan membiasakan menulis berarti telah menunjukkan suatu bentuk kreatifitas dalam kehidupan ini.

Andai semua guru nge-blog maka semakin banyak siswa yang berani go-blog, menuliskan ide-idenya dengan tujuan berbagi. mampu menikmati proses membuat sesuatu, mengembangkan semangat berdiskusi serta mampu mengembangkan imaginasi.

Harapan ke depan guru nge-blog mampu melahirkan siswa-siswa kreatif dan inovatif serta berani berpikir beda. Mampu mengubah budaya baca (Verbal) menjadi budaya tulis.

Artikel ini pernah saya pastingkan di Edukasi, Kompasiana.com

Reaksi:

12 komentar:

  1. Saya juga pernah menjumpai salah satu alumni siswa di Kertosono yang kenal Ibu, dan blognya juga bagus...
    Selamat mengajar dan selamat ngeblog.
    Salam!

    BalasHapus
  2. Pak Mars, terima kasih atas dukungan dan motivasinya.

    BalasHapus
  3. ayoo tetap semangat menebar virus blogging!

    BalasHapus
  4. Daripada tidak melakukan sesuatu atau melakukan sesuatu tapi tidak positif
    mendingan siswa didorong untuk membuat blog

    BalasHapus
  5. ya bu tapi klau keseringan nge-blog ntr malah lupa waktu dan beneran GO-BLOG

    BalasHapus
  6. ok bu....saya ska ma gaya ibu............

    BalasHapus
  7. Akhirnya ketemu juga teman seprofesi yang ngeblog. Terima kasih Bu telah berkunjung, semoga kita bisa berbagi informasi lebih lanjut

    BalasHapus
  8. tularkan virus ngeblog pada siapa saja :)

    BalasHapus
  9. Nice Artikel, inspiring in my angle.
    Have a nice day :)

    BalasHapus
  10. @nurannisaa7; Siap. Laksanakan.

    @dWI OKTanto; tidak juga buktinya dirimu sekamin kreatif dan inovatif.

    @fendik; ibu punya harapan besar padamu. Sukses for your life. Amin.

    @teguhsasmitosdp1; baik Pak; saya akan belajar juga pada Bapak.

    @an9el; Siip! Laksanakan.

    @Yohan wibisono; thank for your attention.

    BalasHapus
  11. Sepakat saya bu. Pada dasarnya tulisan bagi manusia merupakan bentuk komunikasi yang tertinggi. Dalam hal ini, tulisan merupakan salah satu bentuk komunikasi di antara bentuk komunikasi yang lain. Sayangnya, misalnya di Nganjuk bentuk komunikasi tulis ini belum populer. Membaca maupun menulis masih dianggap sebagai aktifitas yang njlimet. Lebih enak nonton televisi. Bu, saya pernah ke rumah ibu, tetapi ibu saat itu ke Tanjunganom.

    BalasHapus
  12. waduh.. kata anak saya blog saya jadi ketinggalan kalau dibandingkan dengan blognya ibuk..

    BalasHapus