Posting Terbaru

Minggu, 22 Maret 2009

LAMBANG @ PADA E-MAIL


Alhamdulillah, hampir 80% siswa kelas X Jurusan Mesin dan Listrik sudah memiliki email, tentu semua ini membuat kebanggan tersendiri bagi sekolah. Akan tetapi, kita semua tetap harus terus mempelajari sejarahnya, dengan harapan dapat menghargai penciptanya.
Tahukah kalian siapa penemu lambang @ pada e-mail atau sering dilafalkan dengan kata “at”?. Beliau adalah Ray Tomlison, seorang insiyur pendiam yang menemukan lambang tersebut. Beliau bekerja pada sebuah orgnisasi bernama BBN. Di perusahaan itulah, pada tahun 1972, Ray menjadi orang pertama yang sukses mengirimkan email pertama pada dua mesin. Tentu pada masa itu, Ray belum berpikir bahwa email yang diciptakannya akan menjadi salah satu penemuan penting di dunia.
Oleh karena itu, ia pun tak perlu bersusah–susah saat memilih pungtuasi alias tanda yang dibutuhkan sebagai kode pengiriman email tersebut. Maka, Ray mengaku dirinya tak berpikir panjang untuk memilih lambang @ saat itu.”Karena saya yang pertama menemukan, jadi saya bisa leluasa memilih pungtuasi yang saya inginkan. Beliau memilih lambang @ karena lambang ini, lumayan membantu, sebab mirip huruf a untuk address atau alamat lembaga pemilik yang dituju”. Cerita Ray dalam catatan yang ditulis Katie Hafner dan Matthew Lyon dalam bukunya “Where Wizards Stay Up Late: The Origins of the Internet”.
Tanpa menggunakan huruf @, alamat email yang kita tuju tak bisa sampai pada sasaran.
Apapun alasan yang dibuat Ray, yang jelas, lambang @ saat ini telah menjadi lambang yang sangat penting dalam dunia internet. Dan, lebih jauh dari itu, lambang itu kini bisa menjadi lambang yang telah mengubah peta tehnologi dunia secara umum. Jadi jangan anggap remeh penemuan yang Anda lakukan, bisa jadi, suatu saat kelak, apapun bentuk penemuan itu, asal berguna bagi orang lain, akan berguna juga bagi dunia.

BELAJARLAH PADA TIKUS


Jangan anggap remeh binatang pengerat yang satu ini. Meskipun kita seringkali merasa geli melihatnya, akan tetapi ada kelebihan tikus yang perlu kita pelajari sebagai bekal mengarungi kehidupan ini.
‘Spencer Johnson’ menjadikan tikus sebagi inspiratornya. Beliau menulis buku yang berjudul Who Moves My Cheese. Dalam buku tersebut beliau menceritakan pada prinsipnya manusia adalah makluk yang terlah terprogram oleh rutinistasnya. Tindakan-tindakannya selalu dikendalikan oleh kebiasaan-kebiasaannya (habit). Artinya manusia cenderung berorientasi pada masa lalu (kebiasaan-kebiasaan).
‘Cheese’ (keju) diartikan sebagai sesuatu yang dicari manusia. Bisa berupa kebahagiaan, makanan, rejeki, harta atau apa saja. Maka ketika manusia menemukan sesatu, dan itu berulang-ulang selalu ada di suatu tempat, ia pun akan terus datang ke tempat tersebut secara otomatis. Mula-mula Anda membentuk kebiasaan (habit), tapi lama-lama kebiasaan membentuk Anda.
Lalu bagaimana jika ‘Cheese’ itu tiba-tiba tidak ada di sana?. Pasti! Manusia cenderung akan complain, berteriak meminta agar siapa saja yang mengambil mengembalikannya.
Namun bagaimaNA jika ‘Cheese’ yang ditunggu-tunggu tetap tidak pernah ada di sana?. Mereka memilih diam , mereka seakan kahabisan akal. Satu-satunya yang tersisa tinggal harapan, yaitu harapan ‘cheese’ itu akan datang kembali lagi. Maka merekapun menunggu, dan menunggu, sampai mereka menjadi tua, renta dan bodoh.
Bagaimana dengan tikus?
Tukus selalu digambarkan sebagi hewan yang rajin dan cerdik. Ketika ‘Cheese’ itu tiba-tiba hilang, tikus tidak tinggal diam, melainkan terus bergerak dan mengendus ke depan. Berhari-hari mereka mencari jalan baru, jika ‘cheese’ yang dicari tidak ditemukan, mereka terus mencari dan bergerak tanpa pernah putus asa.
Sampai suatu ketika mereka menemukan sumber makanan di tempat yang sama sekali berbeda. Tikus menemukan sesuatu yang baru, karena berorientasi pada tindakan dan tidak takut bereksperimen.
Pelajaran yang bisa diambil, jangan mudah putus asa. Beranilah bereksperimen dan mencari cara-cara baru dan bertindak (melakukan action). Manusia tikus adalah manusia yang tidak berdiam diri, selalu bergerak ke depan mencari cara-cara baru dan jalan-jalan baru.

