Posting Terbaru

Minggu, 11 Oktober 2009

Maverick, Kisah Seorang Ibu Menolak Diagnosis Autisme atas Putranya

Selama seminggu saya absen dari dunia maya, ternyata kangen juga. Kangen melihat kabar teman-teman, kangen membaca karya dan perkembangan teman-teman blogger. Absen dari dunia maya terasa ada rasa kehilangan yang sulit diceritakan dengan kata-kata.
Kemana saya selama ini, pastinya ada kesibukan di dunia nyata. Mau apa lagi?. Pentingnya keseimbangan antara kesibukan dunia maya dan dunia nyata. Dua dunia, sama-sama penting untuk menciptakan kebahagiaan hati. Bahagia memang kita sendiri yang bisa menciptakan, kalau tidak …. Bisa menimbulkan stress. Daripada stress saya ingin bercerita tentang sebuah buku yang beberapa hari ini menyita waktuku.
Maverick, Kisah seorang ibu menolak diagnosis Autisme pada putranya. Ibu tersebut bernama Cheri L. Florance, Ph. D, seorang ahli Patologi wicara bahasa medis, asisten professor ilmu penyakit jiwa, dan direktur klinis The BrainClinic di Ohio State University College of Medicine and Publish Heald. Dia mendirikan sebuah program pendidikan eBrain yang continue melatih para ahli terapi melalui City University of new York.

Kita orangtua memiliki harapan dan impian yang besar untuk anak-anak kita, kita ingin mendukung mereka dengan segala cara sehingga mereka dapat mencapai cita-cita mereka. Alhamdulillah jika kita dikaruniai anak-anak yang manis, cerdas dan sehat. Namun apa yang harus dilakukan oleh seorang ibu yang diberi titipan Allah seorang anak yang menderita autisme?. Kecewa, sedih atau hanya mengeluh, manusiawi. Namun saya pikir semua itu tidak ada gunanya.
Beberapa tahun yang lalu saya mendengar istilah Autisme. Saya berjuang mencari ilmunya, sebagai seorang ibu, guru sekaligus pengurus PKK di desa, maka ilmu tentang kelainan bawaan lahir (anak berkebutuhan khusus) penting sekali dimiliki untuk dibagi pada tetangga dan lingkungan. Bukan untuk kesombongan melainkan sebagai wahana berbagi ilmu di kalangan ibu-ibu, karena Ibu adalah perpustakaan pertamaku. (kapan-kapan akan saya postingkan tersendiri). Biasanya kami berbagi pada saat kegiatan posyandu (Sayang sekarang jarang sekali bisa saya lakukan berbenturan dengan jadwal mengajar di sekolah), saat ini hanya bisa berbagi pada saat kegiatan PKK baik RT/RW maupun Desa.
Penderita autis banyak kita jumpai di masyarakat, namun sayang sekali masih banyak ibu-ibu yang tidak mengenal jenis kelainan bawaan lahir anak (anak berkebutuhan khusus), terutama autis. Saya juga masih mengenal sedikit tentang autis, Alhamdulillah Allah memberi saya kesempatan mendapatkan buku Maverick ini dengan diskon 50% di toko buku Uranus Surabaya pada tanggal 6 oktober 2009.
Menurut Om Wikipedia, ciri-ciri autisme sebagai berikut:
Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993). Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
 interaksi sosial,
 komunikasi (bahasa dan bicara),
 perilaku-emosi dan
 pola bermain,
 gangguan sensoris, dan
 perkembangan terlambat atau tidak normal.
Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil; biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.
Anak yang dilahirkan autis, asyik dengan dunianya sendiri. Suka menyakiti diri sendiri. Cerita perjuangan Florance di dalam bukunya Maverick ini sangat menyentuh, Dapat dijadikan bahan bacaan ibu-ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus maupun para ibu pemuka masyarakat, ibu-ibu pengurus PKK terutama ibu-ibu Kader posyandu maupun ibu-ibu mengurus pengajian.
Cheri Florance memilki tiga orang anak, kedua putranya dilahirkan sempurna, oleh karena itu ketika putra ketiganya didiagnosis autis, Cheri Folrance sempat berkeyakin diagnosis tersebut keliru. Dia pertaruhkan kebahagiaan keluarganya untuk membuktikan kesalahan diagnosis tersebut. Berbekal pengalamannya sebagai ahli terapi bicara, Cheri mengubah Whitney, anak lelakinya yang ‘bisu-tuli’ serta tak terkendali, menjadi remaja yang sehat dan berbahagia seperti remaja pada umumnya. Kini, Whitney adalah remaja 18 tahun yang menakjubkan, terutama bila mengingat selama 6 tahun pertama kehidupannya, dia sama sekali tidak mampu bicara.
Perjuang Cheri Florance membesarkan Whitney memberikan sumbangan pada dunia ilmu pengetahuan dengan penemuan sindrom maverick yang kemudian dikenal sebagai Florance Syndrome. Maverick, memberikan ilmu baru bagi kita untuk melihat para penyandang autis secara berbeda dengan cara pandang selama ini, sekaligus membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk menolong mereka.

