Posting Terbaru

Selasa, 31 Maret 2009

Mouse Komputer


Saat ini, barangkali kita sudah sangat akrab dengan benda yang namanya mouse komputer. Meski nampaknya sepele, benda sebesar kepalan tangan ini sangat membantu pekerjaan kita sehari-hari, utamanya yang selalu berhubungan dengan komputer.

Tapi, tahukah Anda bahwa mouse awal mulanya hanya bisa dipakai oleh orang yang terlatih di bidang grafis. Sebab, pada sekitar tahun 1968, komputer memang masih sangat jarang. Penggunanya hanya kalangan terbatas. Bahkan, untuk mengoperasikan pun butuh keahlian tertentu.

Karena itu, seorang penemu di bidang komputer, Douglas Engelbart, mencoba membuat sebuah alat untuk memudahkan proses kerja jika seseorang menggunakan komputer. Mouse pertama kali dibuat pada tahun 1963 oleh Douglas Engelbart berbahan kayu dengan satu tombol. Douglas yang dikenal sebagai pemuda cerdas dengan 40 lebih penemuan yang sudah dipatenkan, kemudian mendemonstrasikan alat bantu itu dalam acara Fall Joint Computer Expo di San Francisco pada 9 Desember 1968.

Sejak saat itu, arah perkembangan komputer berjalan makin cepat. Bahkan, bisa dikatakan, benda yang mirip tikus, karena kabel kecilnya di tengah menjulur panjang seperti ekor tikus,oleh sebab itu maous juga dikenal dengan nama tetikus. telah mengubah jalan industri komputer dunia. Komputer jadi lebih user friendly hingga komputer bisa dipakai oleh siapa saja. Namun, tak hanya itu, Douglas pun kemudian terus berinovasi. Ia di antaranya memelopori telekonferensi melalui komputer, pembuatan hypermedia, dan aneka perangkat penunjang untuk komputer lainnya.
Saat ini, teknologi terbaru sudah memungkinkan Mouse memakai sistem laser sehingga resolusinya dapat mencapai 2.000 titik per inci (dpi), bahkan ada yang bisa mencapai 4.800 titik per inci. Biasanya mouse semacam ini diperuntukkan bagi penggemar permainan video.

Berbagai penemuan itu membuat Douglas pada tahun 1998 mendapat penghargaan National Inventors Hall of Fame. Ia juga sempat mendapat penghargaan dengan nilai terbesar dalam sejarah penemuan, yakni US$500 ribu dari Lemelson-MIT. Meski begitu, ia selalu merendah. Baginya, semua yang dilakukan adalah untuk menginspirasi orang lain, agar lebih banyak orang mampu berjuang mewujudkan impiannya

120 Tahun Menara Eiffel


Menara Eiffel diresmikan tanggal 31 Maret 1889 Menara besi ini terletak Paris, Perancis, merupakan sebuah menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Ia telah menjadi lambang Perancis dan merupakan salah satu bangunan (struktur) terkenal di dunia. Sejak diresmikan, lebih dari 200 juta orang telah mengunjunginya.
Nama "Eiffel" berasal dari nama perancangnya, insinyur Gustave Eiffel (1832-1923).
Menara ini dibangun untuk menunjukkan kemajuan industri Perancis, merayakan merayakan 100 tahun Revolusi Perancis, sekaligus meneruskan gagasan pembangunan menara 1.000 kaki (kira-kira 304,8 meter) dari Richard Trevithick tahun 1832.
Pada tahun 2000, Menara Eiffel ditambahkan antena. Ketinggiannya menjadi 324 meter atau setara dengan gedung 81 lantai. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu bangunan tertinggi di dunia. Luar biasa!