Sabtu, 21 Maret 2009

PROFESOR PONARI


Seperti biasa malam itu kubuka e-mailku, tapi ada satu yang menarik perhatianku, Ponari Sweat. Apalagi ini … ?. Ada-ada saja satria ini, masa tugas belajar Gejala-gejala alam Abiotik diisi dengan artikel Ponari Sweat, tapi… menarik juga untuk dipelajari. Makasih Satria.
Belum juga kupahami artikel Satria, malam berikutnya muncul sms Ryan, ternyata…isinya berita tentang Ponari sweat. Ha..ha.. inilah asyiknya jadi guru, memiliki siswa dengan banyak ide dan kreatifitas.
Mari kita buka artikel kiriman Satria berikutnya, ada yang menarik perhatianku, “Gelar Profesor”, ini lebih bikin penasaran. Kak Seto saat ini sedang mengusahakan gelar Profesor buat Ponari, ah masa iya…?. Tapi jika benar, pasti masuk MURI-nya Kang Jaya Suprana, atau bahkan masuk Musium Of the record. Hebat…hebat!.
Indigo. Hari ini ada yang nulis di Wartegnya Surya tentang teori Indigo, lagi-lagi idenya dari Ponari. Tapi sayang aku lagi ndak ada ide buat mikir ke-indigoannya Ponari. Tapi andai aku punya siswa seperti Ponari, pastilah sudah kucubit. Habis setahuku dia lebih asyik dengan Nokia N95-nya daripada berbagi ilmu denganku. Bisa hilang kesabarannku. Alhamdulillah Ponari bukan siswaku. Kasihan guru-guru Ponari, semoga beliau diberi kesabaran oleh Allah SWT, Amin!.
Mengajar anak indigo?. Pastilah dibutuhkan kesabaran tersendiri. Ndak usah Ponari, siswa-siswaku saja, kuyakini banyak yang indigo. Bagaimana ndak indigo, sebagian besar sering membuat habis kesabarannku meskipun aku tahu mereka pasti memiliki kelebihan disamping kenakalan yang sering tertangkap inderaku. Makanya jadi guru di abad platinum ini harus ektra sabaaar!.
Seberapa besar energi yang dihasilkan oleh batu Ponari?. Ini mungkin lebih menarik untuk dipelajari,….tapi sayang energiku rupanya sudah habis. Ayo siapa mau membantuku menghitung energi batu Ponari?.
Atau kalau perlu kita pinjam alat yang digunakan oleh Prof. Masaru Emoto dari Jepang, yang menulis buku tentang “The True Power of Water”. Tapi ngomong-ngomong beliau sudah dengar tentang Ponari belum ya?. Kalau sudah pastilah semakin seru perburuan berita tantang Ponari. Ya kita tunggu perkembangan berikutnya.
Prof. Yohannes Surya yang telah berhasil mencetak juara olimpiade Fisika dunia, selama ini belum muncul pendapatnya. Seperti apa pendapatnya?.
Pasti akan lebih seru lagi. Kak Seto Vs Yohannes Surya Vs Masaru Emoto. Perseteruan antara; psikolog, fisikawan dan ilmuwan. Kita tunggu hasilnya!
Dan yang pasti kita tunggu munculnya ‘Profesor Ponari”