Anak berkebutuhan khusus perlu mendapat perhatian dari keluarga, masyarakat dan pemerintah supaya mereka bisa mandiri di masa dewasa, tidak tergantung pada orang lain. Saya yakin penderitaan mereka bisa berkurang dengan cinta dan kasih sayang.
Selamat berjuang.


Minggu, 04 Oktober 2009

Tiba-tiba Airmataku Menitik

Dalam dunia yang sangat hedonis dan serba kebendaan ini, faktor keikhlasan terasa tak bermakna dan benar-benar kehilangan makna. Hampir lebih dari dua dasawarsa ini para guru di Indonesia terlihat seperti tak menjumpai kata “ikhlas” dalam kamus hatinya.
Membaca petikan artikel ini,
Tiba-tiba airmataku menitik, hatiku terasa teriris, perih sekali rasanya. Benarkah, sudah separah itu kondisi guru-guru di Indonesia. Setahuku, kami (guru-guru) tidak seperti itu. Saya tidak mau membela diri. Namun saya merasakan dan melihat fakta di lapangan ( di sekolah), masih banyak guru-guru yang mengajar dengan hati dan mereka sangat ikhlas.

Mengapa saya menangis, bukan karena sakit hati, tapi mencoba mawas diri. Saya seorang guru. Saya bukan orang bodoh yang hanya mampu membuang-buang waktu dengan bekerja tidak ikhlas.
Andai saya mengajar tidak dengan hati, siswa-siswa saya akan merasakannya, karena mereka juga memiliki hati. Frekuensi gelombang yang keluar dari tubuh saya benar-benar dapat dirasakan oleh mereka (siswa-siswa). Mulut bisa bohong. Akan tetapi, Frekuensi gelombang yang keluar dari tubuh tidak pernah bohong.
Saya manusia biasa yang memiliki keterbatasan dan kesalahan. Saya guru yang sedang belajar, salah satu inspirator saya Albert Einstein. Beliau menyatakan, “Hasil akhir dari sebuah proses pendidikan adalah membuat seseorang dapat menghargai dirinya sendiri (Try not to become a man of success but a man of value)”
Maafkan saya, tiba-tiba saya ingin sekali melakukan pembelaan diri.
Saya pernah sekolah, masa sekolah saya sangat membahagiakan. Guru-guru saya sangat baik dan penuh perhatian oleh karena itu saya ingin meneladani mereka. Sampai sekarang hubungan kami masih baik meskipun beliau-beliau sudah purna, sudah sepuh bahkan sudah almarhum Saat ini, saya sendiri sudah menjadi guru.
Selama sekolah saya mendapat kesempatan mengembangkan diri dan bahagia sekali. Kebahagiaan dan keberhasilan siswa-siswa merupakan harta yang ternilai harganya. Tidak bisa dinilai dengan rupiah.
Andai saya mengajar tanpa hati, tidak mungkin puluhan sms ucapan selamat merayakan Idul Fitri masuk ke hp, email dan Fb. Baik dari siswa yang masih aktif maupun yang sudah alumni. Orangtua siswa juga ada beberapa. Bahkan mungkin sampai hari ini masih ada beberapa yang belum sempat saya balas meskipun saya lakukan tidak dengan sengaja. Tapi saya terus berjuang untuk tidak mengecewakan mereka.
Meskipun rumah saya jauh dari sekolah beberapa siswa dan alumni masih mau berjuang mencari dan berkunjung ke rumah di hari lebaran. Karunia Allah yang tak ternilai harganya. Saya hanya mampu bersyukur dan terus menerus bersyukur. Kunjungan merekapun tak terukur dengan materi atau uang.
Kedua putrakupun berusaha untuk mengadakan silaturahmi pada guru-guru SD dan SMP bahkan TK bersama kawan-kawannya. (saat ini keduanya sudah SMA), saya yakin mereka melakukan silaturahmi karena sangat mencintai guru-gurunya.
Andai saya mengajar tanpa hati, tidak mungkin beberapa alumni masih memohon restu pada saat mereka berjuang untuk sekolah lagi, pindah kerja, berusaha mandiri, berangkat bertugas (TNI) dan masih banyak lagi. .
Sekali lagi maafkan saya.
Hidup guru-guru Indonesia.