Rabu, 25 Maret 2009

Jadilah Pemenang


Ada buku motivasi baru yang perlu kita baca untuk meningkatkan wawasan kita. Think and Act like A Winner, buku karangan Muk Kuang ini diluncurkan pada tahun 2007.
Sedikit cerita mengenai cover buku tersebut, dimana digambarkan ada beberapa tempurung. Satu tempurung sudah terbuka, dan tampak sangat jelas yang keluar dari tempurung tersebut adalah seekor katak. Tempurung kedua, terbuka setengah, dan nampak katak yang lain masih berada di dalam tempurung tersebut. Sementara tempurung-tempurung yang lain tertutup dengan rapat, dan sama sekali tidak tampak katak yang keluar.
Katak yang keluar dari tempurungnya berarti individu yang sudah melepaskan dirinya dari belenggu masa lalu yang negatif, kegagalan dirinya, trauma, maupun tekanan. Ini adalah pribadi yang tidak mau selalu terkungkung oleh pemikiran yang membatasi kemampuannya untuk maju. Oleh karena itu individu seperti ini memilih untuk membebaskan diri dari hal negatif yang hanya akan membuatnya mengalami kemunduran
Katak yang nampak terlihat setengah, menunjukkan individu yang ingin berubah, ingin mengalami sebuah kemajuan, ingin berhasil di bidangnya, tetapi keraguan masih mendominasi dirinya. Ketakutan gagal, kekhawatiran kalau nanti ditolak, resah melihat masa depannya sendiri, hal-hal inilah yang akhirnya membuat individu ini tidak berani mencoba dan keluar dari zona kenyamanannya.
Katak-katak yang lain yang masih tertutup oleh tempurung, menunjukkan individu yang sama sekali pasrah dan tidak mau mencoba. Individu seperti ini memilih untuk mundur dan menyerah. Kegagalan dimasa lalu, keterpurukan di hari yang lalu membuat mereka melihat awan yang suram di masa yang akan datang. Terus menerus mengafirmasi dirinya dengan hal yang negatif.
Ketiga ilustrasi katak tersebut sebenarnya merefleksikan kehidupan kita sehari-hari. Pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, dari ketiga ilustrasi tersebut mana yang lebih mencerminkan sifat kita selama ini?
Sifat mana yang lebih mencerminkan karakter seorang pemenang?
I believe you know the answer!
Jika seseorang ingin menjadi pemenang tidak cukup hanya memvisualisasikannya
Jika seseorang ingin menjadi yang terbaik tidak cukup hanya mengatakan bahwa ia bisa
Tapi semuanya itu harus diimbangi dengan sebuah ACTION.
Apa yang Anda inginkan, Apa yang Anda impikan haruslah selaras dengan Apa yang sedang atau telah Anda jalankan. Tanpa sebuah tindakan yang nyata, semuanya yang Anda inginkan akan menjadi sebuah khayalan yang indah. Saatnya bagi kita, bagi Anda yang sedang membaca artikel ini untuk bangkit berdiri membuktikan bahwa Anda juga bisa menjadi pemenang untuk hidup Anda
Jangan lagi hidup dalam bayang-bayang kegagalan.
Jangan lagi hidup dalam pengalaman buruk
Jangan lagi hidup dengan komentar negatif orang lain
Jangan lagi hidup dalam ketakutan
Hiduplah dengan penuh kepercayaan, harapan, dan semangat. Jangan sia-siakan hidup Anda.

Selasa, 24 Maret 2009

Tulislah Sebuah Cerita mini


Menulis sesuatu itu sebuah kerja keras. Menulis cerita pendek, itu benar-benar kerja keras. Dan menulis novel, drama, atau scenario film bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Karenanya, berlaku manislah terhadap diri Anda sendiri dengan menulis cerita mini. Cerita-cerita mini dalam cara yang ekstrem merupakan kisah-kisah pendek….hanya butuh lima puluh kata panjangnya…tidak lebih, tidak kurang.
Tetapi seperti halnya sebuah cerita, mereka mempunyai awal, pertengahan dan akhir. Surat kabar di London Telgraph pernah mensposori sebuah kontes cerita mini tahunan…dan hasilnya, menunjukkan betapa banyak kreatifitas yang dapat dimasukkan seseorang ke dalam lima puluh kata tepatnya.
Cobalah menulis cerita mini sendiri. Tuliskan di blog. Banyak sekali kejadian-kejadian di kelas yang dapat dijadikan inspirasi. Pasti asyik untuk dituliskan. Berikut contohnya:
Beda Petir dan Petis
Siang itu ada presentasi di kelas X TPfL2, salah satu kelompok membahas tema tentang ‘Petir’. Pada saat session tanya jawab banyak sekali pertanyaan yang muncul. Bagaimana tidak seru, memang presentasinya dicoba tanpa moderator.
Tiba-tiba ada salah satu siswa nyeletuk, ”Petir itu yang dibuat rujak cingur”.
Seluruh kelas serentak menjawab, “Petis….!”