Rabu, 18 Maret 2009

SEJARAH ADZAN


Tahukah kalian, jika adzan yang kita dengar sebagai tanda waktu solat berasal dari impian Rasulullah?. Mari kita simak cerita berikut ini.
Alkisah pada saat Rasulullah menetap di Medinah, beliau membangun masjid dan melaksanakan shalat berjama’ah. Di masa itu kaum muslimin selalu mengintai dan mengira-ngira waktu shalat kemudian pergi ke masjid untuk mengikuti shalat berjama’ah. Tetapi masalah iTu tidaklah mudah, maka ada yang kadang ketinggalan shalat berjama’ah atau terlambat karena kurang pandai memperkirakan waktu.
Rasullullah berpikir serius tentang bagaimana cara mengumpulkan orang-orang untuk shalat berjama’ah? Orang-orang Islampun mulai memikirkan solusi praktis untuk mengatasi masalah ini. Ada yang mengusulkan kepada Nabi supaya beliau mengibarkan bendera ketika shalat tiba. Ketika orang-orang Islam melihat benderA itu, mereka menginformasikan kepada yang lain, sehingga mereka semua datAng ke masjid. Akan tetapi nabi tidak tertarik dengan ide ini. Kelompok kedua mengusulkan agar mereka meniup terompet ketika waktu shalat tiba. Namun beliau tidak tertarik dengan ide ini. Dan beliau bersabd; “Itu adalah tradisi yahudi’.
Masalah itu tetap ada dan belum ada solusinya. Lalu Abdullah bin Zaid pulang ke rumah sambil memikirkan apa yang sedang dipikirkan oleh rasullullah. Kemudian tidur dan memikirkan masalah itu. Ternyata ia bermimpi melihat adzan.
Keesokan harinya Abdullah bin Zaid menemui Rasulullah dan berkata: “ Ya Rasulullah, sesungguhnya semalam ada orang berbaju rangkap berwarna hijau berkeliling dan bertemu denganku sambil membawa lonceng.
Lalu aku bertanya: “Hai Hamba Allah, apakah kamu menjual lonceng ini?”
“Untuk apa?” katanya.
“Untuk memanggil orang-orang ke tempat shalat” jawabku.
Lalu orang itu berkata: “Maukah aku tunjukkan padamu sesuatu yang lebih baik dari itu?”
“Apa itu” tanyaku.
Ia menjawab”Kamu bias mengucapkan: “Allahu Akbar Allahhu Akbar …. Sampai akhir Adzan.”
Kemudian ia mundur jauh, lalu berkata: “Jika hendak menunaikan shalat, ucapkanlah: “Allahu Akbar Allahu Akbar ….sampai akhir iqamat.”
Kemudian Rasulullah bersabda: “Itu adalah mimpi yang benar (hak), insya Allah. Berdirilah bersama Bilal dan bacalah apa yang kamu lihat di dalam mimpimu agar dikumandangkan olehnya. Karena suaranya lebih merdu daripada suaramu.”
Kemudian Abdullah bin Zaid berdiri bersama Bilal dan menyampakan Adzan padanya, kemudian Bilal mengumandangkannya.
Sementara itu Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”
Omongan jiwa sepanjang siang dan menjelang tidur adalah salah satu pendorong, memicu dan menyebab mimpi.
Oleh karena itulah mimpi dapat menjadi salah satu cara untuk melahirkan ide-ide inovatif.