Sabtu, 03 Oktober 2009

Wayang Kulit

Unesco pada tanggal 7 november 2003 telah menetapkan bahwa wayang kulit adalah warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika mengungkapkan, sejak 7 november 2003 lalu organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan pbb (UNESCO) telah mengakui wayang sebagai world master piece of oral and intangible heritage of humanity.

Setelah dikukuhkan apa yang bisa kita lakukan?. Kita semua perlu bertindak untuk melestarikannya supaya budaya kita tetap menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Jangan hanya mampu menyalahkan generasi muda, pada dasarnya peran generasi tua sangatlah penting.
Sebelum membahas masalah wayang ada yang lebih penting kita bahas, yaitu budaya mendongeng. Saat ini kebiasaan mendongeng di kalangan generasi tua sudah menjadi barang langka dalam kehidupan berkeluarga di masyarakat kita. Budaya mendongeng sudah digantikan oleh budaya nonton TV.
Di masa lalu pada saat saya masih kecil, kakek dan nenek saya selalu ada waktu mendongeng, tentang tokoh-tokoh pewayangan. Karena penasaran akhirnya mencari bahan bacaan di perpustakaan. Di sekolah guru-guru masih memiliki kesempatan untuk menambah pengetahuan tentang tokoh-tokoh wayang.
Di masa kini, di sekolah, waktu untuk mempelajari budaya sangatlah singkat sehingga pengenalan budaya di kalangan generasi muda sangatlah terbatas. Kedua putraku mengenal tokoh pewayangn dari kami selaku orangtua ditambah sedikit dari Guru di sekolah. Bagaimana dengan putra-putri Anda?.
Di hari libur sekolah, ada agenda kegiatan yang menyita waktu saya untuk kedua putraku. Libur adalah saat yang tempat untuk mengenalkan budaya pada anak-anak. (oleh karena itu jarang posting selama libur sekolah)
Saat ini putriku terus belajar budaya Jawa, belajar menari, nembang, belajar memahami tokoh-tokoh dalam dunia pewayangan, belajar sanggul dan rias pengantin Jawa. Salah satu pemicu semangat putriku adalah pada saat seleksi pertukaran pelajar ke luar negeri (AFS), karena gagal dia terus terpacu untuk menguasai budaya Jawa dengan harapan jika suatu saat mampu mendapatkan beasiswa ke luar negeri sudah memiliki bekal yang kuat tentang budaya. Amin.
Membicarakan wayang, saya bukan pakarnya oleh karena itu saya hanya akan memperkenalkan salah satu buku rujukan yang bagus untuk bahan referensi orangtua mendongeng pada putra putrinya yang Berjudul Tasawuf Semar Hingga Bagong karangan Muhammad Zaarul Haq Yang diterbitkan oleh Kreasi Wacana Yogyakarta. Adapaun garis besar ilmunya sebagai berikut:
Wayang merupakan kekayaan budaya Jawa. Untuk mengenal secara mendalam masyarakat Jawa, kita bisa melakukannya lewat kesenian wayang. Wayang merupakan symbol perilaku kehidupan manusia Jawa, miniatur dari dunia Jawa dan dunia kejawen yang seringkali dalam mengkaji kebenaran dilakukan melalui rasio dan indnra batin.
Menurut M Mukti S, Kar. Dalam artikelnya berjudul Dewi Kunthi, Konteks Simbol Filosofis Budaya Jawa, setiap cerita dalam pewayangan pada umumnya memakai pendekatan yang tidak partial tetapi holistik dengan selalu mengingat bahwa budaya Jawa penuh dengan simbol-simbol filosofis yang mencerminkan perseteruan antara tokoh antagonis dan protagonis.
Sejarah telah membuktikan bahwa wayang pernah menjadi media pendidikan jitu yang dipakai Walisongo untuk menyebarkan dakwah Islamiyah di tanah Jawa. Wayang juga sarat dengan kadungan nilai sakral. Nilai yang ada sangatlah banyak, tetapi semua itu tidak pernah lepas dari nilai-nilai pendidikan.
Pendidikan yang ditekankan dalam kesenian wayang adalah pendidikan seumur hidup. Manusia harus bisa memahami bahwa dirinya merupakan Khalifah fil ardhi dengan misi khusus untuk memelihara dan mengatur bumi seisinya.
Mengenal Figur Punakawan:
Pagelaran wayang kulit tidak akan pernah sempurna bila tidak dilengkapi dengan kehadiran Panakawan Menurut sejarah, wayang panakawan adalah hasil buah tangan Sunan Kalijaga di tengah-tengah kesibukan beliau menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Karena beliau berlatar belakang ulama Islam, maka beliau menempatkan ajaran Islam sebagai ladang luas dan referensi utama yang di dalamnya penuh dengan solusi-solusi untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan.
Kentut Semar bukan sembarang kentut. Kentut Semar baunya luar biasa ‘jahatnya’, akan tetapi ajaib, bagi orang jahat yang mencium bau kentur Semar seketika itu juga menyadari perbuatan jahatnya. Kentut Semar bisa diartikan sebagai suara rakyat kecil yang memuat nilai-nilai kearifan dan kebenaran.
Salah satu sebutan untuk Petruk yang banyak kita kenal adalah Petruk Kontong Bolong ( saku yang berlubang), disebut demikian karena Petruk terkenal dermawan, suka infak, zakat dan sodakoh jariyah, sehingga sering dikatakan dheweke dewe luwe ora duwe apa-apa (dirinya sendiri sampai tidak punya apa-apa).
Dan masih banyak lagi ilmu yang bisa kita pelajari dari buku ini. Semoga budaya mendongeng kembali menjadi budaya masyarakat Indonesia di masa kini dan akan datang dengan harapan kebudayaan Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negerinya Sendiri. Amin.


