Posting Terbaru

Selasa, 17 Mei 2011

Bidik Misi Unesa


Saya baru saja selesai sholat Magrib, tiba-tiba ada sms masuk. Ternyata sms dari Trisnawati siswa kelas XIITPfL3. Dia mengabarkan kalau diterima Bisik Misi Unesa. Belum selesai saya baca, tiba-tiba dia telpon sambil menangis bahagia, “Bu, saya diterima di Unesa. Saya bahagia sekali”.
                Perasaan saya waktu itu tidak bisa saya gambarkan. Saya sangat bahagia. Trisnawati sangat dekat dengan saya sejak kelas X. Meskipun berasal dari keluarga miskin yang berantakan, namun dia memiliki semangat belajar dan semangat hidup yang sangat luar biasa. Selama di SMP dan SMK dia menjadi anak asuh Bu Eny guru SMP negeri 2 Kertosono. Suatu saat akan saya ceritakan pada artikel tersendiri.

                Kabar gembira ini saya sebarkan ke teman-teman guru.  Pada saat selesai sholat Isya’ saya terus kepikiran bagaimana nasib Dwi Susanto. Dia merupakan siswa terbaik di kelas XIITM2. Pada saat perpisahan sekolah dia mendekati saya, dan terus menerus berharap saya tidak pernah lupa mendoakan dia diterima Bidik Misi Unesa. Waktu bercerita matanya berkaca-kaca. Saya sampai sesak nafas mendengarkan harapannya. Sehingga malam ini pikiran saya terus menerus tertuju pada Dwi. Sempat kawatir kalau sampai Dwi tidak diterima.
                Pada saat masih dalam keadaan merenung dan memohon kemudahan untuk kebaikan Dwi. Tiba-tiba ada sms masuk. Sms dari Dwi. Alhamdulillah dia diterima Bidik Misi Unesa. Rasanya tubuh saya melayang karena bahagia. Hati saya sangat lega. Lama sekali saya hanya bisa diam, teringat bagaimana Dwi dan Trisna terus menerus melakukan tehnik visualisasi di Unesa. Mereka berdua benar-benar memiliki keinginan untuk bisa melanjutkan belajarnya di Unesa.
                Sebenarnya sejak dua hari yang lalu saya terus menerus sms-an sama Trisna. Terutama mengabarkan nilai 10 pada bidang studi matematika yang telah mampu dia raih. Trisna senang sekali mendapat kabar bahagia dari saya. Kembali saya berharap dia memperbarui cerita biografinya. Cerita perjuangannya mampu menyelesaikan pendidikannya sampai  SMK bahkan hingga kuliah di Unesa. Meskipun sebagian sudah saya tuliskan di blog ini  dua tahun yang lalu. 
Untuk Trisna saya sangat optimis diterima di Unesa, karena keluarganya sudah di survey oleh Unesa. Sebenarnya masih ada satu lagi, yaituuNur’aini. Satu-satunya cewek dari jurusan Tehnik Pemesinan. Nur’aini keluarganya juga sudah disurvey sehingga saya optimis diterima di Unesa. Pengalaman tahun kemarin, Nanang Suroso keluarganya di survey ITS. Diterima Bidik Misi ITS. Berbeda dengan dwi Susanto, sampai kemarin keluarganya belum disurvey Unesa. Sehingga dia sempat pemisis. Begitu juga saya dan Pak Anam.
Pada awalnya Nur’aini sempat berkeinginan mendaftar di ITS namun Alhamdulillah dia mau menerima saran kami untuk mengambil jurusan Pendidikan Tehnik Pemesinan Unesa. Dan Alhamdulillah dia diterima. Nur’aini lebih pendiam berbeda dengan Trisna dan Dwi, sikapnya lebih hati-hati dan santun. Setiap hari ke sekolah naik sepeda onthel menempuh jarak lebih dari 10 km. Namun semua itu dia jalani dengan ikhlas. Subhanallah, Allah memudahkan perjuangannya melanjutkan belajar lagi.
Sayang sekali hari ini saya tidak bisa hadir ke sekolah, karena harus mengurus ijin pendirian PAUD (Pendidikan Anak usia Dini) ke Notaris. Meskipun seharusnya saya ada di SMK menghibur dan memotivasi mereka yang gagal kuliah melalui jalur Bidik Misi. Semoga anak-anak fokus pada kemudahan yang diberikan Allah dibalik setiap kegagalan. Bukan terpuruk merenungi kegagalan. Buang-buang waktu percuma. Meskipun kecewa bersifat manusiawi. Namun mereka harus kuat dan tidak patah semangat.
Semoga mereka masih ingat Hukum I Newton; “Setiap benda bersifat lembam, selalu ingin mempertahankan kedudukannya”. Begitu juga manusia. Kalaupun anak-anak sudah pernah bergerak  dan berjuang.  Meskipun kali ini mereka gagal,  mereka tetap harus melanjutkan perjuangannya. Jangan berhenti di tengah jalan. Insyaallah kemudahan itu akan datang. Amin.


               
               

Reaksi:

10 komentar:

  1. Jangan berhenti di tengah jalan, karena tidak seorang pun yang tahu ada apa di ujung jalan :)

    semoga anak2 didiknya tetap semangat berjuang untuk mendapatkan yang terbaik ya mba :)

    btw, lagi mau bikin PAUD ya? wah, kapan2 ceritain ya mba, saya juga kepengin tuh :D eh jangan2 sudah ditulis di sini tapi saya luput???

    BalasHapus
  2. kunjungan perdana nih, salam kenal dulu ya mba puspita..

    BalasHapus
  3. selamat utk anak2 didiknya ya,bu. memang keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh kekayaan tetapi oleh kemauan dan tekad yg kuat.

    BalasHapus
  4. Senang saya ,Bu, meski tak kenal sama mereka. Dari cerita Ibu, saya sungguh memuji perjuangan mereka. Selamat dan sukses, anak-anak, tentu juga Ibu, yang senantiasa membimbing.

    Salam kekerabatan.

    BalasHapus
  5. Wah senangnya dengar anak didik berhasil yah Bu.,..

    dan tentang mendirikan PAUD itu menarik loh... kapan2 ceritain disini Bu... :-)

    BalasHapus
  6. Where there is a will, there must be a way. Setiap usaha keras pasti hasilnya menggembirakan.

    BalasHapus
  7. jadi ikut terharu bu... ;(

    BalasHapus
  8. Senang ada muridnya yang berhasil.
    Mbak, UNESA itu singkatan Universitas apa? Maklum saya tak terlalu mengikuti singkatannya....

    BalasHapus
  9. Semoga menjadi anak yang sukses,,,bahagianya diterima di PTN UNESA

    BalasHapus
  10. amien..smoga unesa tetp jaya....
    smoga jha tahun depan qw bisa dtima yach..amien

    BalasHapus