Sabtu, 07 Maret 2009

Setiap Insan Adalah Special


Alkisah, disebuah kelas sekolah SMK, bu guru memulai pelajaran dengan topik bahasan, "Setiap insan adalah spesial". Kehadiran manusia di dunia ini begitu berarti dan penting. "Anak-anakku, kalian, setiap anak adalah penting dan spesial bagi ibu. Semua guru menyayangi dan mengajar kalian karena kalian adalah pribadi yang penting dan spesial. Hari ini ibu khusus membawa stiker bertuliskan warna merah "Aku adalah spesial". Kalian maju satu persatu, ibu akan menempelkan stiker ini di dada sebelah kiri kalian". Dengan tertib anak-anak maju satu persatu untuk menerima stiker dan sebuah kecupan sayang dari bu guru mereka. Setelah selesai, bu guru melanjutkan "Ibu beri kalian masing-masing tambahan 4 stiker. Beri dan tempelkan 1 kepada orang yang kalian anggap spesial, sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih dan kemudian serahkan 3 stiker lainnya untuk diteruskan kepada orang yang dirasa spesial pula olehnya, begitu seterusnya. Mengerti kan.......".
Sepulang sekolah, seorang murid pria mendatangi sebuah kantor, diapun memberikan stikernya kepada seorang manajer di sana. "Pak, bapak adalah orang yang spesial buat saya. Karena nasehat-nasehat yang Bapak berikan, sekarang saya telah menjadi pelajar yang lebih baik dan bertanggung jawab. Ini ada 3 stiker yang sama, bapak bisa melakukan hal yang sama, memberikannya kepada siapapun yang menurut bapak pantas menerimanya".
Lewat beberapa hari, manajer tersebut menemui pimpinan perusahaannya yang emosional dan sulit untuk didekati. Tetapi mempunyai pengetahuan yang luas dan telah memberi banyak pelajaran hingga dia bisa menjadi seperti hari ini. Awalnya sang pemimpin terkesima, namun setelah mengetahui alasan pemberian stiker itu, dia pun menerimanya dengan haru. Sambil mengangsurkan si manajer berkata,"Ini ada 1 stiker yang tersisa. Bapak bisa melakukan yang sama kepada siapapun yang pantas menerima rasa sayang dari bapak". Sesampai di rumah, bergegas ditemui putra tunggalnya. "Anakku, selama ini ayah tidak banyak memberi perhatian kepadamu, meluangkan waktu untuk menemanimu. Maafkan ayahmu yang sering kali marah-marah karena hal-hal sepele yang telah kamu lakukan dan ayah anggap salah. Malam ini, ayah ingin memberi stiker ini dan memberitahu kepadamu bahwa bagi ayah, selain ibumu, kamu adalah yang terpenting dalam hidup ayah. Ayah sayang kepadamu". Setelah kaget sesaat, si anak balas memeluk ayahnya sambil menangis sesenggukan. "Ayah, sebenarnya aku telah berencana telah bunuh diri. Aku merasa hidupku tidak berarti bagi siapapun dan ayah tidak pernah menyayangiku. Terima kasih ayah". Mereka pun berpelukan dalam syukur dan haru serta berjanji untuk saling memperbaiki diri.
Anak-anakku sekalian,
Kehidupan layaknya seperti pantulan sebuah cermin. Dia akan bereaksi yang sama seperti yang kita lakukan. Begitu pentingnya bisa menghargai dan menempatkan orang lain di tempat yang semestinya. memuji orang lain dengan tulus juga merupakan ilmu hidup yang sehat, bahkan sering kali pujian yang diberikan disaat yang tepat akan memotivasi orang yang dipuji, membuat mereka bertambah maju dan berkembang, dan hubungan diantara kitapun akan semakin harmonis, mari kita mulai dari diri kita sendiri, belajar memberi pujian, menghormati dan memperhatikan orang lain dengan tulus dengan demikian kehidupan kita pasti penuh gairah, damai dan mengembirakan.