Rabu, 30 September 2009

Batik

Perjuangan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia atas batik sebagai warisan budaya asli Indonesia tidak sia-sia. United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dipastikan akan mengukuhkan tradisi batik sebagai salah satu budaya warisan dunia asli Indonesia pada Oktober 2009 mendatang di Perancis.
Bicara masalah batik, Saya jadi teringat pada salah satu teenlit dengan judul Canting Cantik karya Dyan Nuranindya. Saya senang sekali membaca karya-karya pengarang muda Indoneia meskipun usia sudah tidak muda lagi. Mari kita ikuti cerita perjalanan hidup Melanie Adiwijaya dalam Canting Cantik. Begini ceritanya:

Melanie Adiwijaya punya hidup yang sempurna. Sebagai putri tunggal pengusaha mebel berlabel lokal ternama Aryo Adiwijoyo. Sejak kecil Mel punya cita-cita jadi model Internasional. Bermodal wajah cantik yang diwarisi dari ibunya yang berdarah Solo-Prancis dan tubuh ideal yang bikin iri setiap cewek. Melanie banyak dilirik oleh agency-agency untuk foto majalah atau catwalk. Tapi sayang, ia nggak pernah tertarik menjadi model lokal.
Impian Melanie akhirnya hancur ketika perusahaan ayahnya bangkrut dan Melanie terpaksa meninggalkan Jakarta untuk tinggal bersama Eyang Santoso di Yogyakarta. Disinilah babak baru kehidupan Melanie Santoso dimulai.
Eyang Santoso ternyata tidak tinggal sendirian. Beliau tinggal bersama anak-anak kos dengan penampilan aneh-aneh. Ada Dara, cewek tomboy dengan rambut di-higligt pink. Ada Saka, yang suka berpenampilan tradisional. Ada Ipank, anak gunung yang tempetramental. Ada Jhony, yang punya rambut kribo. Ada Aiko, cewek berwajah oriental yang doyan banget pakai minyak telon. Ada Dido, cowok berkaca mata tebal dengan rambut jingkrak. Ada Bima yang sangat pendiam.
Nasib mempertemukan Melanie dengan desainer kebaya, bernama Aryati Sastra yang getol mengajari Melanie menjahit. Dari Aryati sastra, Melanie banyak mendapat ilmu tentang batik dengan cantingnya, banyak belajar tentang keindahan budaya Indonesia, sampai akhirnya Melanie mampu berkarya di dalam keterpurukannya sejak usaha ayahnya bangkrut dan akhirnya meninggal dunia.
Dalam teenlit in I diceritakan tentang keberanian Melanie memadu batik dan kebaya yang tradisional sesuai dengan imaginasinya. Kebaya dipadukan dengan hot pants, kebaya dibuat tanpa lengan seperti rompi, kain jarik/batik dibuat celana dan batik dibuat sackdress dengan lengan balon.
Saat ini batik berani tampil beda, generasi muda semakin menggemari batik berani memadu padankan dengan segala sesuatu yang pada awalnya dianggap tabu. Berani memadukan unsur tradisional dan modern. Batik sekarang lebih berwarna, lebih gaul. Indah sekali.
Semoga batik mampu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Indonesia tercinta. Amin.