Sejarah Mesin Jahit


Alkisah pada abad ke – 18, ada seseorang yang sibuk berpikir untuk membuat alat yang dapat menjahit pakaian, tapi ia tidakbisa menemukan ide membuat ide membuat model jarum jahitnya. Ia bingung memikirkan posisi lubang untuk memasukkan benang, karena pada jarum biasa (jarum tangan) lubang benang terdapat dibagian belakang. Jarum jenis ini jelas tidak cocok untuk dipakai pada mesin jahit.
Ia terus berpikir dan memeras otak hingga malam yang dijanjikan. Ia tidur dan bermimpi melihat sejumlah orang menyerangnya sambil mebidikkan anak panah ke arahnya. Ketika melihat anak panah itu, ia menemukan lubang seperti mata dibagian bawahnya. Hal ini memberikan inspirasi untuk menempatkan lubang benang secara tepat pada jarum jahit.
Akhirnya, ia menemukan ide tersebut dan berhasil menciptakan mesin jahit dan jarumnya.
Andai Elias Haw ndak pernah bermimpi untuk menciptakan mesin jahit…. Pasti ndak ada Jurusan Tata Busana. Dan SMK Negeri IKertosono hanya di huni anak-anak Tehnik Saja.

Puluhan Dokter Jiwa bagi calon Caleg


Dua hari ini ada kegiatan baru untukku, memotong artikel tentang Rumah sakit Jiwa (RSJ) yang siap-siap menampung calon orang gila, yang lebih gila lagi…… calonnya ‘para caleg’.
Wah ini …fenomena alam baru yang menarik untuk didiskusikan, tapi masuk Kompetensi Dasar apa….?, Gejala-gejala alam biotik….?, tapi terserahlah mau masuk KD mana yang penting asyik saja untuk dipublikasikan sebagai bahan penelitian. Begini ceritanya:
Persaingan keras dalam pemilu berpotensi membuat stress para calon legislative. Bahkan tidak menutup kemungkinan pemburu kursi wakil rakyat yang gagal terkena gangguan jiwa. Puluhan dokter dan ratusan perawat di beberapa rumah sakit sudah siap-siap 24 jam, bahkan kamar VIP juga sudah disiapkan, kamarnya …. luas, besar, bersih dan mewah. Persiapannya di RSJ seluruh Indonesia.
Jangan tertawa…… siapa tahu Anda calon penghuninya. Amit-amit dech…! Cakep-cakep jadi penghuni Rumah Sakit Jiwa. Kasihan deh lu…!.
Mulai pertengahan bulan April ……, kalau mau traveling, ke RSJ saja!!!!!! Ha..ha..ha!

Senin, 23 Maret 2009

Pikiran: Kunci Keyakinan




Untuk dapat yakin dan percaya terhadap kemampuan diri, sumbernya terletak pada pikiran kita sendiri. Atau boleh dikatakan Anda adalah seperti yang Anda pikirkan. Jadi jika Anda punya mimpi, jika pikiran kita mengatakan Yakin berhasil, maka seluruh energi alam sadar dan alam bawah sadar akan berusaha berhasil, sebaliknya, kalau pikiran mengatakan tidak mungkin, pasti energi yang kita miliki tidak akan optimal bekerja, bahkan secara tidak sadar berbalik untuk mencari ketidakmungkinan hingga benar-benar terbukti tidak mungkin berhasil.
Akankah Anda membuang energi yang Anda miliki dengan percuma?. Saya yakin jawabnya: “Tidak!”.
Ada hal lain yang perlu kita pahami, yaitu lingkungan dan latar belakang sangat mempengaruhi cara berpikir (mindset) kita selama ini. Anda bisa banyak mengamati kejadian dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Puluhan siswa lebih suka memikirkan negatifnya dunia (ngentahi, bahasa Jawa) dibandingkan memikirkan betapa alam ini menyediakan segala sesuatu yang kita impikan.
Menumbuhkan keyakinan inipun butuh perjuangan yang tidaklah mudah. Tapi kita semua harus bahu membahu untuk meyakinkan bahwa alam ini tak terbatas. Kalau tidak percaya, setiap malam keluarlah, lihat ke angkasa!. Atau kita juga bisa bersepeda ke gunung, kalau sudah sampai ke puncak, lihat sekitar betapa luasnya alam ini, dibandingkan dengan diri kita…..wow….. ala mini sangatlah luas sekali tanpa batas.
Tapi jangan pernah tanya berapa kalinya….?, karena saya belum pernah menghitung dan takkan mampu menghitung.
Salah satu kuncinya, meningkatkan minat baca. Dengan membaca kita akan mendapat inspirasi untuk berjuang meraih keberhasilan. Kita bisa banyak belajar pada, Thomas Alfa Edison yang berhasil menemukan bola lampu setelah bereksperimen lebih dari 9.000 kali begitu juga perjuangan Columbus mengelilingi dunia, tapi kita juga harus mau belajar pada tikus, dll.
“Kalau mereka bisa, kenapa Anda tidak?”
Ternyata kalau dipikir-pikir, kunci keberhasilan ini adalah belajar…belajar dan belajar, Baik dari buku-buku cetak, media elektronik, internet dan yang tidak kalah penting adalah buku yang terbentang di alam ini. Belajar pada alam secara langsung.
Untuk menyakinkan pikiran, kita harus terus belajar.
Jadilah sang Pembelajar.
Selamat berjuang!