Kebahagiaan Ada di Hati


“Happiness is state of consciousness which proceeds from the achievements of one’s values. – Kebahagiaan seseorang adalah pemikiran yang berasal dari pencapaian nilai dirinya,”
Ayu Rand.
Bahagia adalah perasaan yang selalu ingin kita rasakan. Tetapi kita pasti kecewa jika berharap orang lain atau sesuatu di luar diri kita akan membawakan rasa bahagia. Sebenarnya kebahagiaan itu berasal ada di dalam diri kita masing-masing dan mudah mendapatkannya.
Untuk mendapatkan kebahagiaan terlebih dulu definiskan arti kebahagiaan menurut versi Anda, sebab setiap orang mempunyai definisi berbeda-beda tentang kebahagiaan. Seorang pebisnis mungkin merasa bahagia jika ia berhasil mencapai sukses besar. Tetapi bagi seorang guru melihat siswanya mau berjuang untuk mengembangkan seluruh potensinya menjadi kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
Lalu bagaimana definisi kebahagiaan agar kita bahagia? Kesederhanaan, artinya Anda tak harus memiliki yang terbaik. Karena hidup ini bukan pertandingan dimana yang terkuat atau tercepat akan menjadi pemenangnya. Ilustrasi kisah berikut ini mungkin dapat membantu Anda bagaimana memahami arti kesederhanaan.
Ada seorang lelaki tua tiba di sebuah desa setelah melalui perjalanan panjang yang melelahkan. Seorang arif dan kaya raya mempersilahkan lelaki tersebut mampir sejenak ke rumahnya. Kemudian pria kaya tersebut menghidangkan beraneka macam minuman dan masakan.
Lelaki tua itu hanya memandangi semua makan lezat dan minuman yang terhidang. Dengan santun ia bertanya, “Bolehkah saya meminta secangkir kopi?” Sebuah permintaan yang sangat sederhana.
“Hanya itu?” kata sang pemilik rumah kembali bertanya.
“Ya Tuan, hanya itu,” jawab lelaki tua tersebut.
Kemudian lelaki itupun langsung meminum segelas kopi yang telah dihidangkan. Nampak ia betul-betul menikmati setiap teguk kopi yang ia minum sampai habis. Melihat pemandangan tersebut membuat sang pemilik rumah menawarkan secangkir kopi lagi. Tetapi lelaki tersebut menolak dengan bahasa yang sangat santun.
“Kenapa?” tanya sang pemilik rumah keheranan.
“Karena saya tidak ingin kenikmatan dari secangkir kopi yang sebelumnya akan berkurang,” jawab lelaki tersebut sambil tersenyum.
Dari kisah tersebut dapat kita pahami bahwa kunci kebahagiaan ada pada kesederhanaan, cukup untuk diri Anda dan dapat Anda nikmati. Contohnya menggunakan handphone di era informasi saat ini sudah sangat diperlukan, tetapi bukan berarti harus selalu keluaran terbaru.