Selasa, 15 September 2009

Uang


Beberapa hari ini begitu banyak kesibukan yang berhubungan dengan uang, kegiatan rutin tahunan mendekati hari lebaran. Alhamdulillah mulai kemarin semua sudah selesai.
                Bicara masalah uang, jadi ingat perjalanan dua mata uang yang berbeda nilainya. Satu mata uang benilai 1.000 rupiah dan yang lain 100.000 rupiah. Mereka ke luar  dari percetakan uang Negara yang sama, dalam keadaan yang sama; mulus, licin dan berbau wangi tinta cetak. Bahan kertas yang dipakaipun tidak berbeda. Mereka berpisah di Bank, dan tiga bulan kemudian mereka bertemu di dompet seorang pegawai negeri golongan II. Uang  seratus ribuan masih licin, tetapi uang seribuan sudah kumal, berbau tak sedap dan beberapa tepinya sudah koyak. Gambarnya juga sudah mudah pudar. 
                Uang seratus ribuan kaget dan berseru: “Ya ampun mbak, lha kok kini kamu berbau begitu, khan baru tiga bulan kita berpisah? Memangnya kamu kemana saja?
                “Hmm … perjalanku panjang. Kamu sendiri bagaimana? Sahut si seribu rupiah.
                “Sekeluarnya dari bank, aku berada di dompet seorang pria kaya, dompetnya bber-merk, dari kulit yang wangi. Kemudian pindah ke dompet istri pria kaya itu. Dompetnya juga wangi. Dari dompet wanita itu aku berpindah-pindah ke dompet ibu-ibu arisan, tetapi selalu di tempat yang wangi-wangi, pada dompet branded yang mahal dan aku tidak pernah dilipat-lipat maupun diremas-remas …” katanya dengan bangga.
                “Nasibku lain.” Kata seribu rupiahan. “Aku berpindah-pindah dari tukang sayur, ke tukang daging, tukang sampah, pengemis dan tempat uang mereka rata-rata kumal, bau, lebih parah mereka suka melipat dan meremas ketika membawaku ke luar-masuk dompet. Tapi, bagaimanapun petualanganku sering menyenangkan, karena aku lebih sering bertemu rekan senilaiku pada hari minggu di tempat-tempat ibadah dan dipengajian-pengajian kampung. Aneh ya, di tempat itu saya tidak pernah bertemu denganmu dan jarang sekali bertemu dengan rekan senilaimu. Memang kamu ndak pernah dibawa ke tempat-tempat ibadah ya?”
                Dua mata uang yang sama bahannya ketika ke luar dari percetakan itu memang mengalami perjalanan yang berbeda. Cerita ini mengingatkan saya akan nilai rupiah yang sering di budidarmakan dalam pengajian dan di Masjid. Seribu rupiah memang tampaknya lebih mudah direlakan orang untuk di budidarmakan atau di shodakohkan ketimbang seratus ribu rupiah.
                Saya tidak memasalahkan nilai uangnya karena kemampuan dan kesadaran orang tidak sama.  Saya hanya ingin berbagi cerita bahwa barang-barang yang kecil dan murah memang relatif lebih mudah kita lepas ketimbang barang yang berharga  atau mahal. Bagaimana dengan Anda?