Menyiapkan Warisan


Ketika kubaca artikel Andrias Harefa yang berjudul ‘Menyiapkan Sebuah Warisan’ dalam Pembelajar.com. Ada rasa yang tak dapat kulukiskan dengan kata-kata. Sudah lama saya mencari artikel sederhana yang bercerita tentang warisan dengan arti yang sebenarnya. Akhirnya kutulis ulang dengan maksud berbagi.
“Apakah yang akan kamu tinggalkan sebagai warisan yang berguna bagi sejumlah orang, bila kelak kamu di antar ke pemakaman?”. Wow menarik sekali,
Pernahkah Anda berpikir tentang apa yang akan Anda tinggalkan sebagai warisan bila waktunya tiba nanti. Akankah Anda hanya meninggalkan warisan dalam bentuk materi semata, karena materi umurnya berapa lama?. Sewaktu-waktu bisa saja habis tak tersisa. Bahkan sering jadi sengketa.
Tapi mari kita baca cerita berikut ini.
Di Perancis, seorang lelaki tua akhirnya hidup sebatang kara, setelah ditinggal mati oleh istri dan anak tunggalnya. Buat kebanyakan orang, untuk apa hidup terus? Kemudian ia meninggalkan rumahnya, memilih beberapa ekor domba, dan pergi ke lembah Cavennen, sebuah daerah yang sepi, jauh dari keramaian. Ia ingin melupakan masa lalunya disana.
Di daerah itu masih tersisa puing-puing reruntuhan lima desa yang telah ditinggalkan oleh penduduknya karena alasan-alasan yang tak diketahui-nya. Lelaki tua itu memperkirakan bahwa seluruh daerah itu akan menjadi gurun yang gersang bila tidak ada pohon yang tumbuh. Lalu ia memutuskan untuk bermukim di sana.
Dalam perjalanan menggembalakan domba-dombanya, lelaki tua itu memunguti biji-biji oak, memilih yang masih baik, dan merendamnya dalam seember air. Hari-hari berikutnya, dengan sebatang besi, dilubanginya tanah-tanah yang dilaluinya dan ditanamkannya biji-biji oak itu satu demi satu.
Dalam waktu tiga tahun, ia telah menanam 100.000 biji pohon oak. Ia berharap setidaknya 10.000 biji oak akan tumbuh. Ia juga berharap dapat diberi umur beberapa tahun lagi untuk terus melakukan hal yang sama.
Ketika ia akhirnya meninggal dunia di tahun 1947, dalam usia 89 tahun, lelaki tua itu telah berhasil menumbuhkan sebuah hutan yang paling indah di Perancis. Hutan itu terbentang sepanjang 11 kilometer dengan lebar 3 kilometer.
Apa yang terjadi sebagai hasil pertumbuhan hutan pohon oak itu? Kini, ada jutaan akar yang mampu menampung air hujan dan menyuburkan daerah itu. Aliran-aliran sungai kecil tercipta lagi. Rerumputan dan bebungaan tumbuh subur. Burung-burung kembali ke hutan. Kehidupan pun berubah disana. Sejumlah orang kembali menghuni daerah tersebut. Dan setiap orang kembali merasa bahagia, menikmati hidup dan menyelenggarakan berbagai pesta. [Sumber: 1.500 Cerita Bermakna karya Frank Mihalic; Penerbit Obor, 1997; hlm. 78-79]
Ada yang menarik dari cerita ini, Cavennen, tidak pernah punya keinginan untuk menjadi pahlawan, beliau hanya mengerjakan apa yang ingin beliau kerjakan. Tapi hasilnya luar biasa. Kita semua pasti percaya, bahwa Cavennen seorang yang sangat beruntung, meskipun beliau harus mengalami percobaan hidup yang sangat pahit, akan tetapi cobaan hidup beliaulah yang akhirnya mengantarkan beliau ke surga. Amin. Karena beliau sudah mampu membuat banyak orang tersenyum bahagia. Dan burungkan kembali bernyanyi bahagia. Alampun manjadi indah kembali.
Luar biasa bukan?
Saya yakin cerita ini bisa menginspirasi Anda, untuk memikirkan warisan yang akan ditinggalkan. Dengan harapan semoga artikel sederhana ini ada gunanya. Amin.