Jangan pula menghubungkan kebahagiaan dengan materi, jabatan, bisnis besar, ketenaran, atau hal-hal yang bersifat duniawi lainnya, karena hanya akan menyebabkan hati hampa. Dalam kehidupan sehari-hari pasti Anda pernah mendengar orang kaya yang meninggal bunuh diri. Banyak juga yang gila karena sengketa harta.
Mensyukuri apa yang Anda miliki adalah sumber kebahagiaan yang berasal dari dalam. Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki, atas keluarga, orang tua, pasangan, pekerjaan, umur, bahkan kekurangan yang Anda miliki. Ketika Anda mampu bersyukur atau dapat melihat dan merasakan sisi positif dari apapun yang Anda alami atau miliki, berarti Anda akan mudah menemukan kebahagiaan.
Kemampuan untuk selalu bersyukur berkaitan erat dengan keyakinan terhadap Tuhan YME. Oleh sebab itu tingkatkan kekuatan spiritual, misalnya lebih tekun beribadah dan melibatkan diri dalam aktifitas spiritual. Sementara itu tingkatkan pula ilmu pengetahuan. Kekuatan spiritual dan ilmu pengetahuan akan membantu Anda bersyukur dan optimis bahwa esok pasti lebih baik dan bahagia.
Selain itu, kurangi porsi berita, karena sebagian besar berita yang sering kita jumpai adalah berita buruk. Hanya sebagian kecil diantara berita yang berseliweran tersebut bermanfaat dan inspiratif bagi kehidupan kita. Pilihlah berita yang inspiratif dan menambah wawasan hidup Anda.
Tambahlah porsi humor dalam kehidupan Anda. Dengarkan atau bacalah cerita-cerita lucu yang membuat Anda tertawa. Kata orang, humor sangat efektif membuat kita tertawa sehingga merasa lebih baik. Apalagi jika kita mampu mentertawakan diri sendiri.
“Hanya ada satu kebahagiaan dalam hidup ini, yakni mencintai dan dicintai,” kata George Sand (1804-1876), seorang penulis berkebangsaan Perancis. Oleh sebab itu perbaikilah hubungan dan cintai orang lain seakan-akan Anda tak pernah tersakiti. Ekspresikan perasaan cinta, kasih sayang dan persaudaraan terhadap orang-orang di sekitar Anda, misalnya terhadap rekan-rekan, tetangga, siswa-siswa, guru-guru dan lain-lain.
Sebenarnya untuk merasa bahagia dibutuhkan kemauan Anda saja. “Most people are about as happy as they make up their minds to be. – Orang-orang merasa bahagia ketika mereka memutuskan untuk berpikir mereka bahagia,” kata Abraham Lincoln.
Bahagia atau tidak semua itu tergantung pada pilihan Anda sendiri. Bila Anda memilih untuk bahagia, tak akan sulit mendapatkannya karena kebahagiaan itu ada di dalam diri Anda sendiri. Jadi jangan pernah khawatir tidak mendapatkan kebahagiaan, tetapi khawatirlah Anda tak pernah mendapatkan kesempatan untuk hidup bahagia.