Minggu, 13 September 2009

Kunci Menuju Kebahagiaan Sejati


Beberapa bulan yang lalu, pada saat ada kegiatan di Surabaya saya sempatkan mampir ke toko Buku Togamas DTC Surabaya sebelum tutup dan pindah ke Margorejo. Salah satu buku yang menarik perhatian saya  adalah buku karangan Jack Canfield dan D.D. Watkins dengan Judul Kunci Menuju Kebahagian sejati. Sebelumnya saya telah mendapat hadiah buku best seller dengan judul The Secret karangan Rhonda Byme dari Tante saya.
Saya sangat bahagia akhirnya apa yang saya pikirkan selama saya mengajar fisika mendapat jawabnya.  ”Ketika kita siap menjadi murid, alam semesta akan menyiapkan gurunya”. Subhanallah.
            Mari kita pelajari bersama isi buku ini:
Anda selalu berada dalam keadaan mencipta. sudah sejak dulu begitu. Di setiap saat, setiap hari. Anda menciptakan realita Anda. Bersamaan dengan setiap pikiran, anda menciptakan masa depan Anda; baik anda sadari maupun tidak. Anda tidak bisa beristirahat dan memutuskan untuk tidak mencipta karena penciptaan tidak pernah berhenti. Hukum Tarik-Menarik tidak pernah berhenti bekerja.
Jadi pemahaman akan cara kerja hukum ini adalah kunci dasar bagi keberhasilan Anda. Jika Anda ingin mengubah hidup Anda, dan memberdayakan diri untuk menciptakan masa depan yang menakjubkan, Anda perlu mengerti peran Anda dalam Hukum Tarik-Menarik.
Cara kerja Hukum Tarik-Menarik: Kemiripan menarik kemiripan.
1.     Jika Anda merasa gembira, bersemangat, bergairah, bahagia, senang, penuh pengharapan, atau berkelimpahan, Berarti anda telah mengirimkan energi positif.
2.     JIka Anda merasa bosan, cemas, tertekan, marah, dendam atau sedih. Berarti Anda mengirim energi negative.
Perlu Anda pahami bahwa; semesta akan merespon kedua getaran itu dengan antusias. Semesta tidak dapat memutuskan mana yang terbaik bagi Anda. Semesta hanya mampu merespon energi apapun yang anda kirimkan padanya, dan semesta akan memberikan lebih banyak energi yang sama pada anda.
Apapun yang Anda pikirkan dan rasakan pada suatu saat tertentu, pada dasarnya adalah permintaan Anda akan hal-hal serupa kepada semesta. Karena getaran energi Anda akan menarik kembali energy dengan frekuensi yang sama kepada anda. Anda perlu memastikan bahwa anda mengirim energi, pikiran dan perasaan yang selaras atau beresonansi dengan apa yang ingin Anda alami, lakukan atau menjadi. (Aplikasi kompetensi dasar Getaran dan Gelombang)
Frekuensi energi Anda perlu selaras dengan apa yang ingin Anda tarik ke dalam hidup Anda. Jika anda ingin menarik cinta dan kegembiraan dan keberhasilan, frekuensi getaran cinta, kebahagiaan dan kesuksesan yang perlu Anda Ciptakan.
A.    Anda adalah energi
Anda adalah sekumpulan energi cerdas yang berjalan dan berbicara dalam bentuk tubuh manusia.
B.     Pikiran adalah benda
Pikiran Anda adalah unit energi yang bisa diukur. Pikiran adalah impuls listrik biokimiawi. Pikiran adalah gelombang energi yang sejauh kita tahu menembus semua ruang dan waktu.
Pikiran Anda sangat berdaya.
Mereka riil, mereka bisa diukur, mereka adalah energi.
C.     Emosi anda adalah kunci.
      Emosi adalah komponen penting dalam penerapan Hukum tarik Menarik. Belajarlah mendengarkan emosi-emosi adalah system umpan balik internal yang memberitahukan respon organ-organ tubuh kepada keadaan getaran yang sedang Anda ciptakan.
D.    Fokus pada hal Yang positif
      Buatlah keputusan yang sadar untuk berfokus pada hal yang positif. Kita memiliki kehendak bebas, dan kita memutuskan ke mana kita ingin memusatkan energi dan perhatian. Semesta hanya memantulkan kembali kepada kita.
E.     Kelimpahan
      Apapun yang anda inginkan dapat mengalir dengan mudah ke dalam hidup anda jika Anda mengerti dan menerapkan Hukum Tarik-Menarik.
Kelimpahan bukan terletak pada apa yang kita miliki tetapi apa yang kita nikmati (John Petit-Senn)
F.     Tujuan dan Passion
      Kita masing-masing dilahirkan dengan sebuah tujuan hidup yang unik. Kita semua ada di dunia ini untuk suatu maksud, dan kita semua ada disini untuk saling melayani.
G.    Merumuskan Impian
            Pikirkan dalam-dalam apa yang ingin Anda ciptakan di dalam hidup Anda. Sentuhlah kebenaran di dalam diri Anda, impian dan tujuan yang otentik serta hasrat dengan sepenuh hati.
                  Anda berhak mendapat apapun yang sungguh-sungguh Anda inginkan di dalam hidup, dan semua impian Anda  adalah sah jika mereka penting bagi Anda. Tidak menjadi masalah apakah impian Anda adalah sebuah relasi yang romantic, mobil baru, keterampilan baru, liburan, atau kemakmuran keuangan.
H.    Menghidupi Hukum Tarik menarik
      Langkah pertama dalam menghidupi Hukum Tarik menarik adalah memahami cara kerjanya di dalam hidup kita.
Kita juga harus punya waktu untuk merumuskan tujuan, impian, dan sasaran hidup kita, serta menjelaskan apa yang kita ingin tarik ke dalam hidup kita.
I.       Peneguhan
            Penggunanaan kalimat peneguhan adalah salah satu cara yang paling berdaya untuk menciptakan kecocokan getaran dengan apa yang Anda tarik ke dalam hidup Anda.
J.       Visualisasi
     Latihan dan tehnik-tehnik visualisasi mempunyai kekuatan yang luar biasa. Sekarang beberapa psikolog menyatakan bahwa visualisasi selama satu jam setara dengan tujuh jam upaya fisik. Perlu kita ingat bahwa akal bawah sadar tidak dapat membedakan antara pengalaman sesungguhnya dengan penglaman yang dibayangkan dengan amat sangat hidup. Akal bawah sadar tidka dapat membedakan antara peristiwa yang Anda ingat, yang Anda lakukan dengan pura-pura, atau yang sungguh-sungguh Anda alami.
K.     Sikap
Sikap adalah energi yang Anda bawa ke dalam ruangan. Anda dapat mengubah sikap anda dan mengubah hidup anda. Sikap terbaik yang bisa anda miliki adalah syukur dan penghargaan. Dengan sungguh-sungguh bersyukur atas apa yang sudah ada dalam hidup Anda otomatis menarik lebih kebaikan ke dalam hidup anda.
L.      Doa dan meditasi
      Setiap hari, luangkan waktu untuk menjauh dari kesesakan dan suara. Melalui doa, meditasi dan kontemplasilah kita bisa mendengar suara di dalam diri kita sendiri, Inilah saat untuk berhenti sebentar dan bukan hanya berhubungan dengan Tuhan tetapi juga dengan diri kita sendiri dan akal bawah sadar kreatif kita.
M.  Tindakan
      Mulailah dengan membuka akal dan hati. Sapu bersih keragu-raguan.      Kemudian setiap hari, lakukan tindakan yang akan menggerakkan anda menuju tujuan Anda serta pemenuhan impian-impian Anda.   
N.    Percaya
            Anda telah belajar untuk menyiapkan lahan. Anda harus menanam benih dan menciptakan lingkungan yang akan memelihara pertumbuhan dan perkembangan mereka.. Anda harus memiliki iman. Anda harus percaya semuannya akan terjadi, dan serahkan kepada Tuhan. Bersedialah untuk bertindak. Sekali Anda berkomitmen dengan impian Anda, Hukum Tarik Menarik akan mengurus sisanya. Hidup akan menghadirkan orang-orang, situasi, dan apapun yang diperlukan untuk mewujudkan impian Anda.
     Sudah terlalu lama kita hidup dalam ketidaktahuan, sepenuhnya tidak menyadari betapa berdayanya diri kita sesungguhnya, sekarang saatnya untuk mengklaim kembali kekuatan kita. Sekarang saatnya sepenuh tanggung jawab atas hidup kita dan keadaan dunia yang kita tinggali. Sekarang saatnya untuk mengklaim kembali kegembiraan dan kelimpahan yang menjadi hak kita.
            Anda ingin hidup dipenuhi cinta, bahagia dan kelimpahan di sinilah kuncinya.
Judul                          : Kunci Menuju Kebahagiaan Sejati
Karangan                  : Jack Canfield dan D.D. Watkins
Jumlah Halaman     : 186 hal
Penerbit                    : PT> Gramedia Pustaka Utama
Harga                         : Rp. 40.000,-


Kunci Menuju Kebagiaan Sejati

Kunci Menuju Kebahagiaan Sejati