Selasa, 03 Maret 2009

Tiga Cewek Jagoan XTPfL3

Trisna sudah mampu menyelesaikan madingnya, kapan Kalian berdua ma Risa menyelesaikan madingnya. Massa kalah ma Trisna & Windi. Malu khan?!. Lusa tugasnya bertambah satu. Buat mading on-line. Berani jawab tantangan saya?.

Senin, 02 Maret 2009

Paijo Seorang Pembelajar

Episode 1
Seperti biasa hari ini Paijo terlambat lagi, pasti jawabannya karena dia harus membatu membuka kios dan menata dagangan orang-orang di pasar. Seharusnya sebagai guru saya harus bersikap adil pada semua murid-muridku, tapi selalu saja aku tak mampu menghukum Paijo.
Paijo hanyalah seorang pelajar di sebuah SMK di sebuah kota kecil di Jawa Timur. Bapaknya sudah lama meninggal, dia tinggal bersama ibu dan adiknya di sebuah rumah yang bisa dibilang teramat sangat sederhana di sebuah gang buntu.
Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ibu serta adiknya, terpaksa mencari uang dengan membantu para pedagang membuka dan menutup bedak / kiosnya. Malam dia membatu memasarkan nasi dan gorengan di rumah sakit. Lumayan bisa buat tambah beli beras ibunya. Tapi semua itu dikerjakan dengan penuh semangat.
Tapi jangan tanyakan isi otaknya, nilai Fisika tak pernah kurang dari Sembilan. Diantara kesibukannya mencari nafkah tak pernah lupa membaca. Bahan bacaan di perpustakaan sekolah hampir semua pernah dibacanya; buku fiksi, tehnologi, agama, buku-buku motivator Indonesia maupun dunia serta yang lainnya. Kadang sampai hapal harganya.
Tugas sekolah tak pernah lalai dikerjakan , tulisannya sangat rapi dan dia sangatlah kreatif meskipun hidup dalam keterbatasan. Sehingga jangan salahkan saya, jika saya tak mampu menghukum keterlambatannya. Paijo memang beda.
Siswa yang lain mungkin akan marah-marah karena mendapat hukuman kalau terlambat, tapi dia tetap tegar dihukum seberat apapun. Di syukurinya seluruh keterbatasan yang dia miliki, yang penting masih bisa sekolah. Dia tak pernah mengeluh. Saya, gurunya sering harus belajar banyak padanya tentang ketegaran menghadapi hidup.
Suatu waktu ketika ada tugas membuat mading dinding pelajaran IPA dia sangat bersemangat mencari tambahan ilmu di internet.
Bu: “Ternyata dengan uang seribu saya bisa membuat email, mencari artikel serta mengirimkannya! Hebat ya bu saya bisa buat email! “, Aku hanya bisa tersenyum. Paijo akhirnya mampu mendunia. Bahagia sekali dia.
“Jo, Lusa jika kamu punya uang lagi buka blog ibu, beri komentar, hukumnya wajib!’, Kataku.
Seperti biasa pagi-pagi saya sudah ada di sekolah. Tiba-tiba, “Bu, …Bu fotonya saya ada diinternet. Cakep ya bu, siapa….. Paijo gitu lho!. Makasih bu, telah menduniakan foto kegiatanku’, Kata Paijo mengejutkanku.
“Begitu saja bangga?. Belum apa-apa Jo!”. Balasku.
“Hari ini fotoku yang mendunia, tapi lusa, tunggu karya terbaikku ya bu, tenang bu tenang, sabaaar!”, katanya sambil berlari. Begitulah keseharian Paijo. Meskipun hidup dalam keterbatasan tapi selalu ceria. Mensyukuri setiap apa yang diberikan Tuhan padanya.
Haripun terus berganti. Bumi tak pernah lupa pada tugasnya ‘tuk berotasi. Matahari selalu setia untuk berbagi energi. Alampun selalu menyediakan oksigen gratis untuk dinikmati. Tapi lagi-lagi si Paijo mengusik kebahagianku menikmati indahnya pagi.
“Bu, ternyata benar, seribu rupiah bisa buat blog. Blogku sudah jadi bu. Tapi fotonya belum ada. Lusa aku mau buat artikel tentang apa saja yang menarik minatku. Kirimi saya foto yang ada di dokumen ibu di e-mail , ya?. Jangan lupa! Saya tunggu”. Katanya sambil setengah memaksa.
“Manis dirimu, Jo…Jo!”. Balasku. “Dasar Paijo!, gerutuku.
“Ha…ha…. Salah siapa?, memberi tugas harus tanggung jawab !’, katanya sambil berlari.
Meskipun Paijo baru mampu membuat blog kosongan, tapi semua itu telah mebuatku bahagia. Karena internet belum masuk ke sekolahku. Anak-anak terpaksa ngenet di warnet. Kasihan deh mereka. Tapi aku terus menerus bersyukur dengan adanya keterbatasan ini. Saya yakin, suatu saat Pajo akan mampu berkarya secara maksimal.
Di sekolahku ada Paijo-Paijo yang lain. Mereka kelihatan sangat menikmati tugas-tugas yang kuberikan. Hanya ada satu tekatku, ingin menduniakan karya dan kegiatan-kegiatan siswa-siswaku. Dengan harapan Paijo suatu saat mampu menjadi seorang pemimpin yang berdedikasi dan seorang pembelajar sejati. Amin.